
Louis mencegah Leoni memanggil cleaning service karena dia tidak ingin kejadian barusan menjadi bahan gosip karyawan hotel. Louis memejamkan, dia membayangkan bagaimana reaksi karyawan hotel melihat lantai dan ranjang yang penuh darah.
"Tidak perlu kesal. Aku melakukan ini demi kebaikan kita berdua," ucap Louis. Karena Leoni terus saja menekuk wajahnya.
Akhirnya sebelum karyawan datang untuk membersihkan kamar Leoni dan Louis di bantu Andre ke kamar hotel yang baru.
"Tuan, mengapa harus pindah kamar? Ini sudah hampir subuh kenapa tuan dan Nona tidak bertahan saja dikamar itu? Bukannya hal biasa jika seprei kotor?" Andre menahan tawanya.
Kaki tangan Louis itu langsung menyerang Louis dengan pertanyaan begitu dia melihat Louis dan Leoni berjalan keluar kamar. Leoni mengenakan piyama sementar Louis hanya mengenakan boxer dan jas.
"Diam!"bentak Louis.
"Sebaiknya perintahkan karyawan yang membersihkan kamar itu dan katakan kepada mereka tutup mulut tidak perlu membahas apapun yang mereka lihat dikamar itu," lanjut Louis kesal.
"Baik, tuan." Lalu Andre pun berjalan sembari mengirim pesan kepada karyawan hotel itu.
Sementara Leoni hanya diam, dia mengikuti Louis dan Andre dari belakang berjalan menuju kamar hotel baru.
__ADS_1
Andre menempelkan id cards di pintu kamar, lalu pintu pun terbuka. Louis dan Andre bergeser ke samping memberi ruang untuk Leoni berjalan melewati keduanya masuk ke kamar lebih dulu, "Kau masuk dan istirahatlah istriku. Aku masih berbicara dengan Andre sebentar," ucap Louis
Leoni tidak menjawab, dia langsung melangkah masuk ke kamar hotel Gadis itu irit bicara dia masuk ke kamar hotel lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sementara Louis hanya mengangguk dia merasa geli ada gadis seperti Leoni, dingin bak salju kutub Utara.
"Ndre, mana obatku. Aku terluka," ucap Louis setelah Leoni masuk ke kamar.
"Terluka? Kenapa anda yang terluka, bukan Nona?" tanya Andre bingung.
"Jangan banyak tanya mana obatku?" sahut Louis kesal.
"Ini masih ada satu tablet." Andre mengeluarkan dari dalam mantelnya. Ya, obat anti nyeri dan mencegah infeksi itu selalu dibawa Andre kemanapun mereka pergi untuk berjaga-jaga kejadian tidak terduga seperti sekarang.
Louis naik ke atas ranjang dia pun membaringkan tubuhnya di samping Leoni, " Apakah kau sudah tidur?" tanya Louis seraya menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Belum, aku menunggu kau," sahut Leoni.
"Tidurlah. Aku tau kau masih kesal. Kita tidak perlu melakukan sekarang, besok malam saja atau malam-malam yang lain masih ada. " jawab Louis.
__ADS_1
"Bukannya kau ingin membuktikan?" tanya Leoni.Tapi dalam hatinya ia sangat senang Louis akhirnya menunda malam pertama itu artinya dia masih gadis.
Leoni berharap semoga sampai Louis mengembalikan dia ke mansionnya pria itu tidak menyentuh dia sama sekali.
♥️♥️
Louis black wolf dan Leoni Wiliam sudah kembali ke mansion milik Louis.
Para pelayan menyambut kedatangan Leoni, dengan bahagia. Leoni juga merasa tidak sendirian karena dua pelayan pribadinya serta Megan, si tangan kanannya pun ikut bersama Leoni tinggal di mansion Louis.
"Mulai hari ini kamar ini milik kita berdua." ucap Louis.
"Hmmm..." sahut Leoni.
Dia duduk di sofa kamar Louis, Louis menikmati furniture yang berada dikamar itu benar-benar memanjakan matanaya yang memandang. Ruangan serba hitam dan banyak sekali gambar-gambar tengkorak dan lukisan aneh lainnya.
Lousi datang mendekati istrinya, duduk di samping Leoni. Leoni bergegas bergeser menjaga jarak diantara keduanya.
__ADS_1
sehari penuh hingga malam Leoni dan Louis sama sekali tidak keluar kamar hingga keduanya telah membuat seseorang gelisah