Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
Chapter 29


__ADS_3

Happy reading everyone 🤗📒🥛


Satu Minggu Kemudian.


" kamu kenapa kenapa sayang " ucap sang suami, yang sedari tadi ia melihat istrinya bulak balik masuk toilet yang ada di dalam kamar.


" aku engga tahu hubby, tapi dari kemarin aku engga nafsu makan " ucapnya, jujur dari kemarin ia jarang makan nasi.


" kenapa engga bilang sayang, ayo kita kedokter aja " ucap sang suami, tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya.


" aku cuma masuk angin hubby " ucap sang istri, mungkin karena dirinya tidak ada asupan makanan.. jadinya mual.


" benar nih sayang aku engga mau kamu sakit, mau aku pijit kepalanya " ucap sang suami, yang mengambil minyak kayu putih karena bagus untuk masuk angin.


" iyah.. nanti di pijat juga hilang " ucap sang istri, yang mau di pijat saja.


" sini sayang " ucap sang suami, sudah siap untuk memijat kepala istrinya.


" sebelah sini juga hubby " ucap sang istri, menunjuk bagian leher dan bahunya.


Dengan nurutnya suami pun memijat kepala sang istri sampai ke bahunya, berulang kali hingga sang istri merasa baikan, hal ini membuat Karan bingung karena setelah memijat istri. ia malah membayangkan sang istri dengan indah.


hei kau sadarlah istrimu sedang sakit" ucapnya dalam hati pada dirinya sendiri..


baru dua hari lalu menyentuh istrinya, sebenarnya aku ini pria mesum atau apa sih..kenapa istriku menggemaskan sekali, padahal aku sudah sulit membuat jadwal untuk menyentuh istriku..lirihnya, tiga kali dalam seminggu yaitu pada hari minggu, rabu dan Jum'at, tapi hari ini adalah hari minggu, dan istriku sedang tidak sehat.



" pah aku kangen kak Tara " ucap Nadia yang setia menonton drama di kamar sambil memakan cemilan ringannya.


" kamu telepon aja, atau main ke rumah nya aja.. mau engga " ucap Nicolas, yang menyarankan sang istri ke rumahnya.


" aku telepon dulu deh, takut lagi sibuk " ucap Nadia yang, tidak enak jika dadakan.


" kan sudah pensiun bukan " ucap sang suami Nicolas, yang ia tahu seperti itu.


" siapa yang bilang pensiun, ka tar bukan pensiun tapi lagi istirahat, itu sebabnya minggu lalu kaka memutuskan kontrak " ucap Nadia, menjelaskan pada suaminya.


" oh gitu.. kenapa tidak pensiun aja " ucap Nicolas lagi, yang memang tidak suka wanita bersuami bekerja, karena untuk apa punya suami jika istri masih bekerja.


yah memang ada benarnya juga dan wanita tidak diharuskan untuk bekerja jika sudah menikah takut waktunya habis di tempat bekerja sedangkan suami bekerja untuk istri anak dan keluarganya, ada sebagian pria yang tidak memberi izin pada sang istri jika bekerja menghabiskan waktunya di luar namun keluarga dan suami tidak terus, tapi ada juga yang setuju jika sang istri bisa membagi waktu dan mengutamakan keluarga dan suami bukan pekerjaan, namun ada juga sebagian perempuan yang berbisnis bukan bekerja, apapun pilihannya tetap berkomitmen dan berkomunikasi dengan baik dengan suami dan keluarga agar kedua pihak tenang, senang dan bahagia menjalani kehidupan di luar sebagai pekerja atau pebisnis, di dalam dengan keluarga dan saudara, suami dan anak.


" nanti aku juga nyanyi lagi " ucap Nadia, yang memang masih berniat terjun, tapi belum tentu di izinkan oleh suaminya.


" big nooo.. I'm not agree " ucap Nicolas tidak setuju jika sang istri menyanyi lagi.


" but i want.. please my love " ucap sang istri Nadia, dengan wajah yang dibuatnya.



" Noo honey.. i not will, when you show.. everybody alwyas look at you like what, and i know you not understand with eye man, please understand me "


ucap sang suami, Nicolas tidak suka jika sang istri menjadi sorotan dan dilirik pria lain yang membuatnya tidak nyaman.



" huhm.. lalu apa yang akan aku lakukan " ucap Nadia, jujur baru hampir lima bulan menikah ia sudah mulai bosan, bosan karena tidak ada aktivitas, selalu dilarang.


" banyak.. menemani aku, dan calon anak anak kita, itulah kesibukan mu nanti " ucap sang suami, dengan santainya.


" itu tidak akan membuat ku sibuk, karena pekerjaan rumah ada art dan baby sitter " ucap Nadia, ia rasa tidak mungkin sibuk


" siapa bilang kamu tidak akan sibuk 😊" ucap Nicolas, menampilkan senyumnya.


" maksudnya.. aku boleh bekerja " ucap Nadia, yang senang ia akan jadi sibuk.


" yah setiap tahun kamu akan semakin sibuk, bahkan 24 jam lebih " ucapnya, senang bikin istrinya salah mengira.


" memang ada kerja lebih dari 24 jam " ucap Nadia, karena ia tidak pernah tahu.


" ada..bahkan bikin capek berkali kali dalam sehari, tapi menyenangkan enak " ucapnya, pikiran mesumnya berkeliaran.


" emang ada yang seperti itu " ucap Nadia yang benar benar belum paham arah pembicaraan sang suami.


" adalah istriku, mau aku praktekkan " ucapnya, semakin ngemes sama istrinya.


" apa itu, dan seperti apa " ucap Nadia, makin penasaran dengan sang suami.


" sini 😚😘" Nicolas langsung menciumi sang istri, setelah Nadia mendekatinya.


" apaan sih " ucapnya, Nadia menahan bibir sang suami, agar tidak menciuminya.


" lah tadi penasaran " ucap sang suami, yang sudah dikasih jarak oleh istrinya.


"itu namanya bukan bekerja tapi dikerjain" ucap Nadia, ia baru paham, berarti yang dikatakan oleh suami yang artinya bekerja 24 jam, setiap tahun adalah melahirkan.


" Alhamdulillah.. akhirnya mengerti juga " ucapnya, senang sang istri cepat paham.


" Noo.. kamu pikir aku produksi anak huh " ucap Nadia, tidak setuju sama suaminya.


" ayolah sayang banyak anak banyak rezeki tahu " ucapnya, minta persetujuan.

__ADS_1


" tidak pah.. dua anak lebih baik " ucap sang istri, karena dua anak sudah pas.


" empat deh sayang gimana " ucapnya, terus bernegosiasi dengan sang istri 😅


" aku tidak setuju, kita lihat nanti.. yang ini saja masih di dalam " ucap Nadia, sambil mengelus perutnya yang membesar.



Di tempat lain


" hubby tolong handphone aku " ucap sang istri Tara, minta tolong ambilkan handphonenya yang berada di meja rias.


" iyah sayang.. siapa sih yang menelpon " ucap sang suami, saat mengambilnya tertera nama lil Nadia, lalu Karan pun mengangkatnya, karena takut tak keburu.


"Hallo kak tar.. kamu lagi dimana"


ucapnya di seberang sana.


"Lagi di rumah.. ada apa Nad"


ucap Karan yang menjawab.


"Ehh sir.. maaf apa kak Tara ada"


ucapnya, merasa tidak nyaman.


"Ada.. panggil aja sama seperti kamu memanggil istri saya, engga apa-apa"


ucap Karan, yang ingin sama dipanggil.


"Baiklah sir.. eh kak, boleh saya bicara sama kak Tara nya kak Karan"


ucapnya, yang sudah tidak sabar lagi.


"Baiklah.. sebentar"


ucap Karan, langsung dialihkan ke istri.


"Hallo Nad.. ada apa"


ucap Tara, yang penasaran.


"Ada yang kangen nih kak"


ucapnya, biasa dirinya bercanda dulu.


"Siapa.. apa aku kenal"


tanyanya


ucap Nadia, yang hobi mengerjai Katar.


"Siapa sih.. uekh.. ekhem"


ucapnya, namun Tara keburu mual lagi.


"Kamu kenapa kak, lagi sakit..aku kesitu"


ucapnya, yang khawatir..padahal ia sudah sampai di depan rumah kaka angkatnya.


"iyah..sepertinya masuk angin, engga usah kesini..jauh kan kasian dedenya"


ucap Tara, yang tidak tahu jika ada disini.


"Kan ada yang kangen nih kak"


ucapnya, sudah ada di depan rumahnya.


"Engga uss.."


ucapnya terpotong oleh tamu yang tara hapal suaranya itu.


Assalamualaikum..


Waalaikumsalam..


" bik kak Tara ada " ucapnya langsung masuk kedalam rumah, padahal art disini belum ada yang kenal satupun dengannya


" ada non.. tunggu sebentar " ucap bik Inah langsung menuju kamar istri bos, karena Tara tidak mau di panggil nyonya, tetapi para art dan pekerja tidak bisa jika mereka tidak menghormati, jadi sebagian memutuskan memanggil istri bos, dan sebagiannya lagi non Tara, atau ibu.


tok.. tok.. tok


" yah masuk saja "


ucapnya yang masih lemes


" non ada yang cari "


ucap bik Inah


" siapa bik "

__ADS_1


ucapnya


" engga kenal non, orangnya cuma bilang.. bik ada kak Tara " ucap bik Inah yang mencontoh ucapan tamu yang datang.


" Oohh.. yaudah bik, tolong buatin jus alpukat, dan makanan ringan yah bik,


" iyah non.. " ucap bik Inah, lalu pamit dan turun ke bawah.


" ada bik.. " ucap Nadia, yang langsung bertanya saat bik Inah turun.


" ada non.. tunggu sebentar yah " ucap bik Inah. dan langsung ke dapur.


" hai.. Nad " ucap Tara sang kaka angkat, menyapanya saat berada dibawah.


" hallo kak ku yang cantik, gimana udah baikan belum.. mana yang sakit ka " ucapnya panjang lebar.


" udah baikan kok, aku hanya mual mungkin karena malas makan " ucap Tara, menjelaskan keadaannya.


" duh.. kenapa engga nafsu, atau.. " ucapnya terhenti seketika ia mengingat saat dulu pertama kali ia hamil seperti ini.


" atau apa Nad.. jangan bikin khawatir deh, apa cukup serius kalo engga makan nasi beberapa hari " ucapnya yang benar benar tidak mengerti, keadaannya sendiri.


" terakhir kaka datang bulan kapan " ucapnya, langsung pada intinya.


" ehm.. satu bulan lalu, tapi sekarang udah lewat dua mingguan belum datang juga " ucapnya, saat lupa ia sudah menikah.


" Oh.. kaka pakai kontrasepsi engga " ucapnya, bertanya karena ia pun tidak pakai kontrasepsi setelah menikah.


" engga.. oh ya ampun, aku lupa bahwa aku bukan lagi wanita lajang dan aku juga enggak pakai kontrasepsi apapun "


ucapnya, saat mendengar kontrasepsi ia baru ingat jika dirinya, mungkin saja sedang hamil, karena sudah lebih dari satu bulan ia belum juga datang bulan.


" hahaha.. kasihan kak Karan, jika tahu bahwa istrinya lupa dengannya 😄😄" ucapnya, malah menertawakan kakanya.


" yaa namanya juga orang lupa, bisa bisanya aku lupa hari datang bulan ku " ucapnya, ini karena ia terlalu bahagia.


" gimana kalo kaka pergi check aja, yuk aku temani aku mau jadi orang pertama yang tahu keponakan aku ini " ucap Nadia, malah semangat jika urusan itu menyangkut tentang kaka angkatnya ini.


" eehm.. gimana yah " ucapnya, bingung karena ini hal pertama harusnya sama suami tapi hasilnya belum pasti.. lirihnya.


" udah kelamaan mikirnya ka, ayoo.. nanti kalo udah positif, baru ajak kak Karan setelah dua minggu kemudian.. ayo "


ucapnya, tidak sabar ingin segera pergi dengan kaka angkatnya ini.


" yaudah aku siapin supir dulu " ucapnya


" eh.. enggak usah ka..kan aku ada supir, naik mobil aku aja, anyway.. sejak kapan ka tar pakai super juga " ucapnya. yang kaget juga karena minggu lalu tidak ada.


" ceritanya panjang.. intinya hampir satu mingguan aku dikasih driver, tidak boleh kemana mana sendiri..aku merasa dimata matai Nad, apa kamu juga sama " ucapnya yang penasaran, karena tidak tahu banyak hal tentang Nadia.


" yah benar sekali.. bahkan aku lebih parah karena suamiku tidak mengizinkan aku melakukan aktivitas apapun huh "


ucapnya, yang merasa bahwa suaminya itu keterlaluan sekali, apa diluar sana wanita yang punya suami crazy rich banyak yang seperti ini kah.


.


.


.


.


.


💐💐💐


.


.


.


.


.


Hayoung haseo everyone 🤗


Stay safe and healthy always 😇


Terimakasih sudah membaca cerita ini


Semoga suka 😊, Jangan lupa untuk beri dukungan pada cerita ini dengan cara like vote comen dan share cerita ini. Thanks


Coming soon.. cerita baru


Cuplikan pemain:



dari tidak kenal menjadi kenal, dari benci jadi cinta, dari satu hati menjadi dua hati, bagian yang tak bisa dipilih atau memilih tak bisa melepas atau di lepaskan..

__ADS_1


bantu doanya yah dear pembaca semoga author bisa menyelesaikan tugas tugas yang ada 😊🤗🥛🥗 biar sehat jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan susu, cukup istirahat & makan.


Terimakasih. 🤗🙏


__ADS_2