Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 55.


__ADS_3

Leoni tersenyum karena Louis akhirnya menyerah. Wanita itu menyibak selimut lalu bergegas bangun dan duduk bersama Louis di tepi ranjang.


"Jika kau ingin mendengar tentang kematian seseorang yang sangat kau kenal. Baiklah, akan aku ceritakan kepadamu. Besok aku akan mengakhiri hidup Aditya karena aku pikir kau tidak selamanya aku kurung di mansion ini. Jika aku membebaskan dia, aku takut dia akan beralasan perintah ibu tirimu dan kau pasti akan menuruti dia lagi. Aku minta maaf bahwa aku pun pernah bekerjasama dengannya untuk membantu aku melancarkan keinginanku menikahimu. Tapi, akhir-akhir ini aku mendengar dia ingin mencelakai ayahmu dan terakhir kau. Apakah kau tahu siapa yang mendukung dia?" Louis mengusap lembut rambut Leoni sejujurnya dia melakukan semua ini demi keselamatan Leoni. Karena Louis sudah merencanakan sesuatu untuk dia dan Leoni...


Leoni menundukkan matanya, dia menyentuh tangan Louis. Menahan tangan pria itu berhenti mengusap rambutnya.


" Jika aku mengatakan, aku tahu siapa yang mendukung Aditya. Apakah kau akan bertindak? Jika aku mengatakan aku sudah lama tersiksa atas perbuatan mereka apa kau juga bisa membantu semua itu? Aku pikir tidak!" Leoni tersenyum kecut mengingat lagi kejadian empat belas tahun silam dimana dia kehilangan ibunya . Dan Ayahnya Wiliam menikah lagi dengan Valencia di situ hidup Leoni seperti neraka. Dada Leoni terasa sesak, luka lama yang ia berusaha keras menyembuhkan kini harus ia buka lagi.


Leoni terus dipukul karena Valencia tidak menerima gadis itu mirip Ibunya, Rayani. Karena keberadaan Leoni di mansion The Mafia membuat Wiliam terus meminum alkohol karena ia belum bisa move on dari mendiang istrinya.


Dengan bantuan Aditya aksi Valencia sangat mulus. Aditya menyekap Leoni di kamar dan menghajar Leoni hingga pingsan hanya karena Leoni tidak ingin pergi dari mansion The Mafia. Namun, akhirnya Leoni berhasil di bawa keluar dari mansion The Mafia ke mansion milik Rayani yang di jaga Roy dan Gresya. Di sana Leoni di rawat hingga tumbuh menjadi remaja karena masa lalu yang menyakitkan Leoni memilih menjadi Mafia kejam.

__ADS_1


"Apakah seburuk itu aku di matamu? Hingga kau tidak yakin aku bisa melindungi dirimu ataukah kau meragukan kemampuanku? Saat ini dia, aku kurung di markasku. Apa kau ingin tahu betapa brengseknya diriku? Jika aku mengetahui ada orang yang berani mengganggu orang-orang yang aku sayangi. Aku tidak peduli hubungan kita dulu seperti apa yang aku peduli hubungan kita saat ini. Kau adalah aku begitupun aku adalah kau. Kau pikir aku tidak bisa menyeret ibu tirimu itu keluar dari mansion ayahmu? Coba aja sekali saja dia menyentuh dirimu lagi?" Louis tertawa garing. Dia berdiri dari tepi ranjang ia berbalik memunggungi Leoni. Louis tidak main-main pria itu menahan emosinya urat-urat di kening bermunculan menandakan dia sangat marah.


Leoni tersenyum, matanya berkaca-kaca entah kenapa setiap kali dia mendengar Louis mengungkapkan perasaannya, Leoni tidak sanggup menahan gejolak dalam hatinya.


"Lalu apa rencanamu? Haruskah kau membunuh Aditya? Kau ingin mengotori tanganmu lagi?" Leoni sadar dia juga bukan orang baik-baik tapi wanita itu akhir-akhir ini sudah memikirkan...


" Apa bedanya aku dan kau?" sela Lous.


"Aku terpaksa melakukan ini, Leoni. Semakin lama membiarkan dia hidup semakin menimbulkan masalah baru."sahut Louis.


"Tapi apa kau lupa dia juga di lindungi kelompok White lion. Beberapa hari lalu setelah kau pergi ke Paris aku pun keluar bersama Megan pergi ke Red..."

__ADS_1


"Apa?!" Louis menyela pembicaraan Leoni. Mafia itu berbalik matanya menatap Leoni penuh amarah.


"Ya karena aku kesal. Kau pergi dalam keadaan marah."sahut Leoni membela diri.


"Aku harap kau dengar dulu barulah kau marah," tambah Leoni lagi. Wanita itu menggigit bibir bawahnya berharap Louis tidak memarahi dia karena pergi tanpa izin dirinya.


"Hmmm...." Louis berdehem.


"Aku pergi ke Red Tiger dan di tengah jalan kami di serang Rey dan dua anak buahnya, ban mobilku di tembak Rey. Saat itu kami tidak membawa banyak senjata aku berusaha lari untuk melindungi diirku tetapi terjatuh hingga lututku luka. Apa kau tahu? Rey hanay menginginkan Aditya bebas." Leoni mengigit bibir bawahnya. Menahan napas apapkah suaminya marah atau tidak.


"Rey menyerang kau? Baiklah dia sudah mengajak perang dengan aku."Louis menggerakkan gerahamnya.

__ADS_1


__ADS_2