
Pelayan Leoni ragu-ragu mengetuk pintu majikannya. Ia merasa tidak enak menyampaikan kabar itu untuk Leoni. Pelayan itu tahu Louis datang ke mansion ini kemarin dan pria itu pergi dengan suasana hati yang buruk. Bahkan, karena kedatangan Louis, sekarang di perdapuran dan pintu gerbang masuk mansion heboh mengenai pertengkaran Leoni dan Louis.
Berita itu tersebar karena mulut bibi Greysia yang tidak bisa rem. Wanita paruh baya itu bercerita kepada Megan tidak menyadari ada pelayan yang lewat dan mendengar gosip itu.
Leoni terus mengurung diri di kamarnya. makan dan minumnya pun diantar pelayan ke kamarnya. Wanita itu terlihat sangat muram.
Ayam masih berkokok bahkan bintang belum juga menghilang dari langit, bukan hanya itu bahkan para pelayan juga belum ada yang bangun namun didepan mansion sudah ada dua mobil hitam berlambangkan serigala hitam datang berhenti didepan pagar mansion.
"Ada serangan..."teriak anak buah Leoni.
Hingga membangunkan semua pelayan dan seisi mansion yang masih tidur terbangun kecuali Leoni. Wanita itu justru menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan semakin terlelap.
Namun, teriakan itu hanya sebentar saja setelah Andre keluar dari mobil dan menyampaikan maksud dan tujuan mereka datang ke masion red Tiger subuh-subuh.
"Baik...anda bisa tunggu disini bentar. Saya akan melaporkan ini kepada Tuan Roy," ucap anak buah itu sebelum pergi meninggalkan Andre dan ketiga temannya di depan pintu masuk mansion.
"Terima kasih. Saya akan menunggu disini," sahut Andre tersenyum ramah.
Anak buah itu bergegas lari ke dalam mansion.
"Tuan... orang-orang suruhan tuan Louis sementara berada di depan pintu masuk masion. Menurut orang kepercayaan tuan Louis, mereka ke sini atas perintah tuan Louis," lapor anak buah itu.
"Baiklah, suruh mereka masuk. Tidak baik tamu dibiarkan berdiri diluar dengan cuaca dingin seperti ini," jawab Roy.
"Baik, tuan." sahut anak buah itu.
Atas izin paman Roy, anak buah itu bergegas membukan pintu gerbang dan mempersilakan dua mobil itu masuk ke halaman parkir mansion red Tiger.
Paman Roy masih duduk di perapian karena Spanyol sementara turun salju, udaranya sangat dingin menusuk hingga ke tulang belulang.
"Selamat pagi, tuan Roy. Maaf kami datang dengan subuh-subuh," Andre yang sudah mengenal Roy menyapa pria paruh baya itu.
"Pagi juga tuan Andre, ada apa gerangan hingga tuan Andre datang kemari subuh-subuh seperti ini?" goda Roy.
Paman Roy sudah tahu ini pasti masalah kemarin. Entah Louis maupun Leoni keduanya masih bersikap kanak-kanak belum bisa menyelesaikan masalah sendiri dan harus melibatkan orang lain.
Andre tertawa dia dan ketiga anak buahnya ikut duduk bergabung di perapian.
__ADS_1
Roy memerintahkan pelayan mengambilkan wine untuk menyambut kedatangan Andre, Murray dan dua anak buah lainnya lagi.
♥️♥️♥️♥️
Di kamar Leoni.
Wilda sudah berada di kamar Leoni, " Non.. bangun ini sudah pagi," ucap Wildan.
"Ya. Lalu mengapa hari ini kau membangunkanku? Bukannya aku sudah bilang dua bulan ini jangan ada yang ganggu masa liburku? Apa Kau tidak tahu aku masih mengantuk?" Leoni masih enggan membuka matanya. Kepalanya masih nyaman berada diatas bantal.
"Tapi...di depan ada orang suruhan tuan Louis sedang menunggu anda.Saya di perintahkan tuan Roy untuk membangunkan anda." ujar Wilda hati-hati.
Namun, Leoni masih belum bangun dari ranjang.
"Tuan Louis meminta Nona segera kembali ke mansion Black Wolf." sambung Wilda lagi.
Leoni tidak bersuara lagi. Begitupun Wilda dia memandang wanita yang meringkuk di bawah selimut itu, sedih.
"Kenapa?" suara Leoni sangat pelan seperti orang berbisik.
"Baiklah, ambilkan pakaianku dan siapkan di kamar mandi. Setelah itu kau boleh keluar," titah Leoni.
Wilda mengambil celana pendek dan kaos oblong milik Leoni dari dalam lemari lalu ia pergi menyiapkan di dalam kamar mandi. Usai menyiapkan semuanya Wilda keluar dari kamar.
Leoni menyibak selimut dia bangun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Wanita itu tidak mandi hanya melakukan ritual pagi lalu berjalan ke luar dari kamar mandi tanpa mengganti pakaian tidurnya, rambutnya di angkat ke atas lalu diikat asal, cepol.
Kemudian, dengan santainya Leoni melangkah keluar dari kamar menuju ruang tamu. Wilda yang menunggu Leoni di depan pintu kamarnya. Kaget, melihat penampilan Leoni yang berantakan.
"Nona?" ujar Wilda.
Leoni mengabaikan panggilan pelayannya dia berjalan terus ke ruang tamu.
"Astaga apakah nona tidak mandi? Kenapa masih ada belek dimatanya?" Wilda menepuk keningnya.
Leoni sudah sampai di ruang tamu dekat perapian, disana dia melihat keempat pria sedang menikmati wine bersama paman Roy.
Leoni kaget, dia tidak berpikir yang datang Murray dan Andre. Wanita itu ingin berlari kembali ke kamarnya namun ia kalah cepat karena Andre sudah melihat kedatangannya.
__ADS_1
Andre kaget hingga tersedak wine yang sementara ia teguk. Pria tua itu kaget dengan penampilan Leoni , wanita arogan dan selalu tampil perfec didepan kelompoknya sekarang penampilannya sederhana bahkan kucel dan berantakan.
Leoni berdehem, " Kalian kesini atas perintah tuan Louis?" tanya Leoni tegas.
Ketiga anak buah Lousi diam dan menunduk. Andre menatap Leoni sedikit canggung.
"Jawab pertanyaan dari Nona Leoni. Tuan Andre," sahut Roy.
"Maafkan kami, Nona. Ya benar, Kami diperintahkan tuan Louis." Andre menunduk tidak ingin menatap Leoni.
"Aku tahu kenapa kau tidak ingin menatapku. Maaf jika pakaianku tidak sopan. Karena, tuanmu terlalu berlebihan memberi perintah di waktu orang masih tidur," sindir Leoni.
"Kami di minta untuk menjemput Nona kembali ke mansion." ujar Andre.
"Apakah dia mengatakan hal lain lagi?" tanya Leoni.
"Tuan, hanya mengatakan anda harus membawa semua barang-barang anda termasuk pakaian dan barang pribadi. Bisa di katakan anda akan menetap di mansion Black Wolf untuk selamanya." jelas Andre.
Leoni nyaris pingsan, karena tidak ada wanita manapun yang mau tingal bersama banyak simpanan suaminya. Lalu, ia mengernyit bukan kah waktu menikah Amelia mengatakan pernikahan dia dan Louis hanya pernikahan kontrak? Lalu, mengapa Louis meminta dia menetap selamanya?
Leoni tidak tahu tapi dia berjanji akan membahas masalah pernikahan kontrak ini dengan Louis nanti setelah ia tiba di Black Wolf.
"Ya. Tapi butuh waktu lama untuk mengemasi semuanya." wanita itu berkata datar. Ini bukan kabar bahagia bagi Leoni tapi ini kabar buruk untuk ketua mafia red Tiger itu.
" Itu sebabnya kami disuruh kesini pagi-pagi sekali," timpal Andre.
Leoni tidak menjawab lagi, dia menatap Paman Roy lalu berkata, " Awasi mereka. Dan perintahkan semua pelayan ke kamarku." perintah Leoni.
"Baik." sahut Roy.
Leoni kembali ke kamarnya dia duduk di sofa sembari mengawasi para pelayan mengemasi barang-barangnya. Sebenarnya Leoni tidak membawa banyak pakaian karena dia bisa membelinya yang baru hanya saja ia beralasan seperti itu untuk duduk merenung di kamarnya apakah keputusan ia menyetujui kembali ke mansion Louis adalah pilihan yang tepat?
Leoni tersenyum ketika ia membayangkan wajah Louis. Wanita itu mulai merasa nyaman berada di samping mafia itu. Dia mulai menikmati hubungannya dengan Louis. Leoni sempat kecewa ketika sikap keras Louis kembali muncul seperti kemarin memutuskan pergi begitu saja setelah pertengkaran hebat keduanya di dalam kamar., tanpa adanya penyelesaian. Leoni bukan tipe wanita yang menumpuki masalah.
"Kau tidak perlu tampil mempesona cukup bersikap lembut saja. Karena, aku sangat takut ketika melihat dirimu sangat tampan. Jujur aku benci melihat kau begitu tampan," batin Leoni.
Leoni membenci ketampanan Lousi yang seperti godaan setan baginya menarik Leoni meskipun ia tidak mengharapkannya.
__ADS_1