
Leoni tersenyum sinis, "Aku tidak menyangkal atau memberikan alasan apapun atas semua yang kulakukan di masa lalu. Semua kelompok di dunia hitam tahu siapa Black Wolf dan kau sendiri tidak menyangkal itu juga, bukan? Dia adalah monster. Dia membunuh ayah sahabatku, Carl. Dan ini adalah salah satu penyebab kenapa aku membenci suamiku waktu itu. Ya aku datang ke sini karena awalnya aku membenci dia, bagaimana pun karena perbuatan dia, sahabatku kehilangan orang tuanya, dan Carl menjadi terpuruk hingga..." Leoni berhenti sejenak ia menarik napas panjang lalu melanjutkan ucapannya, "Dan aku pikir kau juga tahu bagaimana kehidupan Carl saat ini." Leoni selalu tidak sanggup membahas Carl sahabatnya, Mafia itu yang mengajarkan Leoni melawan musuh meskipun ada peran besar paman Roy dalam keberhasilan Leoni tetapi Carl lah orang yang mengajak awal mula Leoni terjun ke dunia hitam, Carl juga yang sering membantu Leoni bebas dari ancaman Aditya hingga wanita itu melepaskan gelar dokternya dan fokus menjadi seorang gadis mafia kejam. Karena itu Leoni sangat marah ketika mendengar ayah Carl dibunuh dengan sadis oleh Black Wolf.
"Tapi semuanya tidak sepenuhnya salah Louis, Nona Leoni." sela Andre.
"Ya itulah letak kesalahanmu," sahut Leoni dingin.
"Aku mengutuk Black Wolf karena egois, selalu ingin berkuasa hingga kelompok yang tidak bersalah pun ia habisi, hanya itu. anak buahku melakukan selebihnya, menganggap amarahku sebagai amarah mereka. Tapi, satu-satunya luka yang ku timbulkan pada suamiku adalah ketika aku melukainya, pada malam pengantinku." Leoni mengusap wajahnya, " Dan itu merupakan kecelakaan __kecelakaan yang bahkan dia sendiri tidak ingat," sahut Leoni cepat-cepat dia tidak ingin Andre memikirkan hal aneh-aneh tentang malam pengantin dia dan Louis.
Andre mengernyit ia baru ingat dulu Louis mengatakan padanya kalau waktu itu Louis hendak memukul Leoni dan tidak sengaja menyenggol belatih lalu sekarang pengakuan Leoni berbeda. Apakah waktu itu Louis ingin melindungi Leoni dari penilaian buruk dari sahabat dan kelompok mafia lainnya?
"Kalau begitu ada bagusnya Louis tidak ingin kau berada di dekatnya." sela Andre, menaikkan satu sudut bibirnya keatas.
__ADS_1
Leoni terkesiap, " Mengapa kau selalu menghalangi aku bertemu dengan suamiku sendiri? Apa kau tidak mendengarkan sepatah katapun yang aku jelaskan sejak tadi panjang lebar? Aku ingin membantunya, aku ingin meringankan penderitaannya. Aku bisa..." Ata Leoni berkaca-kaca.
"Kau bisa menjauh darinya. Walaupun dia menyerah dan membiarkanmu merawatnya, aku tidak memercayaimu lagi nona Leoni. Gara-gara lidahku yang ceroboh kalian menikah. Begitu Melihatmu aku kembali bersikap bodoh, berpikir tidak ada ruginya jika kalian menikah. Tapi aku salah. Dan dia sudah cukup bijaksana sekarang tidak untuk memercayaimu lagi." Andre masih percaya ucapan Louis tadi bahwa ia melihat Leoni menembak Louis. Dan ucapan Louis juga dibenarkan Amelia. Jadi, bagi Andre dia tidak perlu melakukan penyelidikan atau menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk memastikan siapa yang menyerang Mansion Louis dan nekat menembak Louis.
Leoni tertawa garing ia merasa tidak percaya dengan jawaban Andre yang terdengar sangat konyol. Bagaimana bisa karena kecerobohannya Louis menikahi dirinya? Leoni memilih melupakan ucapan Andre mengenai perjodohan yang tidak masuk akal itu. Saat ini ia hanya fokus kesehatan Louis.
"Kau pria keras kepala, tuan Andre! Aku tadi berpikir kau akan lebih bijaksana karena usiamu yang tua tapi ternyata usia tidak menjamin seseorang bisa bertindak bijaksana. Dan aku berharap demi kebaikan suamiku, kau tidak bersikap seperti ini. Ingat dia mengalami luka serius dan butuh dokter ahli. Jika suamiku kenapa-kenapa maka kau pun harus siap mati." ancam Leoni.
Wanita itu tidak peduli tatapan Andre yang mirip singa lapar. Bagi Leoni, ia akan terus berusaha sampai bertemu dengan suaminya, Leoni baru bisa tenang jika dia sendiri melihat langsung keadaan Louis saat ini.
Leoni menaikan kedua bahunya percuma udah dia sia-sia saja. Padahal ia sudah berusaha semampunya namun Andre tetap bersikukuh tidak mengizinkan Leoni menjenguk suaminya.
__ADS_1
"Kuharap kau benar. Dan semoga besok suamiku sudah baik-baik saja." Lalu ia pun pergi meninggalkan Andre yang masih bergeming di ruang makan, Leoni melewati koridor ia menaiki anak tangga menuju kamarnya seraya mengusap kasar wajahnya menyeka air mata yang jatuh tanpa henti.
Andre terus menatapi punggung Leoni, Ia mengernyit merasakan ada ketulusan disana. Megan yang masih berdiri di depan Andre melihat tatapan Andre. Megan melangkah lebih dekat lagi dengan Andre dan berkata, "Anda salah tentang Nona Leoni." Namun bukannya menjawab ucapan Megan. Andre menatap tajam Megan tetapi Megan sama sekali tidak takut tatapan mata hitam milik Andre diabaikan Megan.
"Dia tahu semua yang perlu diketahui tentang penyembuhan dan meringankan luka. Kau tidak tahu dia adalah seorang dokter dengan lulusan terbaik dari kampus Harvard? Dan aku bisa menjamin dia tidak mungkin menyakiti suaminya sendiri. Dia juga tadi mengancam dokter muda itu jika sekali saja melakukan kesalahan pada pengobatan tuan Louis maka dia tidak kan segen membunuh dokter muda itu. Jika kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan, kau bisa tanyakan pada anak buahmu yang berjaga di depan pintu penghubung. Nona sangat frustasi memikirkan keadaan tuan Louis saat ini." Megan masih menunggu respon Andre
"Kau pasti akan membela majikanmu." sahut Andre.
"Dan begitupun kau! Tanpa memikirkan perasaan seseorang istri yang tersiksa!" salak Megan.
"Louis tidak butuh bantuan majikanmu!" Andre geram karena Megan berani menantang dirinya. Andre pikir pelayan dan majikan sama saja. Sama-sama keras kepala.
__ADS_1
Megan yang merasa ini tidak adil bagi Leoni. Dia masih akan terus berjuang hingga Leoni bisa menemui Louis.
"Nona Leoni tidak akan menyakitinya!" bentak Megan. Wanita yang hebat dalam beladiri itu memukul meja makan, " Bahkan. Nona selalu membela tuan. Dia juga sangat marah ketika mendengar gosip yang beredar di Mansion ini tentang tuan memukul dirinya. Nona menjelaskan kejadian yang sesungguhnya demi kebaikan tuan Louis. Apakah itu tindakan wanita yang membenci suaminya? Dia bahkan tidak marah wanita pemuas tuanmu itu tetap tinggal satu atap dengannya!" usai mengeluarkan semua amarahnya Megan pun menaiki anak tangga menyusul Wilda dan Leoni ke kamar. Andre yang kaget dengan tindakan Megan tadi hanya memandangi punggung gadis itu hingga gadis itu menghilang dari pandangannya.