
Louis merasa muak sendiri saat mobil yang ia kendarai mulai memasuk gerbang mansion Black wolf. Dan perasaan aneh itu belum juga hilang justru semakin mendorong dirinya untuk bertemu Leoni.
Kejadian sepanjang malam tadi terasa samar-samar di ingatan Louis. Mafia itu menghentikan mobilnya lalu bergegas keluar dari mobil.
Plak...
Kemudian Louis menutup pintu dengan kasar. Ia berjalan begitu cepat memasuki mansion.
Andre berlari mengejar Louis ketika ia bertemu dengan salah satu anak buah di depan pintu, anak buah itu mengatakan Leoni telah pergi dari mansion Black Wolf.
"Louis..." panggil Andre.
Namun pria tua itu kalah cepat Louis sudah masuk ke dalam kamarnya. Andre berdima diam di koridor menunggu Rekasi Louis. Pria tua itu pasrah menunggu kemarahan Louis. Tau saja sejak semalam Louis sudah seprti orang gila lalu bagaimana jika ia mengetahui istrinya tidak ada di kamar?
"Istriku..." teriak Louis. Ia mencari di setiap sudut kamar namun sama sekali tidak menemukan Leoni. Louis membuka lemari di snanjuga tidak ada barang-barang Leoni.
"Jangan-jangan dia sudah kembali ke mansionnya? Ini tidak bisa dibiarkan!"
Kemuakan terhadap rasa penasarannya yang sangat kekanakan sangat terpengaruh pada reaksinya ketika mengetahui istrinya tidak ada di sana menunggunya.
__ADS_1
Louis berlari keluar menuju ruang bawa tanah, ia mengambil senjata Laras panjangnya lalu kembali ke mobil. Andre pun segera mengerjar Louis, karena ia tau jika Louis sudah membawa senjata Laras panjang itu artinya Louis akan menyerang salah satu kelompok mafia.
"Tunggu! Harusnya kau tanya terlebih dahulu siapa yang menyuruh Nona pergi, bukannya kau langsung mengambil sikap menyerang seperti ini," Andre berhasil masuk ke dalam mobil bersama Louis.
"Itu hanya membuang waktu saja." sahut Louis dia mulai menyalakan mesin mobilnya dan memacukan mobil dengan sangat kencang.
Andre hanya pasrah, tidak bisa banyak bicara lagi karenasaat ini Louis sangat marah. Dia tidak bisa di ajak bicara lagi.
"Kau gila Louis! Jangan ceroboh ingat yang membantu kau menikah dengan Leoni siapa?" Andre tidak menyangka pikiran alouis sependek itu, dengan bodohnya dia mau menyerang markas White Lion.
"Lalu aku menyerang siapa?" tanya Louis.
"Tidak! Aku harus serang Felix biar dia bisa keluar dan membantu mengembalikan Leoni kepadaku." sahut Louis.
Dia lalu mengarahkan pistol Karas panjangnya ke arah markas Felix.
Dorr...Dorr....Dorr...
Louis melepaskan tiga kali tembakan ke arah markas White Lion. Anak buah yang berjaga di jaga di markas white lion semuanya berlari keluar markas. Namun, mereka tidak bisa menyerang ketika melihat lambang mobil milik Louis.
__ADS_1
"Tuan..." sapa salah satu anak buah Felix.
Louis tersenyum lalu dia turun dari mobil, "Apakah tuanmu Ada?" tanya Louis.
"Tuan tidak ada di sini," sahut slah satu anak buah itu.
"Baiklah," Louis kembali ke mobilnya. Dia tahu siapa yang bertanggung jawab atas kepergian Leoni.
Karena, dia pernah mengatakan kepada Amelia kalau dia Kana mengirimkan Leoni ke suatu tempat setelah dia mendapatkan apa yang dia mau.
Andre menarik napas lega akhirnya Louis kembali waras.
"Kita kemana lagi?" tanya Andre.
"Kembali ke mansion," sahut Louis dingin.
"Harusnya sebelum kau bertindak konyol dengar dulu ucapanku," sindir Andre.
"Aku tidak bisa menahan amarahku ketika melihat dia tidak ada di kamar." jawab Louis.
__ADS_1