Menikahi Musuhku (The Mafia)

Menikahi Musuhku (The Mafia)
Bab 64.


__ADS_3

Leoni ingin tertawa mendengar pengakuan konyol dari Monalisa tetapi ia menghargai keberanian Monalisa, lalu ia berkata, " Kau tidak perlu menyalahkan diri sendiri, Monalisa. Suamiku pasti akan tahu apa yang ingin di ketahuinya dari orang lain, meskipun kau tidak memberitahunya. Akulah yang selalu menarik perhatiannya, aku selalu menggagalkan semua rencana jahatnya tentu dia harus mencari tahu siapa dibalik penyerangan terhadap dia akhir-akhir itu. Dan tepat seminggu kemudian dia menemukan aku adalah orang yang menghalangi rencananya." Leoni tersenyum hangat.


Dengan pengakuan Monalisa, Leoni jadi mengerti ternyata suaminya sudah sangat lama penasaran dengan dirinya.Dia pikir baru sebulan atau seminggu mereka belum menikah lalu alasan apa Louis...


Leoni menghela napas ia mengamati buat Arbei yang warnanya mulai merah itu artinya sebentar lagi bisa di petik. Rasanya pasti campur aduk, ada manis, kecut seperti pernikahannya bersama Louis.


"Tapi dia tidak tahu Nona tinggal di red Tiger sampai saya menyebutkan mansion anda barulah tuan mengetahui semuanya. Dia sangat marah ketika mengetahui seorang wanitalah yang bertanggung jawab atas masalah setiap kegagalannya." sela Monalisa. Wanita itu belum menyerah kali ini berbicara seperti berbicara kepada temannya hingga mata dan tangannya ikut beraksi itu benar-benar membuat Leoni semakin merasa lucu.


"Sudah pasti," sahut Leoni dingin. " Tapi aku memang bertanggung jawab, jadi aku hanya bisa mengalahkan diri sendiri karena keberadaan disini sekarang. Jangan dipikirkan lagi Monalisa, kau tidak bersalah." Leoni menyentuh pundak Monalisa, ia menatapnya penuh kehangatan.Wanita itu tahu jika berada dalam keadaan serba salah semua pasti tidak enak.


"Baiklah, Nona , " sahut Monalisa menunduk. "Tapi saya berdoa semoga emosi tuan Louis tidak memuncak lagi seperti yang terjadi pada malam pengantin Anda," Monalisa berkata seperti orang yang di sudutkan padahal baik Leoni ataupun kedua pelayan ya sama sekali tidak menyalahkan dia atas pernikahannya dengan Louis.Yang Leoni tahu pernikahan dia dengan Louis karena kesalahannya yang selalu memancing perhatian Louis tertuju pada dirinya dan markasnya.


Wajah Leoni memerah ia heran mengapa masalah malam pertama mereka bisa beredar sampai di telinga pelayan? Leoni merasa tidak enak karena dirinya menusuk Louis, " Ku harap kau tidak semakin menyebarluaskan masalah malam pertama ini kepada pelayan lainnya, Monalisa."


"Saa tidak pernah bergosip, Nona. Wilda pun tidak. Tetapi semua orang tahu apa yang di lakukannya pada Anda.Saya tidak pernah berpikir tuan Louis, pria yang kejam__pemarah, tapi tidak kejam." Mata Monalisa berkaca-kaca dalam pikiran Monalisa gosip yang ia dengar waktu malam pertama Leoni dan Louis itu sungguh mengerikan karena itu dia terus menyalahkan dirinya sendiri atas pernikahan Leoni dan Louis.


"Astaga pria mana pun yang sanggup memukul istrinya setelah beberapa jam melakukan pernikahan." Monalisa menutup mulutnya dia tidak menyangka harusnya sebagia pengantin baru semua masih penuh cinta dan sayang, romantis dan manja begitulah yang Monalisa tahu dari ia menonton telenovela. Tapi, waktu ia mendengar gosip dari para pelayan bahwa Louis memukul Leoni. Monalisa semakin tidak percaya akan pernikahan bahkan karena takut ia menolak pernyataan cinta seseorang, dia adalah anak buah Louis kepada dirinya.


"Apa!?" Leoni kaget. Ia merasa pernyataan Monalisa sudah lari kemana-mana tanpa arah yang jelas dari awal ia mengatakan dialah penyebab pernikahan dia dan Louis sekarang pernyataan mengenai Louis memukul dirinya. Leoni ingin sekali mengetahui siapa dibalik gosip tidak benar ini.


Monalisa pun kaget dengan suara Leoni yang meninggi ia mengamati di sekitar kebun berharap tidak ada anak buah, pelayan ataupun Louis di sekitar kebun. Karena, ia tidak yakin jika mereka mendengar semua itu nyawanya bisa diselamatkan atau tidak.

__ADS_1


"Nona Leoni, maafkan kelancangan saya ini. sungguh, saya tidak bermaksud membuat anda marah," bisik Monalisa.


"Siapa yang menyebarkan gosip palsu itu? Bahwa suamiku memukul aku?" desis Leoni. Wanita itu meletakkan keranjang buahnya di atas bangku panjang yang di sediakan juga di kebun itu sebagai tempat duduk Leoni di kalah ia kelelahan.


"Lalu kata siapa suamiku memukuli aku?" Leoni heran ada saja gosip itu. Lalu ia berpikir jika gosip itu beredar tentunya berasal dari dia atau Louis. Sementara kasus penusukan itu hanya Megan yang tahu hal itu. Leoni menggeleng kasus ini sudah berapa tahun silam tapi masih ada di ingatan para pelayan dan mungkin anak buah Louis. Dan Leoni berharap gosip palsu itu tidak sampai di luar mansion Louis itu sangat memalukan sekali.


"Amelia yang mengatakan bahwa anda dipukul tuan Louis.Ia menyatakan itu kepada semua pelayan di mansion ini." Monalisa berkata benar, sebelum sehari Leoni dan Louis pulang Amelia duduk di meja ruang makan ia berkata kepada kepala pelayan bawah Louis baru saja memukul Leoni. Amelia memang selalu melakukan apa saja untuk menjatuhkan harga diri Leoni.


Mata Leoni nyalang memandang Monalisa. Dia berani bersumpah jika itu Amelia, ia pasti sudah lepas kendali. Sayangnya, yang berada di depannya ini hanya seorang pelayan baik hati. Leoni memejamkan matanya mencoba menahan amarah yang menggebu-gebu di dalam hatinya.


"Cukup! Demi Tuhan apakah suamiku tahu apa yang di gosipkan tentang dirinya?" tanya Leoni seraya memandang ke arah suaminya sedang berbincang dengan tukang kebun dan keluarganya di bawah pohon Cemara.


"Saya rasa tidak, Non. Hanya para pelayan dan Amelia yang mengetahui semua ini. Bahkan sempat terjadi perdebatan antara kubu pria dan wanita.Para anak buah mengatakan tuan Louis tidak sejahat itu. Ia bahkan selalu meminta anak buahnya bersumpah tidak menyakiti wanita manapun. Bahkan, selama saya bekerja di sini tuan Louis sama sekali tidak pernah memarahi setiap wanita yang ia bawa ke sini. Biarpun Amelia selalu melakukan hal yang menyiksa pelayan tuan sama sekali tidak memukul Amelia. Padahal anda tahu dia adalah wanita yang tidak tahu diri." Monalisa menaikan sudut bibirnya ke atas. Pelayan itu memang tidak menyukai Amelia karena selalu memerintah dirinya seenaknya sendiri.


"Monalisa...disini aku tegaskan suamiku sama sekali tidak memukul aku. Dan kau ingat awal aku menikah aku selalu mengenakan kerudung tebal ketika aku berjalan ke dalam kapel kau tahu kenapa?" Leoni tersenyum.


"Gatal." sela Monalisa cepat. Karena dulu pun ia pernah mengatakan kepada Louis bahwa Leoni menderita penyakit kulit hingga ia di kurung tidak pernah keluar dari kamar kecuali ada ibunya Rayani itupun jarang. Dan di tambah lagi setelah ada Valencia gosip itu semakin beredar luas.


Leoni ingin tertawa sekencang mungkin, ternyata di mansion suaminya berita mengenai dirinya sangat panas dan anehnya semuanya tidak ada yang benar.


"Tidak ada gatal-gatal, Monalisa. Itu bohong hanya karangan dari ibu tiriku saja tidak peduli apa alasannya. Aku sempat di bius karena menolak menikah. Tetapi soal memakai kerudung itu hanya ideku sebagai bentuk penolakan pernikahanku," jelas Leoni.

__ADS_1


Mafia wanita itu berharap setelah penjelasan dari dirinya ini, tidak ada lagi gosip aneh-aneh tentang dirinya ataupun Louis. Dan ia berharap semoga berita itu tidak sampai di telinga Louis. Tetapi, tidak menutup kemungkinan ia sudah tahu karena Andre adalah pria yang selalu cerewetnya mengalahkan wanita. Dia juga tidak bisa menjaga rahasia apapun dari Louis. Atau jangan-jangan Louis dan Andre....


"Berarti __" gumam Monalisa.


"Suamiku disalahkan atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan! Aku tidak terima. Dengarkan aku baik-baik, Monalisa. Aku ingin kau memastikan kebenarannya diketahui. Bisakah kau melakukan itu?" ujar Leoni, ia berdiri dari kursi lalu membawa keranjangnya.


"Tentu, Nona Leoni." tegas Monalisa. Dia cukup kaget dengan kebenaran ini. Dan dia juga tidak percaya dengan apa yang ia dengar Leoni masih tetap membela suaminya meskipun wanita itu tahu Louis sering menyakiti dia. Bukan, tetapi selalu menyakiti dia. Monalisa benar dan terbukti Amelia masih tetap di mansion milik Louis bukan? Semua wanita pasti tidak menyetujui wanita pem"""uas bisa seenaknya tingal bersama istri sah, bukan?


Leoni kemudian membawa keranjang berisi buah itu kalau bejelan menuju mansion meninggalkan Monalisa yang masih bergeming di tengah-tengah kebun dengan memegan alat pencabut rumput.


Leoni terlalu malu untuk berada di dekat Monalisa, ia butuh u waktu sendirian.


Leoni berpikir bagaimana tanggapan Louis jika suaminya itu tahu apa yang di gosipkan tentang dirinya? Apakah ia akan menyalahkan Loeni karena telah membuat kekacauan diwaktu malam pertama mereka atau Louis adalah penyebab dari rumor ini untuk melindungi dirinya?


Leoni meletakkan keranjang berisi buah diatas meja makan, ia memanggil Wilda, " Cuci bersih buahnya dan simpan di dalam lemari pendingin. Aku masih istirahat sebentar, sore nanti buah itu mau aku buatkan kue untuk tuan. Lihat tidak boleh ada yang makan," pesan Leoni.


Karena ia tahu Amelia wanita paling sembarang mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Leoni berpikir begitu karena sering terjadi Amelia mengambil buah di lemari pendingin yang akan Leoni gunakan untuk memasak.


"Baik Non." Wilda membawa keranjang berisi buah itu lalu mencucinya hingga bersih dan menyimpan di lemari pendingin sesuai perintah Leoni.


"Terima kasih," ucap Leoni setelah memastikan buah itu disimpan di lemari pendingin.

__ADS_1


Leoni berjalan melalui koridor menuju kamarnya, "Karena dia juga tidak malu mencuri suamiku," batin Leoni.


Wanita itu berpikir tadi ia cukup kejam meminta Wilda mengawasi buahnya namun setakah ia berpikir lagi dia merasa tidak ada salahnya waspada karena suaminya saja bisa di rebut apalagi hanya soal buah, Amelia pasti lebih berani mengambil tanpa izin.


__ADS_2