
Setiap tamu undangan yang melewati meja Leoni menatap heran Leoni. Karena, Leoni belum juga melepas kerudung yang ia kenakan.
"Gadis itu tidak bahagia dengan pernikahan ini," bisik setiap orang yang melewati meja mereka.
"Apakah dia tidak lapar?"
"Lihat dia sama sekali tidak makan."
"Yang aku dengar dia terpaksa menikah dengan tuan Black wolf,"
Begitulah bisik-bisikan para wanita yang melihat Leoni.
Benar karena Leoni sama sekali tidak menyentuh makanan ataupun minuman. Jangankan makanan, kerudung saja sama sekali tidak ia lepas dan anehnya suaminya masa bodo tidak peduli, mafia tampan itu lebih memilih menikmati wine bersama para sahabatnya. Daripada memberi sedikit perhatian kepada istrinya itu.
"Megan...antar aku ke kamar." panggil Leoni melalui earphone kecil yang ia pasang dibalik baju dibawah dagunya.
"Mari non, saya bantu pegang gaun anda," Megan hendak membantu Leoni ke kamar hotel.
Namun, baru saja Leoni berusaha berdiri dengan cepat Louis menahan lengan Leoni dengan lengan besarnya, meminta Leoni tetap duduk di sampingnya. Meskipun Louis sama sekali tidak menatap ke arah Leoni. Tapi, Leoni tau Louis tidak menyukai dirinya meninggalkan pesta pernikahan mereka begitu.
Megan tersenyum melihat sikap Louis barusan. Leoni akhirnya menyerah dia kembali duduk di samping pria itu. Leoni menelan salivanya ketika melihat banyak sekali makanan kesukaannya yang tersusun rapi diatas meja. Ia berharap pesta pernikahan mereka cepat selesai agar dia bisa menyuruh Megan membawakan makanan itu ke kamar lalu menikmati beberapa makanan kesukaannya di kamar harap Leoni.
"Tuan...kau tidak menawarkan makanan kepada Nona?" bisik Andre sopan.
"Kau lihat sendiri wajahnya saja tertutup kerudung tebal. Bagaimana dia bisa makan?" geram Luois di telinga Andre.
"Mungkin dia menunggu anda membujuknya," goda Andre tersenyum.
__ADS_1
"Aku tidak ingin tertular penyakit kulit," sela Louis.
Para pria masih tenggelam bersama minuman alkohol begitupun banyak juga yang menikmati acara dangsa. Berbeda dengan Leoni, dia hanya duduk diam dan menonton dari balik kerudungnya dengan gelisah. Menunggu kapan Louis membiarkan dia ke kamar untuk beristirahat karena tubuhnya sangat capek.
♥️♥️♥️
Satu persatu tamu undangan berpamitan pulang. Sementara Louis dan beberapa koleganya masih menikmati wine. Meskipun mabok Louis tahu Leoni sudah lelah dia akhirnya meminta Megan membawa Leoni ke kamar untuk beristirahat lebih dulu.
"Perintahkan anak buah untuk bersiaga di depan kamar," bisik Louis di telinga Andre.
Megan pun menuntun Leoni ke kamar hotel. Tentunya dengan penjagaan ketat. Megan menempelkan id card di pintu lalu pintu kamar terbuka, keduanya berjalan masuk. Megan membantu Leoni melepaskan gaun serta melepaskan beberapa jepit di rambut Leoni.
"Megan, dimana belatihku?" tanya Leoni.
"Nona? Ingat ini malam pertama anda. Sebaiknya anda jangan mengacaukannya," pinta Megan. Wanita itu sibuk melepas gaun Leoni.
"Baiklah. Setelah aku selesai mengurus anda." sahut Megan.
Selesai membantu Leoni melepaskan gaun. Megan pun mengambil belatih di dalam tas lalu memberikan kepada Leoni, " Non...aku harap kau tidak membunuh dia," pesan Megan.
"Saya tidak bodoh," sahut Leoni.
Megan pun melangkah keluar, meninggalkan Leoni di kamar itu sendiri.
Leoni mengenakan piyama bermotif bunga-bunga gadis itu tidak seperti pasangan pengantin baru pada umumnya di mana malam pertama mengenakan lingerie tetapi berbeda dengan Leoni. Mafia cantik itu mengenakan piyama lengan panjang, dia juga sudah bersiap-siap jika Louis datang dan memaksa dirinya.
Leoni mengangkat bantal lalu meletakkan belatih itu dibawah bantalnya.
__ADS_1
Leoni membaringkan tubuhnya di atas kasur ukuran king size itu lalu dia meletakkan kepalanya di bantal yang ada berlatihnya, ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Leoni juga menutupi wajahnya dengan surai panjangnya. Berharap Louis tidak melihat wajahnya.
"Semoga dia tidak masuk ke kamar ini," harap Leoni. Sesekali dia mengintip dari balik selimut, namun pria itu belum juga datang.
"Aman, " gumam Leoni lega.
Leoni mulai memejamkan matanya. Namun, baru saja ia menutup mata tiba-tiba Leoni mendengar ada yang membuka pintu kamar. Perlahan Leoni membuka selimut, " Hah? Itu dia?" Leoni membuka mulut lalu ia cepat-cepat membelakangi Louis. Gadis itu membenamkan diri di balik selimut, Leoni semakin ketakutan ketika dia melihat Louis sempoyongan menuju ranjang. Setelah Louis masuk Andre kembali menutup pintu kamar namun sebelum menutup pintu kamar Andre sempat menggoda Louis.
"Jangan kasar-kasar dia masih segel,"
Mendengar kata segel Leoni menggigit bibir bawahnya. itu artinya Louis sudah merencanakan akan melakukan malam ini meskipun dia mabok?
Leoni meraba-raba belatihnya itu, " Aku harus siaga," gumam Leoni.
Louis berjalan ke arah kamar mandi sepuluh menit kemudian Leoni melihat Louis berjalan keluar dari kamar mandi pria itu baru saja mandi.
Louis berjalan ke arah ranjang ia hanya mengenakan boxer dan membiarkan tubuh bagian atasnya polos, " Apakah dia lupa? Dia pernah berjanji kepada wanita itu kalau dia tidak akan menyentuh aku dan akan mengirim aku ke tempat lain. Lalu, mengapa dia hanya mengenakan boxer saja." gerutu Leoni. Gadis itu masih ingat semua ucapan Amelia sebelum upacara pernikahannya dimulai.
Louis berjalan mendekati ranjang, ia membaringkan tubuhnya di samping Leoni.
Leoni menahan napas hingga dadanya terasa sakit. Ia mengernyit setiap kengerian yang terlintas di benaknya. Louis tidak sepenuh mabok, mafia itu menghela napas karena merasakan kegelisahan Leoni, " Tidurlah. Aku tidak memerkosa anak kecil." ucap Louis.
Leoni tersenyum ia merasa lega, akhirnya Leoni pun memejamkan matanya karena dirinya sangat lelah begitupun Louis usai mengatakan itu, lima menit kemudian terdengar suara dengkuran Louis.
Ini Visual Amelia ya🙏.
__ADS_1