Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 62


__ADS_3

Hari terus berganti Leoni terus memikirkan Louis dan Amelia. Sejak malam indah mereka lalu paginya Louis bertemu dengan Amelia di kapel lalu berlanjut ke ruang makan Leoni mulai melihat suaminya dengan cara yang berbeda dan hampir memaafkan pria itu karena awal pernikahan mereka yang buruk.


Namun, beberapa kenyataan selalu mengganggu Leoni, hal-hal yang lebih daripada tindakan Louis membiarkan Amelia tetap tinggal di mansion itu juga. Padahal setelah pembuatan cairan dan Aditya berhasil meninggal tanpa adanya tuduhan pembunuhan kepada Louis.


Leoni pernah menyindir Louis tentang keberadaan Amelia tetapi Louis sama sekali tidak peka hingga Leoni pun memilih mengabaikan prinsip Louis meskipun sejujurnya ia sudah lelah.


Leoni menghela napas, ia mengingat lagi perhatian Louis kepada dirinya. Louis juga pada akhirnya menyatakan berhenti menyerang Rey. Padahal sebenarnya Leoni menginginkan Rey mati karena wanita itu masih dendam soal penyerangan Rey terhadap dirinya waktu itu.


Saat ia sedang termenung di kebun kecil di dekat kolam renang Megan datang menghampiri Leoni.


"Non...anda sudah dengar? Ternyata tuan Wiliam juga mendukung Rey untuk menyerang tuan Louis kemarin." ucap Megan.


Leoni menepuk kursi di sampingnya meminta Megan duduk di sampingnya, "Apa maksudmu?" tanya Leoni.

__ADS_1


"Tuan Wiliam mendukung bahkan dia juga ikut mengirim anak buah membantu Rey menyerang tuan Louis. Tuan Wiliam kesal karena Aditya meninggal. Karena Aditya adalah salah satu orang yang di percaya tuan besar di kelompok the mafia," lanjut Megan.


"Hmmm...Ayah tidak melakukan hal itu. Pasti ada seseorang yang sudah mempengaruhi Ayah," Leoni tersenyum sinis.


"Maksud Nona?" tanya Megan penasaran.


"Kau lupa atau sengaja lupa karena kau sedang berbicara denganku?" Leoni melirik Megan.


"Siapa lagi kalau bukan Ibu tiriku? Kau tahu sendiri seperti apa hubungan dia dengan Aditya. Aku tahu pasti Ibu tiriku sangat sedih kehilangan Aditya." sahut Leoni seraya menaikkan satu sudut bibirnya ke atas.


Leoni menarik napas ia merasa lega akhirnya Pria yang dulu selalu menganiaya dirinya kini telah pergi untuk selamanya. Ia juga merasa sedikit lebih tenang Ayahnya pasti hidupnya lebih aman karena Valencia telah kehilangan sosok pelindungnya.


"Bagaimana kau sudah mengerti maksudku?" Leoni tersenyum.

__ADS_1


"Maafkan saya Non saya sedikit mengerti. Itu artinya selama ini Aditya dan nyonya Valencia berselingkuh?" tanya Megan.Jiwa keponya menuntut dirinya.


"Bukan selingkuhan tetapi Ayahlah selingkuhan Valencia Karena Valencia dan Aditya susah saling mengenal sebekum wanita itu menikahi Ayahmu. Tujuan Aditya merelakan Valencia menikahi ayahku adalah harta ayah. Sayangnya ayah tidak pernah tahu mengenai tujuan Valencia menikahi dia." Leoni mengeluarkan ponselnya. Dia tidak terima jika Wiliam ikut mendukung Rey menyerang Louis.


Leoni ingin menjelaskan pada Wiliam mengenai Louis. Suami ya tidak pernah melakukan kejahatan dalam berbisnis jika tidak ada yang menggangu dirinya.


Karena, menurut ceritak dari Megan. Wiliam kesal karena Louis melanggar janjinya untuk tidak melakukan kecurangan antar kelompok tapi nyatanya Lousi melanggar dengan menyekap Aditya. Rey pun memutar balik fakta bahwa Louis lah yang menyerang dia lebih dulu begitulah informasi yang di dengar Wiliam saat ini. Padahal sebenarnya Louis tidak mengetahui awal Rey menyerang Leoni. Mafia itu mengetahui setelah ia pulang dari Paris.


"Non...saya pikir tidak baik jika anda menanyakan masalah ini pada tuan besar melalui sambungan telepon. Akan lebih baik jika Nona mengunjungi tuan. Bukankah seorang anah harus mengunjungi orang tuanya, Nona?" usul Megan.


Leoni menarik napas, "Sejak lima tahun aku di usir dari Mansion Ayah dan gosip beredar aku menderita penyakit kulit sejak saat itu aku belum menginjak kakiku lagi di mansion ayahku," Ia menghela. Sulit sekali ia melawan perasaan waktu hatinya untuk mengalah mengunjungi ayahnya.


"Nanti aja, aku mengumpulkan mentalku lagi dulu." sambung Leoni lagi.

__ADS_1


__ADS_2