
Amelia gemetar, "Tuanku...apa salahku?" tanya Amelia ketakutan. Wanita itu berpura-pura tidak tahu apa yang sudah dia perbuat.
Louis menaikkan satu sudut bibirnya, " Salahmu? Kenapa kau menyuruh istriku pergi dari sini? Siapa kau yang berhak mengatur orang-orang yang tinggal di mansionku?" Louis mengeluarkan pistol dari laci nakas dekat ranjangnya. Ia memutar pistol di jari telunjuknya sesekali dia meniup ujung pistol itu.
"Kau tahu apa ini? Jika ku tembakkan di kepalamu dalam hitungan detik kau akan bertemu dengan malaikat pencabut nyamamu," ucap Louis.
Tenggorokan Amelia tercekat, baru kali ini dia melihat wajah kejam Louis, " Tuanku...tolong maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi jika kau memberi satu kesempatan lagi untukku." Amelia memohon. Wanita itu akan melakukan apa saja demi bertahan di mansion milik Louis.
"Baiklah, kali ini ku maafkan. Sekarang keluarlah dari kamarku sekarang! Dan ingat mulai hari ini kau tidak berhak masuk ke kamarku atau menggodaku lagi. Jika kau berani melakukan itu maka bersiap-siaplah kau kembali ke tempat asalmu." Louis meletakkan pistol itu kembali ke laci nakas.
Amelia mengangguk setuju dia bergegas keluar dari kamar Louis. Wanita itu bergidik ngeri melihat wajah dingin Louis.
"Pantas saja dia di juluki serigala hitam. Wajah tampannya bisa berubah jadi seram begitu ya kalau dia marah," gumam Amelia. Bergidik ngeri.
♥️♥️♥️♥️
Di Mansion Red Tiger.
Leoni kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Leoni sedang berada di ruang rapat, wanita itu melakukan rapat mendadak bersama anggota dan paman Roy. Karena, ia mendengar dari mata-matanya ada seorang pemilik tanah di tengah kota akan menjual tanahnya ke mafia White lion.
Mendengar itu Leoni sangat marah.
"Kita harus bujuk mereka. Aku sangat menginginkan tanah itu. Lahan itu sangat cocok untuk dibangun wahana hiburan." ucap Leoni.
"Saya setuju, karena lahan itu berada di tengah kota. Kebanyakan orang sudah bosan bermain ke mall mereka pasti akan mengajak anak-anak ke taman hiburan." sahut salah satu anggota kelompok Red Tiger.
"Apakah tidak sebaiknya kita adakan kebun binatang mini saja? Mengingat kebanyakan orang tua sekarang lebih menyukai sesuatu yang mengedukasi anak mereka," sela paman Roy.
Plak...
"Ide bagus! Berarti Paman dan beberapa anak buah segera ke pemilik tanah itu dan paksa dia untuk menjual tanah itu kepada kita. Jika dia menolak, ancam dia bila perlu sekap keluarganya hingga dia mau menyerahkan tanahnya kepada kita. Ingat jangan sampai aku yang turun tangan." Leoni menggebrak meja. Wanita itu sangat menyetujui usul dari paman Roy.
Karena di kota itu sama sekali belum ada kebun binatang. Jadi ini kesempatan untuk dirinya dan kelompok Red Tiger. Wanita itu akan menunjukkan kepada Louis kalau dirinya masih bisa menguasai daratan Eropa sekalipun Louis berusah keras untuk menguasai dirinya.
__ADS_1
Setelah rapat selesai sesuai perintah Leoni, Paman Roy dan beberapa anak buah langsung pergi ke pemilik tanah. Sementara Leoni kembali ke mansion bersama Megan.
"Nona...tidak terasa ya pernikahan anda sudah memasuki lima minggu tapi tuan Louis sama sekali tidak mencari keberadaanmu," ucap Megan.
"Hmmm....Biarkan saja. Dia pria bebas dan aku tidak menyukai pria bebas," sahut Leoni.
Megan tidak menjawab lagi. Dia fokus mengemudi. Tak terasa mobil sudah berhenti di depan mansion Red Tiger. Leoni keluar dari mobil di sambut Wilda, pelayan yang mengurus semua kebutuhan dan keperluan Leoni.
"Nona...apakah anda mau mandi dulu?" tanya Wilda.
"Ya aku butuh menyegarkan diri. Nanti sore aku mau berkebun," sahut Leoni.
"Baik Nona. Saya akan menyiapkan beberapa campuran aromaterapi untuk anda," ucap Wilda.
"Terima kasih." ucap Leoni.
"Sama-sama,Non." jawab Wilda.
Leoni memang hobi berkebun jadi tidak heran jika di mansionnya, Wanita berusia sembilan belas tahun itu selalu menghabiskan waktu di kebunnya. Di sana ada berbagai macam bunga yang ditanami Leoni. Bukan hanya bunga tetapi ada beberapa buah dan sayur juga yang di tanam Leoni di kebun miliknya.
♥️♥️♥️♥️
Louis tidak menyadari gosip tentang dirinya selama berminggu-minggu setelah pernikahannya.
Gosip itu bukan sesuatu yang penting untuk diceritakan anak buahnya kepada Louis. Bahkan, Andre berusaha keras menyembunyikan hal ini kepada Louis karena Andre sangat mengenal emosi Tuan mudanya itu.
Sempat Louis bertanya-tanya kenapa anak-anak buahnya bersikap aneh, menghentikan pembicaraan ketika ia mendekat. Bahkan, para pelayan pun bersikap yang sama tidak sedikit juga yang bergumam setiap kali di bentak Louis.
Tetapi Louis punya banyak masalah yang harus dia urus daripada pusing memikirkan sikap aneh anak buah dan pelayannya. Dia juga akhir-akhir banyak pikiran namun yang sering menyelinap di benaknya merupakan bayangan sosok mungil dengan lekuk tubuh lembut dan desa*han lirih. Istrinya Leoni, pengantin barunya, tidak terlupakan entah Louis menginginkannya atau tidak.
Saat sedang berada di ruang kerjanya. Andre datang.
Tok...tok..tok..
__ADS_1
"Hmmm...masuk!" Louis sedang memijit kepalanya. Akhir-akhir ini kepalanya sering sekali pusing. Dia berusaha mencari kesenangan di club' malam namun sama saja setiap dia kesana tidak ada yang menarik Louis pasti kembali ke mansion dengan rasa kecewa.
"Louis... Apa kau sudah dengar?" tanya Andre sembari mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Gosip apalagi. Aku tidak dengar apa-apa," sahut Louis malas.
"Nona Leoni, berhasil membeli tanah di kota Madrid dia juga akan membangun kebun binatang mini di sana. Wow...istrimu itu benar-benar hebat." Andre bertepuk tangan seraya menggelengkan kepalanya.
Louis masih sibuk memijit kepalanya.
"Louis... apakah kau tidak mendengar ucapanku?" tanya Andre sekali lagi.
"Ya...Bicaralah aku pasti mendengarnya." sahut Louis dingin.
"Nona Leoni, istrimu. Berhasil membeli tanah di tengah kota Madrid dan saat ini sedang membangun kebun binatang mini di sana," ulang Andre lagi.
"Apa? Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?" Louis memukul meja. Dia berdiri dari kursi kebesarannya lalu berjalan ke arah jendela.
Mafia itu memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya.
"Aku harus mencegah dia," ucap Louis tegas
"Kau sudah gila?" Andre kaget dengan ide gila Louis.
Louis tersenyum, " Ya aku sudah gila." sela Louis.
Andre hanya menggelengkan kepalanya dia tidak menyangka informasi yang di bawa justru Kana menghancurkan hubungan suami-istri itu.
Louis membalikkan tubuhnya menatap Andre yang bergeming di sofa.
"Ayo kita ke sana," ajak Louis.
Andre pun berdiri dari sofa dalam hati dia mengutuk dirinya karena salah membawa informasi.
__ADS_1