Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 78


__ADS_3

Louis tersenyum sinis seraya menaikkan satu sudut bibir atasnya keatas.


"Jadi, sekarang kau sudah membela dia? Kau bahkan tidak memercayainya sebelum aku tidak sadarkan diri. Lalu mengapa ketika aku sadar kau tiba-tiba berubah? Aku tidak mau percaya dia sanggup melakukan itu, Andre. Aku yakin aku mengalami kemajuan selama dengannya, dan sekarang ini terjadi." Louis berusaha menggerakkan badannya untuk bangun namun dada dan bahunya sakit.


Andre menggeleng, "Kau tidak sempat memikirkan apa yang terjadi tanpa rasa sakit di lukamu menutupi pikiranmu. Pikirkan baik-baik sebelum kau menyalahkannya, karena siapa pun bisa menembakkan peluru ke arahmu. Bisa saja dilakukan seseorang yang sudah kau kalahkan atau bahkan seseorang dari sini. Apakah dari red Tiger pernah menyerang seseorang tanpa ada masalah? Lalu, apakah mereka akan menyerang kau, di saat kau sudah menguasai majikan mereka?" potong Andre sebelum Louis menyelesaikan pembicaraannya. Pria tua itu berjalan sedikit menjauh lalu menatap tajam Louis, "Kau tahu mengapa Leoni menentangmu sebelumnya? Apakah kau pernah bertanya?" tanya Andre seraya menggelengkan kepalanya.


"Apa bedanya?" sela Louis.


"Pernah kau bertanya, tuan Louis Black Wolf?" sergah Andre.


"Tidak," sahut Louis tegas. Meksipun dia masih berbaring saja dan belum bisa bergerak tetap Louis sangat kesal kepada Andre, " Tetapi kurasa kau tahu alasannya. Kalau tidak, untuk apa lagi kau menggangguku seperti ini." Louis berdecih

__ADS_1


Andre tersenyum lebar, "Ku Lihat suasana hatimu sudah membaik."


"Apakah ada yang ingin kau katakan padaku?" sahut Louis.


Andre menggelengkan kepalanya. Pria tua itu menggosok dagunya, "Kita salah tentang dia, kau tahu. Dan dia salah paham tentang dirimu. Aku berharap dan menyerahkan kesalah pahaman ini untuk kalian berdua menyelesaikan sendiri tanpa melibatkan aku, Louis."


"Teka-teki macam apa ini? Sementara aku berbaring disini dan menderita, " Louis mendes""ah. Ia lalu mengedarkan pandangannya di sekitar ruangan itu namun tidak menemukan sosok dokter muda itu, " Dimana dokter muda terkutuk itu? Pinggulku serasa seperti terbakar." keluh Louis.


"Mengapa?"Louis semakin penasaran.


"Dia kabur dua hari lalu takut kehilangan ibu jarinya." Andre tersenyum.

__ADS_1


"Teka-teki lagi?" sahut Louis kesal pria itu mengernyitkan keningnya.


"Istrimu mengatakan dengan sangat jelas apa yang akan dilakukannya pada dokter muda itu jika dokter itu melukaimu, dan kecerobohan dokter_itulah yang membuatmu hampir tewas..."


"Kenapa kau terus mengatakan bahwa aku berada di ambang kematian. Karena, dokter muda itu pergi? Apa itu berarti aku harus berterima kasih padamu?"


Andre menggeleng kali ini dia menatap tajam Louis. Mata Louis melebar karena pemahaman mendadak, " Dia menggunakan pengetahuannya untuk menyembuhkanku? Membantuku lagi? Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya? Astaga, Andre, aku yakin wanita itu mulai peduli padaku." Wajah Louis tampak begitu bahagia.


"Aku tidak terlalu memikirkannya," sela Andre. " Dia mungkin susah menyelamatkan hidupmu yang menyedihkan, tapi kurasa itu hanya karena dia suka membantu orang lain. Jangan terlalu memikirkannya. Itu hanya akan mendatangkan masalah bagimu." ledek Andre.


Tetapi Louis tidak mendengarkan Andre. Ia bahagia. Ia sangat bahagia.Leoni datang ke kamarnya untuk merawat dia. Apakah itu berarti Louis bisa segera membuat Leoni mencintainya? Pertanyaan itu terus dipikirkan Louis hingga mafia itu tertidur karena lelah.

__ADS_1


__ADS_2