
Happy reading everyone stay safe and health
Aah.. "hubby apa yang kamu lakukan ini sudah tengah malam" ucap sang istri tidak suka itu.
"karena kamu tidak mau jadi jangan menolak ini karena ini adalah kompensasi kemurahan hati seorang suami yang tak dapat keadilan" ucap sang suami lalu memasukkan istrinya.
"oh my.. hum kamu sungguh sulit di mengerti terserah kamu saja aku malas kasih tahu" ucap sang istri, ia benar benar dimasukkan..
Setelah istrinya dimasukkan ke dalam barulah Karan ikut masuk kedalam bergabung, saling menatap satu sama lain mengamati wajah masing masing Karan sengaja melakukan ini pada istrinya agar Tara tahu bahwa suaminya adalah mahluk indah dan sempurna untuknya.
"bagaimana sayang apa yang kamu lihat dan kamu rasakan saat ini" tanya sang suami, Karan mulai mengamati ekspresi istrinya.
"um.. hubby sebenarnya apa yang ingin kamu tunjukkan sampai kamu melakukan ini" ucap sang istri, Tara berusaha setenang mungkin.
"em.. interesting very interesting apa kamu ingin tahu um pasti kamu belum merasa ada sesuatu pergerakan di dalam sana" ucap sang suami selalu dengan tanda tanya.
Tara segera memperhatikan apa yang dimaksud dengan pergerakan itu melihat kiri dan kanannya tidak ada satupun perubahan masih tetap sama seperti awal semula nya.
terus mengamati satu persatu "mana tidak ada ap..aa pun.. em hubby bukankah itu dalaman punya kamu..hum kap..an.." ucap sang istri terhenti merasakan sesuatu aneh.
"appa..kapan..hem.. kamu sungguh terlalu masa suami di depan mata tidak tahu kapan melepaskan pengamanannya itu" tanya sang suami huuh istrinya menggemaskan sekali.
"yah maaf aku kan tidak melihatnya jadi aku tidak tahu pastinya, sudah ah aku mau tidur disini lama lama nanti aku kedinginan sakit" ucap sang istri, Tara segera bangkit berdiri.
Belum juga melangkah tapi suaminya sudah menariknya kembali ke dalam dan tepat sekali menimpah dirinya sampai perubahan yang dimaksud dengan suaminya itu dapat ia rasakan dimana letak perubahan, perbedaan.
"hubby.. apa itu aku merasa sesuatu bergerak haah jangan bilang it..tu yang dimaksud.." ucap sang istri, Tara kaget dan takut melihat.
"em yah itu pergerakan yang selama ini tidak ingin kamu temui kasihan dia istrinya tidak tertarik dengannya padahal dia sangat pandai bukan karena dia dan berkat dia Kataj dan baby Kalinda sudah hadir disini bagaiamana"
ucap sang suami malah mengatakan panjang lebar menjelaskan asal usul putra putrinya.
"bagaimana apa..kamu gila iih kan aku sudah bilang bahwa aku tidak harus melihatnya lalu ini apa.. iisshh kamu nyebelin dan pemaksa" ucap sang istri, segera bangun dan hendak pergi meninggalkan suaminya sendiri.
__ADS_1
"iih mau kemana sih istriku katanya terserah tapi sekarang kamu mau ninggalin aku disini" ucap sang suami menarik istrinya kembali.
Tara sempat menahan tarikan suaminya tapi ia kalah kuat dari suaminya yah tentu saja karena ia wanita jadi tidak bisa sekuat tenaga laki laki, karena tidak mungkin bertahan lama Tara pun terjatuh tepat pada bagian sensitif.
"Oh my.. hubby kenapa kamu melakukan ini" ucap sang istri, ada rasa kesal dan aneh juga
"eetssh maaf itu kamu yang menimpahnya yah bukan aku dan lagi aku tidak memaksa atau meminta kamu berkenalan dengannya" ucap sang suami, lalu ia bangun mengangkat istrinya dan membawanya kedalam kamar.
syukurlah bahwa suaminya sudah mengerti dan tidak memaksanya lagi, Tara pun merasa lega walaupun tadi sempat kesal dan marah tapi kini sudah kembali ceria seperti tidak ada apapun tadi, namun tetap saja suaminya pasti menginginkannya malam ini dan itu terlihat.
Karan menaruh istrinya dengan lembut dan perlahan lahan mencium wajah sang istri lalu berkata "boleh kah aku melakukannya" ucap sang suami meminta ijin terlebih dulu.
Tara tidak menjawabnya tapi ia mengangguk kan kepalanya sebagai jawab atas ijin nya "aku percaya dengan mu hubby jangan terlalu memaksakan kehendak yah secukupnya aja" ucap sang istri, ia percaya bahwa kali ini suaminya tak akan seperti tadi saat dikapal
"terimakasih walaupun aku tidak berjanji tapi aku akan berusaha sebaik mungkin muah" ucap sang suami, dan Karan pun memulainya.
Setelah mendapatkan ijin dari sang istri Karan pun mengerjakan tugasnya sebagai seorang suami dan sebagai pria sejati Karan harus berusaha mengontrol gair*h berma*nnya itu semua untuk kebaikannya dan sang istri.
***
"pah mama mana kenapa belum turun pah" tanya sang putra, melihat hanya papanya yang turun kebawah sendirian.
"memang kenapa pah..apa mama sakit pah" tanya sang putra lagi, mengingat semalam Kataj pasti berpikir bahwa mamanya lelah karena pesta ulang tahun tadi malam.
"kamu kan tahu mama jadi mudah capek dan lelah akhir akhir ini itu sebabnya mama belum bangun dan kamu jangan bangunkan yah" ucap sang papa memperingati putranya.
"baiklah ayo kita sarapan pah" ucap sang putra mengajak sarapan bersama.
"em boy yang lainnya dimana dari tadi papa tidak melihat siapa pun disini" ucap sang papa, merasa aneh jika rumahnya sepi sekali.
"paman Daniel dan paman Farhan sudah pergi dan mereka menitipkan hadiah untuk mama" ucap sang putra, saat tadi dapat pesan pesan
"em kalau yang wanita wanita nya dimana" tanya sang papa lagi, dirinya penasaran.
"nenek dan kakek diluar kalau bibi Dhista dan bibi Stevie sudah kembali ke rumahnya.. yah jadi sepi deh rumah ini pah tidak seru lagi" ucap sang putra takut kesepian lagi.
__ADS_1
"siapa bilang kamu kesepian kan ada mama papa dan baby Kalinda ada bibi juga dan pak satpam di depan banyak orang" ucap sang papa mengingatkan putranya bahwa dirumah ini masih banyak orang yang tinggal.
"hem tetap saja berbeda pah kalau ada paman Farhan paman Daniel itu seru karena mereka asik dan nyambung pah" ucap sang putra, membeda bedakan orang orang.
"yaudah kalau kamu kangen mereka kamu bisa pergi ke rumah paman kapanpun kalau kamu mau pergi kesana, sekarang ayo kita sarapan terlebih dulu" ucap sang papa.
"wah benar nih pah aku boleh main ke rumah paman.. asyik terimakasih papa memang papa yang terbaik di dunia" ucap sang putra.
Keduanya pun sarapan bersama dan hanya berdua walaupun putranya kurang bahagia tadi tapi setelah diijinkan barulah putranya senang karena boleh keluar dari rumahnya.
Setengah jam kemudian kini jam menujukkan pukul sepuluh pagi dan Tara masih di dalam kamarnya belum juga turun kebawah Karan khawatir karena sedari tadi ia menanyakan istrinya pada asisten rumah tangga namun belum juga nyonya rumah ini turun kebawah.
Lalu Karan meminta putranya ke atas untuk melihat apakah istrinya masih tertidur atau sudah bangun karena ia belum makan apapun sejak tadi pagi hal ini membuatnya khawatir.
Tok... tok... tok... "ibu maaf.. ibu.." panggilnya belum juga mendapati jawab dari ibu Tara.
Tok.. tok.. tok.. "ibu maaf saya diminta bapak kesini bu.. maaf ibu sudah bangunkah" ucap asisten rumah tangga lagi.
Emmm.. "yah tunggu sebentar bibi" ucap Tara dirinya masih mengantuk berat.
"jam berapa sih sampai aku dibangunkan art" ucap Tara lalu berusaha membuka matanya
Setelah melihat dengan sempurna Tara kaget bahwa saat ini sudah jam sepuluh pagi dan dirinya masih di tempat tidur ini semua gara gara suaminya yang membuatnya bergadang.
"hubby... ini karena mu aku jadi telat bangun" ucapnya kesal sendiri karena ia sudah menelantarkan putra putrinya sejak kemarin.
"awas kamu kalau pulang" ucapnya lagi menaruh amarah dan emosi di dalamnya.
*
*
*
__ADS_1
*
*