
Semua doa Leoni terjawab sudah suaminya sudah terlupakan. Sejak pertempuran antara kelompok Red Tiger dan Black wolf hingga beberapa anak buah Leoni tewas membuat Leoni memutuskan untuk istirahat sejenak dari dunia hitam. Wanita itu sangat terpukul ketika ia melihat para istri dan anak-anak dari anak buahnya yang tewas terus saja menangis sementara anak-anak yang masih kecil, mereka terus menanyakan keberadaan ayah mereka. Sebagai wanita, Leoni merasa sangat sedih ia bahkan tidak tega untuk bertemu anak-anak kecil itu.
Meskipun Leoni sudah menjamin kehidupan mereka dan menyekolahkan anak-anak yatim itu hingga sekolah tinggi tetapi penyesal itu belum juga hilang.
Namun, ada kabar yang membuat ia bahagia yaitu kebun binatang mini yang ia bangun kini sudah ramai pengunjung sejak satu minggu lalu dibuka untuk umum membuat Leoni tidak memikirkan Louis lagi. Leoni pun berencana akan mengajak anak-anak itu ke kebun binatang untuk menyenangkan mereka.
Leoni sekarang merasakan hidupnya menjadi miliknya lagi. Tidak adalagi yang mengganggu pikirannya. Awalnya Leoni pikir Louis akan mengirim orang untuk memata-matai dia namun sudah seminggu ini tidak ada kabar seperti itu dari Black wolf.
"Megan nyalakan mesin mobil kita akan pergi ke toko bibit. Aku ingin membeli beberapa bibit bunga dan tanaman buah," ujar Leoni.
Wanita itu mengenakan celana jins pendek selutut berwarna putih di padu dengan kaos berwarna hitam polos serta sandal santai. Leoni memang sangat menyukai penampilan santai seperti ini namun tidak mengurangi kadar kecantikannya.
"Baik, non." sahut Megan.
Megan mengeluarkan mobil dari garasi mobil ia lalu memanaskan mesin mobil sembari menunggu Leoni yang masih berbicara dengan bibi Greysia di ruang tamu.
"Baik bibi, aku pergi sebentar." Meskipun Greysia mengetahui kemampuan Leoni mengalahkan musuh tidak di ragukan lagi namun sebagai wanita yang sudah membesarkan Leoni tentu Greysia tetap mengkwatirkan keselamatan Leoni.
"Hati-hati, Nak. Nanti pamanmu kembali bibi akan meminta dia menyusul kalian di toko bibit," seru bibi Gresya.
Leoni tertawa seraya melambaikan tangannya ke arah Greysia. Anak buahnya yang berjaga di mansion terpukau melihat penampilan Leoni yang santai tidak kaku seperti biasanya mengenakan celana jeans panjang sepatu boots dan mantel hitam ciri khas mafia red Tiger.
"Aku lebih menyukai nona berpenampilan seperti ini dia terlihat seperti gadis bukan seorang istri dari tuan Black wolf atau seorang mafia kejam dan arogan," ujar salah satu anak buahnya.
"Aku pun sama. Tapi, jika dilihat dari tatapan mata keduanya waktu di kebun binatang mereka masih menyimpan cinta satu sama lainnya. Namun, keduanya masih mempertahankan ego mereka masing-masing," sahut salah satunya lagi.
__ADS_1
"Ya...kita tidak berhak ikut campur masalah percintaan keduanya. Kita cukup melihat Nona kita bahagia seperti hari ini," sela salah satu anak buahnya.
"Setuju. Otakmu kadang-kadang cerdas juga ya," ledek teman yang lainnya.
Megan pun memacukan mobil menuju toko bibit yang jaraknya lumayan jauh dari Mansion Leoni, sekitar dua jam jika tidak macet. Sebenarnya bisa saja Leoni minta anak buahnya yang membelikan bibit tanaman itu. Namun, wanita itu ingin merasakan bagaimana hidup bebas seperti orang biasa pergi ke mana-mana saja tanpa was-was diikuti musuh.
♥️♥️♥️♥️♥️
Namun, apakabar dengan Louis? Mafia itu tidak memiliki gairah hidup. Sering kali di goda Amelia namun Louis sama sekali tidak tertarik dengan wanita itu, bukan hanya Amelia. Andre sampai membayar wanita di sebuah club' malam untuk datang ke mansion menghibur Louis lagi-lagi percuma seberapa keras usaha para wanita itu Louis tetap tidak bergairah sama sekali.
"Aku bilang juga apa, jangan buang-buang waktu." ujar Louis putus asa.
"Lalu...apa kau mau hidup seperti ini. Kau sudah banyak melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah hanya karena kau putus asa dengan Leoni. Sudahlah tepis ego kalian dan cobalah kalian bertemu bicara hanya berdua saja. Aku pastikan kalian akan menemukan jalan keluarnya," Andre memberi saran.
Akhir-akhir ini Louis juga jarang sekali tidur di mansion dia lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri dan mulai menyentuh obat-obatan itu. Padahal Louis, Mafia yang paling tidak suka dengan hal itu. Namun, sejak Leoni pergi Louis seperti orang yang hidup tanpa arah.
♥️♥️♥️♥️
Mentari pagi telah muncul di ufuk timur. Leoni menyibak selimut. Wanita itu sangat bahagai karena mulai hari ini hingga dua bulan kedepan dia akan menghabiskan waktunya untuk berkebun saja.
Leoni masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah membersihkan diri, Leoni berjalan keluar dari kamar mandi. Wanita itu mengenakan pakaiannya lalu ia duduk di kursi meja rias. Sebelum berkebun Leoni mengenakan sunblock di wajah dan tangannya.
Setelah bersiap-siap Leoni melangkah keluar dari kamar. Di sana sudah ada Wilda dan Megan siap membantu Leoni.
"Nona...anda akan berkebun sekarang?" tanya Wilda.
__ADS_1
"Iya. Dimana bibit itu?" tanya Leoni.
"Ini Nona." Wilda memberikan bibit itu kepada Leoni. Wanita itu menerima bibit dari Wilda seraya berkata, " Aku berkebun sendiri saja, kau tidak perlu menemani aku."
Lalu ia menatap Megan.
"Megan...untuk dua bulan kedepan aku ingin menghabiskan waktuku di kebunku saja. Siapa saja yang ingin bertemu denganku, kau saja yang mewakili atau jika ada paman Roy mintalah dia yang mewakili aku saja. Saat ini aku ingin me time di kebunku." ujar Leoni. Dia membawa beberapa bibit bunga yang ia beli lalu berjalan menuju kebunnya. Megan masih terus berjalan mengikuti Leoni dari belakang.
" Megan...apakah kau tidak mendengar ucapanku tadi? Tidak perlu kawal aku. Tetapi yang harus kau lakukan, jaga ketat mansion siapa saja yang datang sini harus menunggu persetujuan dari aku dulu. Entah itu papaku atau ibu tiriku yang tamak itu tetap tidak boleh diizinkan masuk jika tanpa persetujuan dariku. Sekarang kau boleh kembali ke mansion," lanjut Leoni lagi.
"Baik, Non."
Leoni merasa lega karen kebun binatang mininya baru satu minggu di buka untuk umum masyarakat sangat antusias. Begitu banyak sekolah yang menjadikan kebun binatang Leoni sebagai tempat edukasi bagi para pelajar.
Leoni berjalan masuk ke kebunnya dia sangat senang ketika melihat bunga-bunganya bermekaran di tambah lagi pohon stroberinya sudah memiliki banyak buah dan buahnya besar-besar. Bukan hanya stroberi tetapi ada arbei, leci dan anggur juga sudah banyak buahnya.
Leoni sibuk menyiram bunga dan buahnya. Sesekali wanita itu menyanyi untuk menghibur diri, "Kata orang menyiram tanaman sembari menyanyi akan membuat tanaman semakin subur karena mereka bahagia mendengar nyanyian," gumam Leoni.
Tetapi hal-hal baik tidak bertahan selamanya. Leoni yang sedang sibuk di kebun kecilnya di samping Mansion. Tiba- tiba dia mendengar seruan meminta seseorang berhenti dari depan pintu gerbang mansion.
"Berhenti!" teriak anak buah Leoni.
Leoni memilih mengabaikan keributan di depan mansion dia terus memetik beberapa bunga untuk diramu menjadi sabun dan aromaterapi.
"Berhenti! Hargai aturan kami, tuan!" seruan itu terdengar lagi dari depan mansion.
__ADS_1