Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 63.


__ADS_3

Leoni sibuk memetik buah Cherrynya sementara Monalisa membantu Leoni mencabut rumput liar. Keduanya tidak menyadari kehadiran Louis. Mafia itu duduk di kursi sembari mengamati Leoni dan Monalisa.


"Istriku..." Louis akhirnya bersuara setelah beberapa menit menunggu, Leoni sama sekali tidak menyadari kehadiran suaminya.


"Suamiku...Mengapa kau ikut ke sini?" Leoni meletakkan buah Cherry yang ia petik ke dalam keranjang buahnya. Lalu berjalan ke arah kursi sembari membawa keranjang berisi buahnya.


"Aku ingin melihat perkembangan kebunmu. Karena sejak kau memiliki kebun di sini kau lebih banyak menghabiskan waktumu bersama tanaman daripada aku, suamimu," Louis meraih buah Cherry itu lalu memakannya.


"Manis," pujinya.


Leoni tersenyum bahagia. Ternyata buahnya benaran manis karena suaminya ini bukan penyuka buah tetapi dengan ia memuji buahnya itu artinya Cherrynya benaran manis.


Mafia itu memakan buah Cherry itu seraya berjalan keliling kebun Leoni. Louis kagum dengan kebun Leoni, " Hati terasa damai sekali berada di dalam kebun. Menghirup udara segar tidak memikirkan hal-hal yang berat," gumam Louis.


"Itu sebabnya mengapa aku suka berkebun. Dulu aku masih aktif setiap pulang aku selalu sempatkan diri berkebun untuk melepas semua beban pikiran," sahut Leoni. Ia berjalan menghampiri Louis. Wanita itu berdiri berdampingan dengan suaminya seraya memandang pemandangan sekitar kebun dan bunga di sekitar kolam renang.

__ADS_1


"Kau benar, sepertinya aku pun membutuhkan suasana seperti ini. Akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang datang." keluh Louis.


"Aku tahu. Tapi aku pikir ayahku sudah berlebihan menuduhmu tanpa mencari tahu penyebabnya," sela Leoni.


"Aku sudah biasa dituduh seperti itu," jawab Louis. Ia berjalan mendekati pohon arebinyang baru berbunga lalu meraih daun Arbei itu ia mengamati beberapa detik lalu melihat ke arah Leoni, " Daun apakah ini?" tanya Louis.


"Itu daun Arbei buahnya sangat bagus untuk penderita hipertensi dan kolesterol," sahut Leoni.


"Kau sangat hebat mengetahui semua yang aku tidak tahu," puji Louis.


"Sebentar," Louis berkata seraya berjalan menghampiri tukang kebun bersama anak dan istrinya sedang duduk di bawah pohon Cemara kecil yang berada di taman itu.


Leoni kembali ke kebunnya ia melanjutkan memetik buah yang sudah matang di kebunnya. Monalisa mengangkat kepalanya mencari keberadaan Louis, yakin Louis tidak ada di sekitar kebun itu Monalisa melihat ke arah Leoni.


"Non...anda tidak bahagia?" ucap Monalisa. Pelayan itu tiba-tiba memiliki keberanian. Leoni menoleh ke Monalisa, yang tengah mencabut rumput di sampingnya memetik buah.

__ADS_1


Leoni belum akrab dengan Monalisa meski pelayan itu sering sekali membantu dia di kebun tapi Leoni bukan tipe orang yang muda dekat dengan orang. Walaupun ia tahu Monalisa adalah teman baik Wilda Dia juga ingat dulu ia pernah mengobati ibunya Monalisa namun ia tidak seberapa dekat seperti hubungannya dengan Wilda dan Megan.


Tetapi pertemuan mereka dulu tidak membuat Monalisa berhak bertanya. Berani-beraninya Monalisa mengajukan pertanyaan begitu pribadi.


Leoni merasa tidak nyaman karena pelayan itu terus memandang dirinya dengan tatapan aneh, "Monalisa...apakah tidak ada yang bisa kau kerjakan, Monalisa sampai __"


"Nona...maaf, saya tidak bermaksud tidak hormat," kata Monalisa buru-buru. "saya sangat berharap anda bahagia berada di mansion Black Wolf___karena saya kwatir kesalahan sayalah yang membuat anda menikah." Monalisa memang sudah menunggu kesempatan ini sejak lama hanya saja ia tidak memiliki kesempatan itu. Hari ini ia memiliki kesempatan itu karena itu ia memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Leoni.


Karena pikir Monalisa, pernikahan Leoni dan Louis atas jawabannya kepada Louis waktu itu.


Pertanyaan itu begitu konyol hingga Leoni yang ingin marah akhirnya tertawa, "Kesalahanmu?" Bagaimana mungkin Monalisa?"


Wanita lebih tua dari Leoni itu mencari keberadaan Louis lalu ia mendekatkan bibirnya di telinga Leoni lalu berbisik," Saya__sayalah yang memberitahu tuan Louis bahwa anda adalah putri dari Nyonya Rayani. Maafkan saya, Nona."


Monalisa mengambil napas lalu mulai mengakui kesalahannya, " Saat itu tuan Louis memutuskan untuk menikah dengan Nona agar bisa mengendalikan Anda sesuka hatinya. Sekali lagi saya benar-benar minta maaf tolong maafkan saya. Saya tidak pernah dengan sengaja ingin membuat Anda susah." Monalisa menunduk penuh penyesalan. Dan dia juga menarik napas karena merasa lega telah berkata jujur. Selama ini ia berusaha bicara jujur kepada Leoni namun belum ada kesempatan.

__ADS_1


__ADS_2