Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 60.


__ADS_3

Louis menaikkan salah satu sudut bibirnya keatas, " Ya aku. Kau tidak menungguku karena itu aku bersama Andre menyusul ke sini," sahut Louis.


Bibi Gresya merasa tidak enak, ia bergegas berdiri lalu meraih tangan Louis, bibi mengajak Louis berjalan ke kursi dan berkata, "Mari Nak duduk dulu. Leoni baru saja tiba. Leoni memang anaknya selalu ceroboh. Mungkin pendengarannya tidak seberapa bagus karena itu dia datang lebih dulu." Sebagai orang tua yang sudah berpengalaman Gresya memilih tidak ikut campur masalah mereka.


"Terima kasih, bibi. Aku juga berpikir begitu Leoni bermasalah dengan pendengarannya karena itu nanti setelah pulang dari sini aku akan menghubungi dokter pribadku untuk memeriksa telingnya," jawab Louis sopan. Dia sudah seperti seorang aktor lawak terkenal.


"Sama-sama, Nak. Aku akan meminta pelayan membawakan sarapanmu juga," Gresya tersenyum lalu pergi meninggalkan Leoni dan Louis, me biarkan pasangan suami-isteri baru itu berduaan di ruang makan itu.


Louis tersenyum sementara Leoni masih kecewa dengan sikap Louis tadi pagi dia memilih mengabaikan Louis seraya terus menikmati sarapan paginya. Mafia itu menarik kursi di samping Leoni lalu pria berbadan tinggi besar itu mendudukkan pantatnya.


"Ehemm... sekarang tinggal kita berdua, istriku. Apakah kau masih mengabaikan aku?"Louis mendekatkan bibirnya dengan bibir Leoni lalu dengan cepat ia menggigit roti yang sementara di gigit Leoni.


"Hmmm...enak banget. Suapin lagi." Louis tersenyum memasang wajah tidak bersalah.

__ADS_1


"Itu pelayan udah bawa sarapanmu ke sini. Makan aja sendiri," Leoni menunjuk dengan gerakan mata ke arah pelayan yang membawa sarapan Louis ke meja makan.


Louis tersenyum jahil, pria itu belum menyerah dia mendekati bibirnya di telinga Leoni lalu berbisik, "Tapi aku ingin kau yang menyuapiku. Roti bekas gigitanmu terasa lebih enak daripada yang dibawa pelayan itu,"


Leoni menghela napas," Bukannya kau sudah sarapan di mansionmu? Lalu mengapa kau sekarang kau seperti orang kelaparan" balas Leoni.


"Tidak aku juga belum sarapan karena aku menunggumu tapi karena kau tidak ke ruang makan aku pun tidak sarapan." Louis menaik turunkan alisnya.


"Terserah kau sajalah aku capek. Ayo buka mulutmu." Leoni menyuapkan roti ke mulut Louis dengan sedikit kasar.


Akhirnya setelah setengah jam sarapan dan ada banyak drama yang terjadi diruang makan. Leoni menarik kursi ke belakang ia berdir dari kursi hendak berjalan ke ruang bawah tanahnya. Tetapi melihat Louis yang sama sekali belum berdiri dari kursi Leoni berkata,"Kau tunggu saja di ruang tamu bersama paman Roy atau jika kau lelah istirahatlah di kamarku. Aku masih ke laboratorium untuk membuatkan cairan itu untukmu." ucap Leoni seraya menatap Suaminya.


"Ikut," ucap Louis.

__ADS_1


"Tidak bisa. Di sana ruang rahasiaku. Kau juga tidak mau, 'kan aku membuat cairan di ruang bawah tanah mu. Begitupun aku punya privasi tersendiri. Ayo pergilah ke ruang tamu, paman Roy orang yang asyik di ajak bercerita." ucap Leoni seraya berjalan menuju ruang bawah tanah meninggalkan Louis seorang diri yang masih bergeming di ruang makan.


Karena Leoni tidak mengizinkan Louis masuk ke ruang bawah tanahnya. Louis akhirnya menyerah, pria itu berjalan malas-malasan menuju ruang tamu.


Sementara Leoni sudah berada di ruang bawah tanah wanita itu sudah mengenakan baju khususnya dan mengenakan perlengkapan untuk membuat cairan.


Dengan di bantu Megan dan Wilda. Leoni hanya membutuhakan tiga jam untuk menciptakan cairan yang di butuhkan Louis.


"Yes...Finish!" seru Leoni bahagia dia menggerakkan cairan yang berisi di botol itu dengan bangga.


Wanita itu menindahkan cairan itu di sebuah botol ukuran 600ml. Lalu memasukkan cairkan itu ke dalam kantong bajunya agar tidak di ketahui Roy dan orang-orangnya.


Louis tersenyum melihat Leoni melangkah ke ruang ruang tamu. Pria itu tidak bisa menyembunyikan perasaan bangganya pada sang istri.

__ADS_1


"Kita pulang?" tanya Louis bersemangat.


"Baiklah." sahut Leoni.


__ADS_2