Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 73


__ADS_3

"Ya aku. Kenapa kau kaget seperti itu? Kelihatan sekali kau tidak menyukai kedatanganku, " sahut Amelia tersenyum sinis.


"Tentu. Aku tidak menyukai kedatanganmu. Lagian siapa yang meminta kau ke sini? Tidak kah kau tahu, Nona Leoni saja tidak diizinkan masuk ke kamar ini lalu mengapa anda seperti mengambil keuntungan dari situasi ini?" sahut Andre. pria itu sangat kesal dengan tingkah Amelia.


Namun, bukannya menjawab atau keluar dari kamar itu. Wanita itu terus melangkah masuk ke kamar dengan membawa satu gelas susu hangat dan dua potong roti gandum yang ia susun rapi diatas napan. Amelia mengabaikan tatapan membunuh dari Andre. Dia melewati Andre begitu saja. Sesampainya di ranjang Amelia meletakkan napan yang ia bawa diatas nakas lalu ia mendudukkan pantatnya ditepi ranjang.


"Tuan...bangun, saya sudah membawakan anda sarapan." Amelia menyentuh tangan Louis seraya menggerakkan perlahan berharap Louis bangun. Louis yang merasa ada yang menggerakkan tangannya berusaha membuka matanya perlahan, "Kau..." suaranya hampir saja tidak terdengar.


"Ya aku datang membawakanmu sarapan. Ayo aku membantumu bangun, anda harus sarapan." Amelia tersenyum hangat ia lalu melihat ke arah Andre, "bantu aku, kita harus membantu tuan duduk agar dia bisa sarapan."


Andre menghela napas, karena dia tahu Louis belum bisa bangun dan pasti akan menolak dibangunkan tetapi karena tidak ingin Louis berpikir dia tidak ingin merawat Louis. Dengan berat hati Andre berjalan ke arah ranjang. Namun, baru saja Andre meletakkan tangannya di lengan Louis untuk membantu Louis bangun, dengan cepat mafia itu menggeleng, menolak dibangunkan.


"Tidak bisa tuan, anda harus sarapan. Tidak mengapa sedikit asal harus ada makanan atau minuman yang masuk ke perutmu." Amelia menatap Louis.

__ADS_1


Louis memalingkan wajahnya, dia menatap Andre memberi isyarat agar Andre menyuruh Amelia keluar dari kamarnya.


"Amelia..aku pikir usahamu sia-sia. Tuan Louis meminta anda keluar dari kamar ini. Dia ingin istirahat." perintah Andre.


Amelia yang kesal, berdiri lalu membawa napan dan sarapan itu kembali ke ruang makan.


Louis kembali tidur karena tubuhnya masih sangat lemah. Andre duduk tepi ranjang menemani Louis sembari menanyakan posisi dokte muda itu.


Usai menyiram pohon dan bunganya bukannya kembali ke Mansion Leoni memilih duduk di kursi di taman itu sembari melihat Bella berenang di kolam renang.


"Nona...apakah anda tidak ingin berenang?" tanya Bella.


Anak itu mulai terbiasa bercerita dengan Leoni, sejak Leoni mengatakan tidak boleh takut kepadanya.

__ADS_1


"Tidak. Saya tidak bisa berenang." bohong Leoni.


"Tapi tuan...jago berenang. Bella pikir Nona bisa minta diajarin Tuan," celetuk Bella. Berhasil membuat Leoni tertawa lepas, " Baiklah. Nanti sore saya akan minta tuan melatih saya berenang tapi Bella juga harus ikut," Leoni menaik turunkan alisnya. Bella yang sangat takut dengan Louis, akhirnya diam tidak berani berjanji.


"Hahaha...mengapa diam?" Leoni merasa puas karena berhasil menggoda Bella.


Leoni bersyukur di saat dia menghadapi banyak masalah ada Bella yang bisa menghibur dirinya. Bahkan, Megan yang melihat Leoni tertawa lepas dan melupakan masalahnya sesaat sangat terharu.


"Non..jika aku adalah anda. aku pasti tidak sekuatmu. Anda wanita hebat, sangat sabar dan mengabaikan semua tuduhan dari wanita ular itu hanya demi kesembuhan tuan." batin Megan.


Ya karena tadi selesai mandi Megan memberi saran sebaiknya Leoni kembali mansion red Tiger saja. Tetapi dengan tegas Leoni menolak.


"Saya pasti akan pulang tapi setelah suamiku sadar dan sembuh. Saya tidak ingin menjadi istri durhaka, yang meninggalkan suamiku di saat dia sakit seperti sekarang." tegas Leoni.

__ADS_1


__ADS_2