Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 57.


__ADS_3

Louis menggerutu dia tidak pernah memikirkan hal selicik Leoni.


"Si""alan aku tidak pernh memikirkan hal selicik itu," gumam Louis. Ia berharap istrinya tidak mendengar apa yang ia bicarakan.


"Tidak licik. Aku melakukan itu untuk menyelamatkan kau, suamiku. Apa kau tidak berpikir jika kau membunuh Aditya atau melukai Rey. Kau pasti akan menanggung akibatnya dari Felix. Tidak kah kau berpikir saat ini kerja sama kau dan Felix sedang berkembang pesat?" sahut Leoni. Memang benar sampai saat ini Louis belum menceritakan soal kerjasama dirinya dengan siapa saja pada Leoni.


Namun, jangan lupa wanita yang menjadi istrinya ini adalah Leoni, dia bisa mengetahui pekerjaan suaminya di luar sana dengan mudah.


"Baiklah lalu apa nama cairan itu? Apa kau memiliki cairan itu saat ini?" tanya Louis sedikit ragu.


"Aku masih punya sedikit. Jika kau mau, besok pagi aku bisa suruh Megan pergi mengambilnya dia mansionku." sahut Leoni antusias.


"Kau masih punya? Jangan bilang selama aku nggak ada di sini kau diam-diam menyerang lawanmu dengan meracuni mereka," Louis menggeleng.


"Tidak! Aku sudah berhenti menyerang musuh, orang-orangku akan menyerang jika ada yang menggangu pekerjaan kami. Tapi jika kau butuh sekarang aku bisa membuatnya untukmu. Apakah kau lupa? Aku lulusan terbaik dokter termuda di universitas Harvard?" akunya sombong.


"Kau bisa membuat cairan itu untukku? Kau benar-benar sekolah dokter? Bagaimana bisa? Sementara kau saat ini berusia sembilan belas tahun?" Louis semakin kaget.


Mafia itu memang pernah dengar banyak yang mengatakan Leoni salah satu dokter muda hebat tapi dia tidak yakin karena tidak mungkin seorang dokter lebih memilih dunia hitam daripada mengembangkan ilmu kedokterannya yang susah payah ia dapat di sekolahnya, bukan? Di tambah lagi Leoni masih sangat muda akan sangat aneh seorang dokter bisa menyelesaikan sekolahnya secepat itu.


"Ada banyak hal tentang diriku yang tidak kau ketahui suamiku. Dan kau lupa saat ini aku sudah berusia dua puluh dua tahun suamiku!" sahut Leoni kesal.


Louis mengangguk setuju tapi ia masih ingin membahas masalah cairan dan serangan.


"Berapa lama waktu persiapan yang di butuhkan?" tanya Louis. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan menatap Leoni lebih dekat lagi.


"Tidak lama.Hanya sebentar percayakan saja semuanya padaku. Besok aku janji cairan itu sudah jadi dan kau bisa mencobanya untuk Aditya. Atau di harimau milikmu yang ada di markasmu?" Leoni tersenyum manis.


Louis kaget," Harimauku? Tidak! Sebaiknya Aditya saja."


Leoni tertawa ia sudah menduga suaminya pasti tidak setuju harimau miliknya dijadikan percobaan cairan Leoni.

__ADS_1


Mafia itu berjalan mendekati ranjang ia menggenggam tangan Leoni, " Jika ini berhasil, Leoni, aku akan berutang banyak padamu." Louis tersenyum.


"Semua masalah yang kau lakukan padaku dimasa lalu. Aku bahagia memilikimu di sini. Kau bukan musuh yang mudah." ungkap Louis.


Mafia itu berkata benar, sebelum menikah Louis selalu kalah satu langkah dari Leoni. Gadis itu seperti sudah tahu rencana Louis jadi dengan mudah ia menghalangi rencana Louis. Hingga pria itu memutuskan menikahi Leoni adalah cara yang terbaik.


Leoni yang awalnya terharu dengan perlakuan Louis.Tetapi dengan cepat ia memutar mata malasnya karena Louis kembali mengungkit masa lalu. Dan Leoni juga merasakan ini waktu yang tepat untuk ia menjelaskan mengapa ia menjadi seorang gadis yang kejam.Namun, baru saja ia membuka mulut untuk bicara, Louis sudah lebih dulu membungkam mulut Leoni dengan bibirnya. Leoni akhirnya pasrah membiarkan Louis menjelaj"""ahinya. Leoni pikir masih ada waktu untuk menjelaskan nanti, bukan?


💜💜💜💜


Louis membangunkan Leoni dengan satu ciu"""man yang cukup lama di bibir istrinya.


"Jangan lupa cairan yang sudah kau janjikan, sayangku." Louis ceroboh ia merusak momen indah pagi ini.


Darah Leoni baru saja berdesir namun ia sudah mengingatkan gadis itu tentang cairan itu. Leoni membuka matanya, ia masih bermalas-malasan di atas ranjang karena tubuhnya seperti remuk semuanya.


Usai mengatakan itu Louis meninggalkan istrinya itu diatas ranjang begitu saja.


"Tidak bertanggung jawab!" batin Leoni.


Setelah menghabiskan malam yang indah, suasana hati Louis luar biasa baiknya. Dia berjanji tidak akan melakukan kesalahan apapun apalagi sampai membuat istri tercintanya marah. Tidak!


Louis merasa begitu bahagia karena Leoni tidak marah lagi pada dirinya. Dan sudah menerima permintaan maaf Louis. Leoni juga menawarkan diri untuk membantu Louis itu artinya Leoni sudah memaafkan dirinya dan Louis merasa senang dengan ide Leoni.


Louis yang awalnya tidak menduga akan mendapatkan ide cemerlang dari Leoni. Apakah perkawinan mereka telah membuat perubahan besar bagi Leoni? Louis menyesali alasannya dulu menikahi Leoni, karena nyatanya, andainya ia bertemu Leoni sebelum pernikahan, ia pasti menginginkan istrinya itu untuk alasan yang tepat.


Dia yakin dengan memberi cairan di makanan Aditya tiga hari kemudian barulah Aditya meninggal setelah di bebaskan dari markasnya berarti ia tidak dituduh membunuh Aditya. Dan hubungan dia dan Felix akan baik-baik saja.


Pria itu mendes""ah dibawah guyuran air shower. Ia mendengakan kepala ke atas membiarkan rintik-rintik air shower jatuh membasahi wajahnya. Apakah mungkin Leoni merasakan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini? Setelah tiga puluh menit membersihkan diri, Louis keluar dari kamar mandi.


Leoni sudah bangun ia sudah menyiapkan pakaian Louis diatas sofa.

__ADS_1


"Sudah selesai mandinya?" tanya Leoni. Saat ia merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya, deruan nafas dingin di cuping telinganya bau nafas segar sang suami membuat Leoni tersenyum hangat.


"Sudah." Louis tersenyum.


"Berbaringlah di sofa panjang aku akan mengeringkan rambutmu," suruh Leoni.


Louis menarik lembut tangan Leoni mengajaknya berjalan bersama ke arah sofa tanpa menjawab perintah Leoni. wanita itu mendudukkan pantatnya di sofa lalu Louis berbaring dan meletakkan kepalanya diatas pangkuan Leoni.


Dengan lembut Leoni menggosok handuk putih kecil di rambut Louis hingga benar-benar kering.


"Sudah. Berpakaianlah aku akan membersihkan diriku dulu. Oya..aku boleh, 'kan? Pinjam ruang bawah tanahmu untuk membuat cairan yang kau butuhkan atau aku akan pergi ke mansionku sebentar disana ada laboratorium kecil untuk aku menciptakan cairan itu." ujar Leoni sebelum ia masuk ke kamar mandi.


"Baiklah kau boleh pergi ke mansionmu sebentar tapi aku juga harus ikut pergi bersamamu," Louis berkedip.


Leoni menghela napas, benar dugaannya Louis tidak mungkin mengizinkan dirinya pergi seorang diri ke mansionnya.


"Baiklah. Aku akan mandi sebentar." sahut Leoni.


"Jangan lama-lama. Aku menunggunu di ruang makan." jawab Louis.


Leoni mengangguk ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Louis mengenakan pakaiannya. Usai mengenakan pakaiannya, Louis melangkah keluar dari kamar menuju ruang makan lebih dulu.


Sebelum ke ruang makan Louis melihat Andre sedang berdiri di depan kapel. Penasaran, ia pun berjalan menghampiri Andre.


Louis melewati koridor menuju Kapel Louis menghirup wangi bunga. Ya bunga-bunga yang di bawa Leoni dari mansionnya sudah bermekaran. Bunga itu memang berbunga di musim panas. Di tata Leoni serapi mungkin dan terlihat begitu indah. Mansion itu juga kini telah dirubah hingga Louis berhenti memandangi sekitar mansion dan kapel.


"Lima hari aku di Paris, bukan?" batinnya.


"Astaga bunga-bunga ini benaran harum," gumam Louis.


"Bunga musim panas, tuanku," sahut wanita itu.

__ADS_1


"Tuanku?" ulang Louis. Ia membalikkan tubuhnya.


"Andai bunga itu bisa juga bermekaran di musim dingin kita pasti bisa mendapatkan keharumannya sepanjang tahun." lanjut wanita itu lagi.


__ADS_2