Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 9.


__ADS_3

Di mansion The Mafia, Valencia tidak tenang dia terus memikirkan rencana dia dan Aditya barusan. Sesekali wanita itu berjalan ke arah ranjang dimana Wiliam sedang berbaring. Dia menempelkan jari telunjuknya di hidung Wiliam memastikan pria itu masih bisa bernafas atau tidak.


"Aku heran seberapa pentingnya si Rayani untuk dia, sehingga setiap hari kerjaannya hanya alkohol dan alkohol, huftt!" gerutu Valencia.


Wanita yang masih berusia tiga puluh tahun itu menekukkan wajahnya saat ia menatap wajah Wiliam. Dulu dia berpikir menjebak Wiliam menikahi dirinya, berarti dia bisa mendapatkan cinta serta warisan dari Wiliam.


Namun, semua tidak semua rencana Valencia. Wiliam sama sekali tidak mencintai dia.Dan harta? Valencia sama sekali tidak mendapatkan warisan apapun bahkan setiap hari kerjaan Wiliam hanya alkohol karena belum bisa move on dari sang istri tercinta.


Saat sedang duduk di tepi ranjang menunggu Wiliam bangun, tiba-tiba ponselnya menyala. Gegas Valencia meraih ponselnya yang terletak di atas nakas ia segera menggeser layar ponselnya lalu membaca pesan dari Aditya.


[Surat persetujuan lamaran sudah saya bawa ke mansion red Tiger atas perintah Wiliam. Kau harus berusaha meyakinkan Wiliam bahwa sebelum dia tidak sadarkan diri, dia sempat mengirimkan surat lamaran Louis kepada Leoni. Selebihnya kau tenang saja nanti aku yang mengaturnya."]


Usai membaca pesan dari Aditya, Valencia langsung menghapus pesan itu dia takut Wiliam membaca pesan itu bisa-bisa hidupnya hancur.


Valencia kembali meletakkan ponselnya diatas nakas lalu dia mulai menggerakkan tubuh Wiliam, "Sayang...bangun kita harus ke mansion Red Tiger." ujarnya seraya menggerakkan tubuh Wiliam.


Wiliam menggeliat Mafia berusia lima puluh delapan tahun itu perlahan membuka matanya, " Tadi aku mendengar kau mengatakan sesuatu. Apa yang kau katakan?" tanya Wiliam seraya menyenderkan tubuhnya di headboard ranjang. Suaranya masih serak khas orang baru bangun tidur, matanya belum terbuka sepenuhnya.


"Ya aku membangunkan kau, karena hari ini Leoni bertunangan. Apa kau lupa, kemarin kau sendiri yang mengirimkan surat bahwa aku setuju Leoni di lamar Louis." Valencia melepas semua kancing piyama Wiliam dengan lembut. Wanita itu terus tersenyum untuk meyakinkan Wiliam.


"Apa?" Wiliam kaget.


"Ya. Kemarin kau sendiri yang mengirimkan surat bahwa kau menerima lamaran dari Louis. Surat itu sudah sampai di tangan Roy dan Greysia." jelas Valencia lagi.

__ADS_1


"Kau tidak menjebak aku lagikan? Leoni, anak itu masih kecil Bagaimana dia bisa menikah? Louis, katamu? Black Wolf? Tidak!" Bola mata Wiliam hampir saja melompat keluar dari kelopak matanya.


Bagaimana dia bisa setuju pernikahan Putrinya dengan Black wolf? Dia tahu hubungan mereka tidak pernah damai sejak dulu lalu alasan apa putra Black Wolf mau menikahi Leoni?


"Bagi seorang ayah, sebesar apapun anaknya tetap dia menganggap masih kecil. Apa kau lupa, Leoni sudah hampir dua puluh tahun?" sahut Valencia dia menetap kesal Wiliam.


Wiliam tidak menjawab lagi, dia beranjak turun dari ranjang lalu berjalan ke arah kamar mandi. Sebelum ia menutup pintu kamar mandi, Wiliam menyebul keluar kepalanya seraya berkata, " Siapkan pakaianku, kita akan segera pergi ke mansion Leoni." Usai mengatakan itu kepada Valencia, Wiliam menutup pintu kamar mandi. Ketua mafia itu pun mulai menggosok gigi, tangannya mengambil pasta gigi seraya menatap wajahnya di cermin yang menempel dekta wastafel, " Kau sudah besar anakku? Maafkan papa, sayang. Telah mengasingkan kau jauh dari hidup papa." Ia menghela napas.


Sembari menunggu Wiliam keluar dari kamar mandi Valencia mengambil ponselnya dia segera mengirimkan pesan kepada Aditya.


[Apakah semua sudah beres? Sebentar lagi aku dan suamiku akan tiba di red Tiger.] tulis Valencia melalui pesan singkat.


Setelah mengirimkan pesan itu Valencia pun segera menghapus chatnya tadi untuk menghilangkan jejak kwatir dibaca Wiliam.


♥️♥️♥️♥️


"Tuan Roy sedang sarapan bersama nona Leoni dan Nyonya Greysia," jawab anak buah itu


"Baiklah. Aku ingin bertemu dengan Roy. izinkan aku masuk." ujar Aditya. Karena, di mansion Leoni tidak sembarang orang masuk sekalipun orang itu suruhan dari mansion the mafia.


"Sebentar saya menghubungi tuan terlebih dulu," sahut anak buah itu.


"Tidak perlu ini perintah dari tuan Wiliam. Kau tidak ingin kan lehermu jatuh dibawah tanah?" ancam Aditya.

__ADS_1


"Baiklah, silakan masuk." anak buah itu akhirnya menyerah dia membiarkan Aditya masuk untuk bertemu dengan Roy.


Di ruang tamu ada Roy, Leoni dan Gresya tampak ketiganya sedang tertawa bersama..


"Masuk. Sejak kapan kau datang?" Roy yang melihat Aditya lebih dulu langsung menyapa.


"Tuan, saya mengantarkan surat dari tuan wiliam ini untuk anda." jawab Aditya sopan.


"Terima kasih, silakan duduk dulu." suruh Roy. Seraya menerima surat dari Aditya.


"Maaf jika saya sudah mengganggu waktu tuan," ucap Aditya.


"Tidak. Kami hanya bercerita riang saja." sahut Roy.


Roy pun mulai membuka surat itu dia membaca dalam hati setelah membaca, Roy menatap Leoni.


Roy tidak menyangka kalau Wiliam mengambil tindakan tanpa persetujuan Leoni. Padahal yang menjalankan kehidupan rumah tangga Leoni bukan Wiliam.


Roy merasa kecewa tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia bukan siapa-siapanya Leoni selain orang dipercaya Rayani untuk membesarkan Leoni hingga dewasa. Dan tugas dia sudah hampir selesai.


Roy menganggukkan kepala Aditya yang mengerti kode dari Roy segera pamit pulang karena dia tidak ingin Wiliam keluar dari kamar tidak melihat dirinya di mansion the Mafia.


"Ada apa, paham?" tanya Leoni penasaran. Setelah Aditya pergi.

__ADS_1


Roy mengedikkan bahunya, " Ayahmu akan datang. Temui dia dan jadilah anak yang baik. Paman tidak ingin kau di hukum ibu tirimu lagi." ujar Roy. Suaranya pelan hampir saja tidak kedengaran.


Benar yang dikatakan Roy. Walaupun Leoni dikenal arogan dan kejam tapi di saat dia berhadapan dengan Valencia. Leoni selalu patuh dan tidak bisa melawan, bahkan Valencia sering memukul Leoni. Satu yang Leoni tidak bisa melawan Valencia dan Aditya adalah mengenai keselamatan Wiliam.


__ADS_2