
Karan memasang wajah curiga namun ia juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya tercintanya ini.
"come on hubby.. aku mau kasih tahu kamu sesuatu yang belum pernah kamu tahu" ucapnya lagi dengan senyuman semanis mungkin seperti biasa yang ia berikan pada suami posesif dan arogan ini dan sayangnya pria ini adalah suaminya sendiri.
"aku suka dirimu yang seperti ini sayang em sangat menggemaskan dan manis sekali" ucap sang suami semakin mendekati istrinya
"hem memang aku seperti apa hubby.. Uuh" balas sang istri, Tara menghela karena ulah suami yang berhasil membuatnya melenguh
"yeah berhasil.. seperti inilah sayang wajah wajah menggemaskan yang dapat memikat hati dan fokus nya seorang pria" ucap Karan. "apa kamu tahu sayang, kenapa aku tidak suka kamu bekerja apalagi itu bidang fashion" ucapnya lagi seraya terus berjalan.
"aku tidak tahu hubby.. bisakah kamu jelaskan hal apa yang membuat hati mu tak suka" tanya sang istri, pasalnya Tara penasaran dengan apa yang ada di pikiran suaminya ini.
"baiklah aku akan memperjelas semuanya agar kamu tidak lagi berpikir untuk bekerja atau jika kamu mau kamu bisa menemani aku di kantor sepanjang hari, bagaimana sayang" ucap sang suami, Karan sengaja berbelit memutar kata katanya pada istrinya.
"jangan mengada ngada hubby katakan jujurnya apa yang ada dalam pikiran seorang pria, dan jangan memutar kata kata yang tidak bisa ku mengerti per singkat dan jelas" pinta sang istri, Tara menghela nafas karena pasalnya tanggal suaminya tidak bisa diam.
"hem.. apa kamu masih belum hapal dengan tatapan suami tampan mu ini sayang um kamu masih belum mengerti atau belum terbiasa dengan apa yang sering aku lakukan saat kita hanya berdua saja seperti ini" ucap sang suami lalu. "Aauuch kamu menggigit pundak ku hubby apa yang kamu lakukan bagaimana jika Kalinda melihatnya" ucap sang istri marah karena digigit oleh suaminya.
"em yah katakan saja itu ulah deddy nya sayang kenapa harus di rahasiakan dan aku sedang menjelaskan dengan cara singkat padat juga jelas seperti yang kamu minta" ucap sang suami lalu Karan mulai menyentuh.
"hubby hentikan, apa maksudnya itu" ucap sang istri menuntut penjelasan. Tara kesulitan saat suaminya Karan berkata kata sambil menyentuhnya karena seperti apapun hal itu tidak mudah di mengerti atau di cerna nya.
__ADS_1
Dua jam setelahnya kini Tara tertidur dengan lelapnya, saat usai sudah menjelaskan rincian kenapa dan mengapa suaminya Karan tidak menjijikkan dirinya bekerja apapun itu bidang nya namun tetap saja Karan tidak memberi ijin. dan mengetahui apa yang di lihat pria lain pada dirinya Tara akhirnya mengapa sang suami semakin posesif dan pencemburu.
"kamu sangat cantik dan menggemaskan istri ku dan aku sangat bahagia menjadi suami mu" ucap Karan lalu mencium keningnya.
*****
Setelah selesai mempersiapkan breakfast Vickram dengan tenangnya menunggu sang istri keluar dari kamarnya.
"bagaimana kamu suka sayang" tanya Vickram pada istrinya.
"wah kamu sangat pandai memasak, apa ini semua kamu yang melakukannya honey" balas Naysha sambil tersenyum.
"no i am.. memesannya sayang 😊, kamu tahu aku tidak pandai memasak. hanya bisa dan tahu cara memasak mie instan serta pasta" ucap Vickram sambil terus tersenyum.
"oh okay tidak apa apa dan aku juga cukup bisa memasak masakan yang aku suka tapi aku tidak pandai membuat banyak jenis masakan tidak apa apa honey" tanya Naysha sedikit malu karena ia juga bukan orang yang pandai dalam membuat masakan.
Naysha tersenyum dan menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan suaminya. lalu ia berkata "tidak.. dan bukan sama sekali saat ini aku hanya sedang ingin bertingkah saja" ucapnya lalu kembali menikmati breakfast.
"wah ini suatu penghargaan bagiku karena bisa melihat pesona dari meminum sebuah jus, em tapi aku sedikit khawatir sayang apa kamu sering seperti ini saat di luar" tanya Vickram memikirkan jika istrinya seperti ini.
"um.. tidaklah honey, aku hanya akan seperti ini saat bersama dengan mu seperti sekarang ini. kita breakfast berdua dan masih banyak yang akan kita lakukan serta lalui bersama" jawab Naysha dengan senyuman manisnya.
"good and sure, yeah masih banyak hal yang ingin aku lakukan dan pastinya kamu harus selalu siap dalam keadaan seperti apapun 😊 bukan begitu sayang" ucap Vickram dengan senyuman tenangnya.
__ADS_1
"hum.. uhuk uhuk.. maaf aku tersedak apa kamu tidak apa apa honey, eh maaf baju mu tidak terkena air jus kan honey" ucap Naysha sedikit malu karena ia salah bicara dan juga salah tingkah karena ucapan suaminya.
"tidak apa apa sayang, aku tidak keberatan walaupun kamu menumpahkan minuman mu itu. jangan khawatir aku tahu kenapa kamu seperti ini 😊 dan jawabannya adalah yah" ucap Vickram membenarkan apa yang ada di dalam pikiran sang istri.
"kita berdua em yeah hanya kita berdua yang akan mengarungi lautan kasih sayang untuk satu minggu kedepan dan katakan kamu ingin kita pergi kemana untuk berbulan madu" tanya Vickram sambil terus memandangi ekspresi wajah menggemaskan sang istri.
"ek em.. emm aku mau kita pergi ke negeri paman sam aku ingin melihat jembatan yang ada di sana, kita bisa pergi setiap kota yang indah disana dan satu minggu itu cukup" jawab Naysha setenang mungkin.
Naysha sedikit deg degan karena di perhatikan dengan se serius ini karena pasalnya ini pertama kalinya Naysha di tatap seperti ini. tatapan yang sulit di artikan tetapi menyimpan pesona yang sesungguhnya terlihat jelas dari wajah dan senyuman suami.
***
Sudah lebih dari satu tahun Karan meninggalkan perusahaan dan kantor yang lainnya yang berada di indonesia, dengan gampang dan mudahnya Karan meminta para sahabatnya untuk memegang kendali mengantikan posisinya saat dirinya tidak ada di kantor dan menjanjikan bonus yang cukup fantastis dari segi apapun sehingga teman temannya pun setuju tanpa berpikir ulang.
"bagaimana kamu sudah menghubungi nya Rio dan kapan bos mu itu pulang" tanya Lewis merasa di manfaatkan Karan.
"jika aku tahu dia akan pergi selama ini aku tidak akan menerima tawaran nya itu haag yang benar saja memang dia pikir aku robot" ucap Lewis lagi dengan kesal.
pasalnya bos nya yang bernama Karan itu sesuka hatinya meninggalkan perusahaan dan kantor nya yang lain. tanpa memberitahu berapa lama Karan akan pergi.
"jangan diambil hati Lewis dan kenapa kamu sangat sensitif minggu ini apa kamu sedang halangan hem" tanya Rio yang menahan Tawa karena temannya uring uringan.
"haag apa kau bercanda Rio mudah sekali kau berkata seperti ini, kau tidak tahu rasanya jadi aku karena kau sudah punya dua anak hum" ucap Lewis dengan serius melihat Rio.
__ADS_1
"wait wait wait.. what wrong with you Lewis come on calm down. relax and stay relax.. and listen me, biarkan saja bos mu si Karan menikmati hari hari indah itu toh bagus dia tidak ada disini jadi tidak ada yang selalu pantau kita" ucap Rio menerangkan maksud dari perkataannya ini.
Next..