
Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia bahkan melewati mobil yang macet di jalanan tanpa menghiraukan omelan para pengemudi mobil yang dilewati Andre.
Tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya Andre menghentikkan mobil di depan lobi hotel mewah itu. Gedung tinggi itu milik Louis, ini hotel ke sepuluh milik Mafia itu. Di depan lobby hotel sudah ada banyak anak buah yang berjaga. Louis tersenyum ketika melihat banyak karangan bunga sudah berjejer dari depan hotel hingga lobby hotel.
Louis keluar dari mobil dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong celana, kaca mata hitam masih bertengger di matanya, khas seorang Louis Black wolf. "Bagus....mereka sangat antusias." gumam Louis.Pria itu menghentikan langkahnya sebentar mengamati siapa saja yang mengirimkan karangan bunga itu.
Ya, wajar karena ini pernikahan kedua kubu mafia yang diperhitungkan di dunia gelap. Walaupun sempat terjadi penolakan namun pada akhirnya Leoni menurut.
"Anda harus waspada jangan sampai anda juga terjebak di dalam pernikahan itu sendiri." sahut Andre.
"Tidak akan ada cinta dalam pernikahan kami, camkan itu baik-baik!" sela Louis. Lalu ia melangkah menuju lift.
Valencia yang sudah menunggu didepan lobby tersenyum kepada Louis membuat mafia itu tidak suka. Mafia itu melewati Valencia begitu saja hingga wanita itu berusaha mengejar Louis sampai depan pintu lift.
"Tuan Louis, bukan? Maksudku, black wolf. Ternyata anda sangat tampan." puji Valencia penuh damba. Ibu tiri Leoni itu berjalan menghampiri Louis.
Pria itu melirik ke arah Valencia. Lalu beralih menatap Andre.
"Singkirkan kecoak itu dari hadapanku!" titah Louis angkuh. Mafia itu tidak suka nama samarannya di sebut di tempat umum apalagi dia sudah tahu niat busuk Valencia.
Wanita itu pasti akan meminta uang kepada dirinya tapi Louis tidak bodoh. Itu bukan urusan Louis. Valencia berurusan dengan Felix bukan dirinya itulah yang ada di perjanjian Louis dan Felix.
"Kurang ajar, aku dikatakan kecoak." gerutu Valencia dalam hati.
Namun, Andre yang sudah mendapat perintah dari Louis segera menarik kasar tangan Valencia.
"Nyonya sebaiknya anda jangan mengganggu tuanku," Andre menarik tangan Valencia. Ia membawa Valencia menjauh dari lift tempat Louis berdiri.
"Lepaskan, Aku!" Valencia berusaha menepis tangan Andre. Dia sangat marah.
Andre, mengabaikan amarah Valencia, dia terus menarik tangan Valencia hingga keduanya menjauh dari Louis. Lalu ia melepaskan tangan wanita itu di depan kafe membiarkan Valencia menggerutu seorang diri di sana.
"Sudah kau amankan serangga itu?" tanya Louis dingin. Saat Andre datang berdiri siaga di sampingnya lagi.
"Sudah. Bahkan aku membuangnya ke dalam kotak sampah." sahut Andre seraya tertawa.
"Bagus, dia layak di tempat itu." sindir Louis.
__ADS_1
Pintu lift terbuka, Louis dan Andre masuk ke dalam lift. Andre menekan angka lantai kamar hotel Louis.
Dua menit kemudian Lift pun berhenti Louis dan Andre bergegas keluar dari lift, keduanya berjalan begitu cepat menuju kamar hotel. Banyak anak buah Louis sudah berjaga di depan kamar Louis.
"Bagaimana kondisi di sini, aman?" tanya Louis seraya menunggu pintu kamar dibuka.
"Aman tuan," sahut anak buah itu.
"Hmmm....jangan lengah. Tetap waspada dan lakukan penjagaan ketat di kamar calon istriku. Jangan percayakan semuanya kepada anak buahnya jika mereka menolak maka segera informasikan kepada aku biar aku yang tangani mereka." perintah Louis.
"Baik tuan," sahut anak buahnya.
Setelah memerintahkan seperti itu Louis pun melangkah masuk ke kamar hotelnya. Pria itu sudah di tunggui orang yang dipercayakan untuk membantu mengenakan pakaian kepadanya.
"Apakah aku harus mengganti pakaian sekarang?" tanya Louis dingin.
"Benar tuan," sahut orang itu.
"Tunggu, aku mandi sebentar tubuhku lengket kena keringat efek kena macet di jalanan," ucap Louis seraya melenggang masuk ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari orang itu.
♥️♥️♥️♥️♥️
"Nona anda sangat cantik," Puji Megan.
"Kau berlebihan itu karena tanganmu yang hebat merias aku," balas Leoni.
Saat Leoni dan Megan sedang bercanda di kamar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Leoni.
"Sepertinya ada yang datang," ucap Megan.
"Ya, buka, 'kan saja." perintah Leoni kepada Megan.
Megan pun berjalan ke depan pintu dia membuka pintu kamar. Megan mengernyit ketika ia melihat sosok wanita yang berdiri di depan pintu itu," Maaf anda siapa?" tanya Megan ragu-ragu dia melirik ke arah anak buah Leoni dan Louis yang bersiaga di depan kamar hotel. Namun, para pria berwajah datar itu diam tidak ada yang menjawab.
Amelia tersenyum seraya berkata, " Aku, sepupu dari Louis. Mungkin Anda tidak mengenal aku karena kita belum pernah bertemu." Amelia terlihat begitu sombong dia melewati Megan tanpa permisi.
Amelia bingung melihat gaun yang dikenakan Leoni kenapa semua tertutup? Padahal dia datang ke kamar Leoni karena ingin tahu seberapa cantik wanita itu hingga Louis memilih dia? Amelia mendesah pelan, "Nona..." sapa Amelia sopan.
__ADS_1
"Siapa kau?" sahut Leoni dingin.
"Aku, Sepupu dari Louis. Kakakku begitu beruntung memilih anda." puji Amelia.
Leoni mencebik, gadis itu memilih mengabaikan ucapan Amelia. Lalu, Amelia melirik ke arah Megan, " Bisakah kau biarkan aku dan kakak iparku sebentar. Ada yang harus aku bicarakan dengan kakak iparku," suruh Amelia.
Megan tidak langsung pergi, dia masih menunggu persetujuan Leoni.
"Nona..?" ucap Megan.
"Ya.Kau tunggu saja di balkon depan kamar. Aku tidak kenapa-kenapa," ucap Leoni.
"Baik. Aku akan pergi sebentar jika anda butuh bantuan panggil saja aku," pesan Megan.
Amelia duduk di sofa, berhadapan dengan Leoni, " Apa yang membawa anda masuk ke kamarku?" tanya Leoni.
"Aku ingin memastikan seberapa cantik istri kakakku," bohong Amelia.
"Apa kau meragukan kecantikan aku" tanya Leoni kesal
"Bisa dibilang seperti itu. Karena, banyak gosip yang beredar diluar sana bahwa anda..."Amelia menghentikan bicaranya. Dia menatap jijik Leoni tangannya gatal ingin menyibak gaun dan kerudung yang menutupi seluruh tubuh Leoni.
"Jika apa yang kau dengar itulah kenyataannya," sahut Leoni.
"Oh Tuhan...aku harap kau tidak serius menikahi kakakku. Karena, dia hanya ingin kau tunduk dibawah kuasanya." hasut Amelia.
Leoni menaikan satu sudut bibirnya, "Aku tidak menginginkan pernikahan ini. Kau pasti sudah tahu pernikahan ini atas kemauan kakakmu itu," sela Leoni.
Amelia meremas ujung gaunnya, " Aku berharap kau tetap mengingat ini . Karena, Kakakku dan ayahmu sudah menandatangani surat pernikahan kontrak." sambung Amelia lagi.
"Aku sudah tahu itu," bohong Leoni.
Tapi sejujurnya dia mulai gelisah, Leoni baru tahu Kalau pernikahan dia hanya pernikahan kontrak. Padahal dulu gadis itu bermimpi pernikahan sekali seumur hidup. Leoni mulai merasakan hidupnya perlahan ancur setelah pernikahan ini, karena bagaimanapun caranya dia berusaha sudah pasti akan menjadi istri black wolf. Itu artinya selama kontrak itu berjalan dia akan tunduk dibawah perintah Louis.
Leoni berdoa semoga tidak ada hal aneh di dalam perjanjian pernikahan kontrak itu. Gadis itu tidak rela semua yang ia dapat dengan susah payah direbut Louis begitu saja.
Amelia semakin senang, " Apakah kau pernah bertemu kakakku?" Leoni menggeleng.
__ADS_1
" Dia pria yang sangat tampan banyak wanita di luar sana mendambakan kakakku. Mereka rela memberi tubuh mereka gratis untuk dia," tambah Amelia lagi.
Leoni hampir saja muntah. Dia tidak menyangka banyak wanita bodoh diluar sana yang memberi tubuh mereka gratis kepada pria tanpa adanya pernikahan?