
Louis mengabaikan pernyataan Andre, "Hukum apa yang menyatakan aku harus tinggal dengan wanita itu?"
Andre semakin bingung dengan pikiran Louis, "Lalu, untuk apa kau ingin mengambil dia sebagai istri? Bersikaplah bijaksana, Louis. Selama bertahun-tahun kau menghindari pernikahan pada saat banyak wanita-wanita cantik yang bersedia terikat denganmu contohnya Amelia, wanita itu sudah tinggal bersamamu di mansion ini bahkan melayani kau layaknya seorang istri tapi tidak kau nikahi?" Andre mengusap kasar wajahnya, pria itu pikir dulu dia salah asuh Louis sehingga pria berwajah tampan ini sangat keras kepala dan menganggap semua itu mudah baginya. Andre memang pria matang tapi dia sadar diri dengan pekerjaan dia didunia hitam dia sudah berjanji tidak akan menikah karena tidak ingin membawa istri dan anaknya menjadi sasaran musuh.
"Karena waktu itu aku belum cukup kaya dan aku masih mencari kelompok untuk bekerjasama. Kau tau, aku ingin menikah jika sudah memiliki semuanya sehingga aku bisa menawarkan rumah yang nyaman untuk istriku." Louis menatap langit-langit ruangan itu. Malam ini keduanya tidak tidur. Mereka membahas masalah pernikahan yang entah kapan bisa selesai.
Andre hendak menjawab namun Louis mengangkat tangannya keatas meminta Andre diam, " Yang paling kuinginkan sekarang adalah kedamaian," Louis menghela napas.
"Kedamaian atau pembalasan?" Andre tertawa. Ya dia merasa lucu pendapat Louis yang semaunya sendiri.
Louis mengangkat bahunya." Aku tidak akan menyakiti wanita itu tapi dia akan menyesal karena menimbulkan kesulitan bagiku jika itu yang dia rencanakan. Lihat saja apakah dia suka dikurung dimansion ini seumur hidup dan orang-orangnya digantung__jika ada kesalahan sedikit saja. Aku akan menyelesaikan masalah ini." Louis menarik cerutunya lagi lalu mengeluarkan kepulan asap putih itu melalui hidungnya.
"Lalu bagaimana dengan Amelia?" gumam Andre.
Louis mengernyitkan kening, "Dia datang ke sini atas keinginan sendiri. Jika dia mau pergi, terserah. Tapi, jika dia ingin tetap tinggal, silakan. Tindakanku ambil istri yang ini tidak akan berpengaruh. Aku tidak berkewajiban membuatnya senang, tidak setelah perbuatannya itu. Leoni tidak berhak apa yang kulakukan." Setelah berkata begitu Louis meraih cangkir lalu meneguk wine dicangkirnya hingga tandas.
__ADS_1
Andre menggeleng dia tidak berkata apa-apa lagi. Ia berharap semoga Louis sadar setelah tidur malam ini. Karena, sejatinya pernikahan bukan sebuah permainan.
Usai minum bersama keduanya pun akhirnya tidur diruang bawah tanah dikarenakan sudah mabok parah dan tidak bisa berjalan ke kamar mereka masing-masing.
Hari pun menjelang pagi Louis mengerjap dia memegang kepalanya yang pusing efek semalam keduanya kebanyakan minum. Dia mendapati Andre yang berbaring di sofa sebelah Louis mendesah mengapa dia bisa tidur berdua dengan Andre. Louis menunduk dia meraba seluruh anggota tubuhnya lalu mengusap kasar dadanya, "Aaa... aku tidak diperkosa pria tua itu. Aku berharap di masih normal." Louis tertawa kecil. Karena, Selama dia hidup bersama Andre dua puluh sembilan tahun Louis tidak pernah melihat Andre berpacaran ataupun memakai wanita malam untuk menyalurkan has**ratnya kadang Louis berpikir Andre adalah kaum tidak normal.
Mendengar suara Louis Andre pun mengerjap, " Kau sudah bangun?" tanya Andre suaranya serak khas orang bangun tidur.
"Ya. Aku kwatir kau memperkosaku," canda Louis sembari tertawa.
"Hahah...apa kau tidak capek setiap hari bersolo karier?" goda Louis.
"Tidak.Lebih baik begitu daripada mempermainkan perasaan wanita." ledek Andre.
"Kau..." Louis melempar bantal sofa ke arah Andre.
__ADS_1
Mafia dan anak buahnya ini lebih tepatnya sahabat karena pekerjaan Louis sembilan puluh persen dibantu Andre. Louis juga tidak bisa seperti sekarang jika tanpa bantuan Andre. Kedua pria berbadan tegap itu tertawa lalu berjalan keluar ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri.
♥️♥️♥️♥️
Sementara di mansion The mafia, Aditya pengawal__ Valencia sedang berbicara dengan istri Wiliam.
"Nyonya tapi aku pikir ini jalan terbaik. Sebaiknya anda mengatur semuanya mumpung tuan Wiliam masih dibawah pengaruh alkohol dia tidak akan sadar dengan rencana kita ini." ujar Aditya. Orang yang dipercaya Wiliam untuk menjaga sang istri Valencia itu.
"Tapi, bagaiman jika gadis itu sudah memiliki kekasih?" sahut Valencia.
"Aku jamin Leoni sama sekali belum memiliki kekasih. Aku hanya minta nyonya mendukung apa yang sudah aku susun. Soal Leoni biar aku yang mengurus gadis itu. Aku tau kelemahan Leoni." Aditya tersenyum misterius.
"Baiklah. Sekarang kau boleh keluar dari kamarku aku tidak mau Wiliam sadar dan melihat kau berada disini bersamaku." Valencia mendorong tubuh Aditya. Dia meminta pengawalnya itu keluar dari kamarnya.
"Baiklah, lakukan seperti yang aku perintahkan." Pesan Aditya lalu ia pun keluar dari kamar Valencia dan Wiliam. Sebelum keluar Aditya berkedip nakal. Valencia tertunduk wajahnya sudah mirip kepiting rebus.
__ADS_1