Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 41.


__ADS_3

Leoni tercengang. Bingung dengan pilihannya sendiri apakah ia bisa percaya Louis atau tidak? Di sisi lain Leoni tidak ingin perasaannya di permainkan Louis. Tapi saat ini Louis sudah berhasil menenangkan hatinya, dan Leoni gugup di dalam dekapan Louis.


Leoni menunduk tidak ingin menatap Louis, "Tadi Kau__kau benaran mencariku, suamiku? Apakah ada sesuatu yang kau inginkan?" Leoni menutup wajahnya di dada bidang Louis.


Sementara suaminya tertawa dan menundukkan kepalanya tangannya mengangkat lembut tengkuk Leoni mendongak menatap wajahnya.


"Suamiku__" Leoni gugup.


"Louis," sela Louis. Pria itu tidak suka dipanggil suamiku.


" Aku__" Leoni gemetaran.


"Louis," desak Louis. " Kau Istriku dan jika hanya kita berdua, kau harus memanggil namaku Louis." pinta Louis.


Louis menunggu istrinya memanggil namanya karena Jika Leoni memanggil namanya itu artinya Leoni mengakui dirinya milik Louis.

__ADS_1


"Leoni..." suara Louis serak, " Apakah kau masih malu?" lanjut Louis. Ia tersenyum menanti panggilan itu.


"Suamiku...tidak sekarang tapi suatu saat dan seiringnya waktu aku akan terbiasa memanggil dengan sebutan yang kau inginkan. Tapi, ku mohon tidak untuk sekarang." Leoni menunduk malu.


Louis mendesah, dan Leoni berhasil membujuk suaminya itu.


"Waktu yang tidak ku miliki," Louis memejamkan matanya. sejujurnya dia tidak ingin pergi berlama-lama dari istri kecilnya namun ada pekerjaan di Rusia mengharuskan Louis harus pergi.


"Aku harus pergi besok. Aku tidak tahu kapan aku akan kembali tapi aku berharap jika aku kembali nanti kau sudah lebih tenang bersamaku. Kita sudah menikah lebih dari beberapa bulan." Louis memejamkan matanya.


"Aku tahu. Karena itu tidak membuatmu merasa kesepian di saat aku pergi. Kau sudah terbiasa tanpa aku," Louis menunduk dia menyesap bibir merah ranum itu tanpa ada balasan dari Leoni sama sekali. Wanita itu hanya diam dan pasrah.


Louis menjauhkan bibirnya dari bibir Leoni," Kenapa kau diam?" tanya Louis.


"Aku belum mendapat jawaban kenapa kau mencariku, suamiku?" Leoni mencebik, ia mulai kesal karena pertanyaan daritadi belum juga di jawab suaminya.

__ADS_1


" Tadi perjalanan pulang, aku berpikir hari ini waktuny kita berdua menghabiskan waktu bersama itu akan menyenangkan. Ke mana saja kau tadi, istri kecilku?" Louis berdiri dari sofa. Ia mengulurkan tangannya ke arah Leoni, meminta istrinya itu berdiri. Melihat tatapan Louis, Leoni mulai gelisah, bingung dan resah. Bagaimana tidakz saat ini ia masih marah dan sekarang Louis mengajak dirinya.


"Aku hanya mencari udara segar setelah ibadah tadi," bohong Leoni.


"Siapa yang menemanimu?" tatap Louis menuntut Leoni berkata jujur.


Demi Tuhan, Louis ingin marah kenapa istrinya suka sekali pergi sendirian. Ya... Louis tahu dia hebat dan kejam namun saat ini Leoni tinggal di mansionnya itu artinya Leoni tidak tahu kapan musuh datang menyerang dirinya.


"Kau pasti tahu aku sejak tadi sendirian," jawab Leoni.


"Tidak! Jika aku tahu. Leoni, aku tidak perlu bertanya.Tadi kau berkata sendirian? Ini bukan Red Tiger jadi kau berkuasa dan bisa melakukan apapun sesuka hatimu." sela Louis.


Leoni menelan salivanya. Dia bingung harus berkata apalagi. Tangannya menerima uluran tangan Louis, " Aku sadar akan hal itu. Tapi, tidak kah saat ini mansionmu adalah mansionku? Jika, aku adalah istrimu satu-satunya?" Leoni memalingkan wajahnya.


"Mungkin kau tidak peduli pada keselamatanmu, tapi sekarang kau milikku dan aku wajib melindungi apa yang menjadi milikk. Apa aku harus menugasi pengawalku untuk mendampingimu juga setiap saat sama seperti halnya yang Megan lakukan?" Louis membaringkan istrinya di atas ranjang. Dan Leoni menggigit bibir bawahnya dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


"Jangan!" cegah Leoni.


__ADS_2