
Louis berdiri dari sofa ia berpamitan kepada Roy dan Greysia.
"Paman, Bibi, terima kasih sudah berbagi pengalaman yang luar biasa dengan saya." Louis menyalami Roy dan Gresya.
Louis memang mafia kejam namun ia tidak cukup berpengalaman dalam berumah tangga karena itu tadi selama Leoni sibuk membuat cairan di laboratorium. Roy dan Gresya menceritakan awal mereka menikah. Hingga membuat Louis kagum, dimana Greysia harus menerima Roy yang hidup di dunia hitam meskipun sulit namun perlahan Gresya pun akhirnya menerima semua kekurangan Roy. Begitupun Roy pada akhirnya dia pun bisa mencintai Gresya, wanita yang awalnya dia nikahi hanya karena kesalahan Gresya tanpa sengaja menabrak Roy dan mengakibatkan ponsel mahal Roy terjatuh dalam saluran air. Karena, tidak memiliki uang untuk menggantikan ponsel Roy. Gresy menyetujui sarat menikahi Roy.
"Sama-sama. Jangan sungkan menghubungi kami jika kau membutuhkan bantuan." sahut Roy.
"Hati-hati di jalan, Nak." Greysia menimpali.
Kemudian Roy dan Gresya pun berdiri dari sofa lalu berjalan bersama Leoni dan Louis menuju halaman depan mansion. Di mobil, Wilda, Megan sudah menunggu di dalam mobil milik Leoni. Sementara Andre menunggu di mobil Louis.
"Bibi, Paman Leoni pulang." Leoni memeluk Roy dan Gresya bergantian.
"Iya sayang hati-hati dijalan," sahut Greysia dan Roy bersamaan.
Roy menepuk pelan bahu Louis, " Titip putri kami. Maafkan kami jika dia masih susah di bilangin."pesan Roy.
Louis tersenyum seraya mengangguk, " Aku bisa memaklumi tingkahnya, paman." sahut Louis.
"Terima kasih, kalau butuh bantuan lagi boleh hubungi paman," goda Roy.
__ADS_1
Sementara Leoni hanya bisa menghela napas ia Penasaran apa saja yang mereka ceritakan dengan Louis. Wilda keluar dari mobil ia membuka pintu untuk Leoni tetapi dengan cepat Louis menggenggam tangan Leoni.
"Nona pulang bersama aku. Kau, Megan pulangnya bersama Andre." ucap Louis.
"Baik tuan." sahut Wilda. Ia segera masuk kembali ke mobil.
Leoni melirik ke arah Louis, ia sangat kesal dengan tingkah Louis yang sejak tadi menyebalkan.
"Dilarang Protes." bisik Louis di telinga Leoni.
Leoni tersenyum sinis, lalu melihat ke arah Roy dan Gresya seraya melempar senyum manisnya. Andre keluar dari mobil karena ia sudah mendapat kode dari Louis untuk pindah ke mobil Leoni.
" Ya..." jawab Andre kesal.
Roy dan Gresya hanya tersenyum melihat tingkah konyol Louis dan anak buahnya.
Usai menggoda Andre. Louis membuka pintu mobilnya lalu mempersilakan Leoni masuk. Leoni masuk ke mobil Louis, ia duduk di kursi samping kemudi.
Ting...Ting...Ting..
Louis membunyikan klakson mobil sebelum meninggalkan mansion red Tiger. Louis melajukan mobilnya menuju markas dalam perjalanan Leoni hanya diam saja tanpa berbicara sepatah kata pun.
__ADS_1
"Aku boleh lihat cairan itu?" tanya Louis.
"Boleh. Kalau sudah tiba di tujuan. Kau antar aku terlebih dahulu ke mansion barulah kembali ke markasmu," sahut Leoni datar.
"Tidak kau akan ikut bersamamu ke markas. Aku ingin kau menyaksikan secara langsung bagaimana aku menyiksa lawanku," sela Louis kesal.
"Tidak. Aku tidak mau," tolak Leoni.
Louis mengabaikan ucapan Leoni, ia membelokkan mobilnya ke arah markasnya. Tidak perlu menunggu waktu lama Mobil mewah itu berhenti di depan gedung serba hitam dipenuhi banyak pohon besar. Leoni kesal ia tidak ingin keluar dari mobil tetapi Louis terus menatap dirinya hingga Leoni mend"esah dan akhirnya ia pun keluar dari mobil.
Di Markas ada Murray dan dua anak buah lainnya yang sering ke markas jadi Leoni sudah mengenal mereka.
"Nona..." sapa Murray membungkuk.
Louis memberikan kunci mobil pada Murray lalu dengan cepat ia mengisi jemari Leoni dengan jemarinya. Keduanya melangkah masuk ke ruang pribadi Louis.
Leoni menjatuhkan tubuhnya di sofa panjang wanita itu sangat lelah karena seharian sama sekali belum istirahat.
"Bangunlah ikut bersamaku ke ruang penyekapan," ajak Louis ia membungkuk di depan Leoni yang sementara berbaring di sofa panjang.
"Tidak aku tidak mau. Aku tidak ingin Aditya melihat aku ada di sini juga. Itu masalah berarti urusanmu, aku sudah memberi mau solusi selanjutnya sudah menjadi urusanmu sendiri."Leoni memejamkan matanya.
__ADS_1