
Leoni memejamkan matanya. Louis pikir Leoni menurut karena di perintahkan seperti itu. Namun, kali ini dia akan tahu siapa itu Leoni. Wanita itu bukan Amelia yang gampang menurut pada perintah Louis.
"Apa yang terjadi jika perintahmu tidak di turuti, suamiku?" tanya Leoni. Dia masih berada di pangkuan Louis.
Bibir Louis menc""ium leher Leoni." Kau tidak ingin mengetahuinya?" sahut Louis.
"Tapi aku mau, suamiku." Leoni berusaha menahan diri agar tidak terpengaruh oleh cium""an Louis. Wanita itu menggigit bibir bawahnya.
"Louis," sela Louis. Bibirnya bergerak ke bagian tengah leher Leoni. Mafia itu masih memaksa Leoni memanggil namanya saja.
Leoni menger"""ang, "Maafkan aku suamiku, tapi aku tidak bisa."
"Tidak bisa apa?" Louis masih terus menjelajahi leher Leoni. Bahkan dia meninggalkan tanda kepemilikannya di leher dan dada Leoni.
"Memanggil namamu," sahut Leoni.
Louis bersandar di headboard ranjang seraya kedua tangannya memegang kedua sisi pipi Leoni kiri dan kanan, "Katakan saja. Itu nama yang pendek mudah di ucapkan. Katakan!" seru Louis.
Louis tersenyum dan suaranya serak saat ia membujuk Leoni. Tetapi, ketika Leoni menatap mata Louis di sana ia melihat ada Amelia. Wanita tidak tahu malu itu duduk di antara dia dan Louis sembari memasang wajah menyebalkan.
Leoni yang tadinya hampir saja memanggil nama Louis. Akhirnya berubah pikiran, Dia memejamkan matanya, dadanya sesak menahan sakit hatinya.
"Aku tidak bisa!" Leoni memalingkan wajahnya. Air matanya luruh begitu saja membasahi pipi mulusnya. Leoni membiarkan dan dia tidak menyekanya.
Louis kaget, dia yang tadinya sudah siap dan tersenyum kembali memasang wajah dingin, " Maksudmu kau tidak mau?" Louis tersenyum sinis.
Saat itu pun Louis mengangkat tubuh kecil Leoni lalu menjatuhkan dengan kasar di atas ranjang, sorotnya matanya menatap tajam Leoni.
"Kau benar-benar memancing amarahku? Kau semakin aku sabarin semakin kau berulah. Kenapa kau selalu memancing aku untuk kesal? Apakah begini caranya kau memancing amarah musuhmu? Jika, kau masih menganggap aku musuhmu. Maka silakan lakukan sesuka hatimu. Aku beri kau kesempatan untuk berpikir atas perbuatanmu tadi. Aku harap aku kembali kau sudah berubah pikiran." tekan Louis.
Usai mengungkapkan kekecewaan kepada Leoni. Louis turun dari ranjang, mafia itu berjalan kearah sofa tangannya meraih pakaiannya yang disiapkan Leoni tadi di atas sofa lalu mengenakan pakaian itu. Usai mengenakan pakaian itu Louis berjalan keluar kamar dengan membawa koper yang sudah di siapkan Leoni tadi.
Dia tidak menginginkan Leoni lagi, dia tahu setelah ini kepala juniornya akan sakit dan kepalanya pun pasti akan pusing tapi ini demi harga dirinya. Baru kali ini ada wanita mempermainkan perasaannya. Biasanya wanita selalu merengek meminta lagi dari Louis.
__ADS_1
Louis menarik gagang pintu dengan kasar lalu ia melangkah keluar kamar tanpa peduli perasaan Leoni. Kemudian ia kembali membanting pintu sangat kasar.
Leoni kaget, dia baru lihat Louis semarah ini. Wanita itu mengontrol emosinya akhirnya selang beberapa detik ia pun mulai santai. Namun, tiba-tiba Leoni menarik napas panjang. Leoni menduga suaminya pasti akan menemui Amelia dan keduanya akan menghabiskan waktu bersama hingga malam nanti Louis pergi.
Leoni mengusap kasar wajahnya bagaimana jika semua pelayan melihat Louis masuk ke kamar Amelia itu sangat melukai harga diri Leoni. Dan mafia cantik itu sudah membayangkan besok para pelayan akan bergosip ria di mansion ini.
"Lihat saja nanti!" ia bermonolog dengan dirinya sendiri.
Padahal Leoni sering mendengar gosip jika seorang suami berselingkuh biasanya dia akan menyembunyikan dari sang isteri dan banyak orang. Tetapi, prinsip itu tidak berlaku bagi seorang Louis black wolf. Bagi Louis di lihat atau tidak di lihat banyak orang sama saja karena dia tidak peduli tentang pendapat orang bagi Louis asal dirinya puas.
Dia juga tidak peduli apakah istrinya sudah tahu atau tidak. Karena, kenyataannya Louis sama sekali tidak peka akan kecemburuan yang Leoni tunjukkan kepadanya akhir-akhir ini. Leoni mengusap kasar wajahnya, membayangkan pelayan-pelayan bergosip dan lebih menyakitkan lagi kalau para pelayan itu beranggapan Louis lebih memilih wanita simpanan dari pada dia, istrinya. Itu menjatuhkan harga diri Leoni.
Louis berjalan melewati koridor sembari menarik kopernya melihat sang majikan menarik koper seorang pelayan yang kebetulan melewati koridor itu juga meminta izin untuk membawakan koper itu.
"Tuan...izinkan saya membawakan koper anda." izin pelayan itu.
"Hmmm..." Wajahnya masih dingin. Lalu ia memberikan koper itu kepada pelayan.
Louis memberikan kopernya di bawa pelayan itu ke mobil dan dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Andre.
"Aku di kamarku. Kau berutang sudah membangunku." goda Andre melalui sambungan telepon.
"Hahaha.... bersiaplah aku menunggu kau di mobil. Kita berangkat sekarang." ucap Louis lalu ia mengakhiri panggilan tanpa menunggu jawaban setuju dari Andre.
"Dasar mafia gila. Tadi katanya berangkat jam tujuh malam. Sekarang dia berubah pikiran lagi berangkat jam dua siang." gerutu Andre.
Dia berusaha bangun karena sebenarnya pria itu masih mengantuk, sembari menguap Andre berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Louis sudah berada di dalam mobil. Dia duduk di bagian kursi samping kemudi. Pria itu mengeluarkan ponsel dari kantong celananya tangannya mulai menggulirkan layar ponselnya.
Mafia itu tersenyum sendiri ketika ia membuka pesan chat Tadi Louis sengaja mengirim foto dari ponsel Leoni ke nomornya.
Dia juga sudah menyimpan nomor ya di ponsel Leoni. 'My husband' Louis memberi nama kontaknya di ponsel Leoni.
__ADS_1
"Untung saja tadi aku langsung menghapus pesan keluar. Jadi dia tidak curiga." Louis tersenyum sorot matanya tidak terlepas dari foto Leoni.
"Dia sangat cantik, sayang mnya dia memilih dunia hitam. Mu gkin kehidupan kecilnya sangat sulit hingga dia tidak ada pilihan lain." Louis menyentuh bibir, pinggang hidung Leoni.Llau ia tersenyum sendiri dengan tingkah konyolnya. Sekarang dia tidak marah lagi tapi mafia itu memilih pergi dari Mansionya sengaja dia lakukan itu untuk memberi waktu bagi Leoni berpikir.
1
"Dia memang sangat cantik. Apakah aku terlihat tua baginya?" lanjut Louis lagi.
Kemudian ia mengubah foto profil was"""tapp dengan foto Leoni. Namun, karena tidak ingin foto isterinay di lihta kolega dan Andre mafia itu sengaja setting foto profil hanya di lihat dia sendiri.
"Lebih baik seperti ini. Tidak boleh ada orang lain yang melihat fotonya kecuali aku karena dia hanya milikku seorang." gumam Louis seraya mengusap kasar wajahnya.
"Siapa?" Andre yang sudah membuka pintu mobil bertanya.
"Kau seperti hantu. Kagetin saja." Lalu dengan cepat ia memasukan ponselnya ke dalam kantong celananya.
"Kau saja yang tidak sadar asyik memandang ponselmu. Aku udah daritadi berdiri di depan pintu mobil." sahut Andre.
"Apa?" Louis kaget bola matanya hampir saja keluar. Dia tidak berharap Andre dengar kalau dia diam-diam mengambil foto Leoni.
"Biasa aja kagetnya." ledek Andre seraya menyalakan mesin mobil.
Louis menggosok dagunya, dia berharap Andre tidak mendengar semua ocehan dia tadi.
"Kau sudah menghubungi mereka kalau jam penerbangan berubah?" tanya Andre matanya fokus di depan jalan.
"Sudah." sahut Louis.
♥️♥️♥️♥️
Leoni duduk diatas ranjang, ia memeluk kedua kakinya, kepalanya ia letakkan di kedua lututnya. Wanita itu berharap Louis tidak menghina harga dirinya.
__ADS_1
"Kau mengatakan kita akan memulai lembaran baru tapi kau sendiri tidak bisa menahan diri dari godaan para wanita iblis itu," gumam Leoni.