Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
Perubahan dadakan


__ADS_3

Happy reading everyone 🤗📒🥛


Satu bulan sudah pasangan suami istri ini, Karan dan Tara menjalani hari-hari manis bersama sang suami, namun akhir akhir ini sang suami sering kali debat dan salah paham dengan pekerjaan sang istri yang berprofesi sebagai model profesional itu, Tara harus menyelesaikan pekerjaannya karena sudah mengikat kontrak, tetapi Karan sebagai suami sudah tidak tahan lagi melihat sang istri yang berfose mesra atau terlalu dekat, hingga membuat Karan kesal karena istrinya tidak mau mengikuti keinginannya untuk berhenti, mengakhiri kontrak walau kerugian atas dendaan yang terbilang cukup besar, mencapai satu harga mobil Bentley.. namun tidak semudah itu kata sang istri, karena tidak bisa dan tidak mungkin Tara mengambil keputusan sepihak terkecuali ada alasan tertentu atau kondisi yang tidak mungkin yang terjadi pada model atau investor yang membuat kerjasama tersebut.


Semua yang nampak indah bagi pasangan yang baru berusia satu bulan itu, merasa bahagia karena ada yang menemani kesehariannya. berbagi kisah, bercerita sampai hal hal kecil yang dilakukan oleh Karan bisa membuat sang istri Tara selalu tertawa saat melihat tingkah konyolnya, seperti pasangan pada umumnya, dan beberapa hari ini ada Perubahan dadakan dari sang suami, mudah tersulut emosi, sesaat baik baik saja, namun tiba tiba ia marah, kesal sendiri, diam sendiri dan cuek sendiri entah apa yang terjadi pada suaminya itu, Tara tidak mengerti karena suaminya tidak mengatakan apapun, itu yang membuat Tara merasa perubahan dadakan dari diri sang suami.


Disisi lain Karan pun bingung dengan sikapnya akhir akhir ini, sekesal kesalnya ia melihat foto istrinya yang beredar di media sosial majalah koran dan lainnya, diri tidak kekanak-kanakan apa yang terjadi pada dirinya, mengapa sikapnya seperti orang yang tidak mengerti apapun tidak seperti orang dewasa dan pebisnis.


Dilain tempat Tara merasa begitu sedih atas sikap sang suami yang berubah itu, namun ia percaya bahwa saat ini hanya salah faham diantara keduanya, karena sang suami hanya diam memendamnya tanpa mengatakan atau menjelaskan tentang apa yang telah mengganggu hati dan pikirannya saat ini.


Di sebuah pantai Tara berdiam diri, terlihat begitu sedih dari raut wajahnya seperti orang yang banyak pikiran dan beban, yang sebenarnya beban itu sendiri belum ia ketahui dimana persoalannya.


Sedih dan sakit rasanya ketika sang suami tidak mengatakan apapun, hal yang lebih membuatnya sedih lagi adalah saat suami hanya mendiami kesalahpahaman yang istrinya sendiri tidak begitu paham persoalannya, dimana janji yang telah di ucapkannya untuk jujur dan saling terbuka


"pah pah itu bukanya Tara istri rekan bisnis kamu" ucap Nadia yang melihat Tara diseberang nya, kebetulan saat ini dirinya juga berada di pantai berdua dengan sang suami yang menemani.


"mana sayang" ucapnya yang tidak melihat istri rekan bisnisnya.


"itu tuh.. diseberang sana pah" ucapnya lagi sambil menunjukkan arah pukul tujuh


"oh iya itu dia" ucap Nicolas, matanya yang sudah menemukan keberadaan Tara


"lagi apa yah pah" ucapnya lagi, yang penasaran karena terlihat sedang tidak baik baik saja dari kejauhan nya.


"paling ada juga ada masalah" ucapnya, yang ngasal aja. padahal benaran ada


"kok kamu tahu sih" ucap sang istri, suaminya hebat bisa tahu.. padahal dia juga sering seperti itu. untung suami tahu keberadaan istrinya (hahaha) itu hebatnya mata mata atau bodyguard tersembunyi.


"aku hanya asal tebak sayang" ucapnya, dalam hati ia tertawa terbahak-bahak, (huahahaha) istriku memang polos sekali


"kirain serius pah, tapi kelihatannya gitu deh pah..apa kita dangangi aja" ucapnya yang tidak tahan melihatnya seperti itu.


"kamu serius.. kamu aja sayang, karena kalian sama sama wanita" ucap sang suami, yang tidak mengerti tentang makhluk tuhan yang manis itu..wanita.


"yaudah aku kesana dulu yah" izinnya pada sang suami, lalu meninggalkan suaminya sendiri di tempat ini.



" hai kak.. sendiri aja nih " ucap Nadia, saat sampai di tempat Tara yang sedang duduk melamun sendiri.


"ah kamu..ada disini juga" ucapnya, tersadar dari lamunannya karena Nadia


"Iyah.. kamu hanya sendiri kak" ucap Nadia yang tidak melihat keberadaan Karan sedari tadi ia perhatikan.


"Iyah aku hanya sendiri kesini" ucapku, tidak bisa mengatakan apapun


"ada apa kak coba cerita denganku, siapa tahu setelah cerita jadi lega" ucapnya


"aku rasa kamu pun pasti mengerti, jika kita memiliki profesi dan kontrak disaat kita sudah menikah.. semuanya berbeda"


ucap Tara, yang memberitahu inti dari kegelisahannya dan kegaduhan saat ini.


"oh intinya suami kaka tidak suka dengan pekerjaan istrinya" ucap Nadia, yang paham letak permasalahannya itu


"Iyah kamu pasti mengerti, karena kamu sudah menikah" ucap Tara yang merasa nyaman tanpa beritahu lebih detailnya.


"aku pun pernah mengalami hal tersebut, dan akhirnya aku yang mengalah bertanya lebih dulu dimana letak kesalahannya itu"


ucap Nadia, menjelaskan bahwa ketika ada kesalahpahaman dalam pernikahan maka salah satu dari mereka harus mengalah dan bertanya terlebih dahulu..


tentang perihal apa yang menggangu pikirannya saat itu karena ketika keduanya hanya marah kesal dan berdiam diri saja maka kesalahpahaman tidak ada ujungnya jika kita sendiri yang memendam dan mendiaminya, sulit awalnya untuk memulai tapi setelah mencobanya dulu Nadia menjadi paham akan apa yang dimaksud dan yang membuat suaminya itu tidak nyaman.


Setelah menjelaskan pada Tara bahwa wanita harus berinisiatif untuk membuka diri terlebih dahulu, mengalah pada ego sendiri dan mau bertanya pada suami perihal apa yang tengah melanda hatinya, jika permasalahan hanya di diami maka tidak ada jalan keluar bagi keduanya, jadi harus ada diantaranya yang memulai obrolan agar semua masalah selesai tanpa ada yang terluka karena diamnya.

__ADS_1



" terimakasih sayang.. kamu udah sadarin aku dari kegundahan yang melanda hati " ucap Tara, lalu ia memeluk dan mencium kedua pipi wanita cantik dan imut ini, Tara sudah menganggap Nadia seperti adiknya sendiri.. karena komunikasinya yang baik.


" sama sama kayang " ucap Nadia dengan panggilan singkatnya


" apa itu kayang " tanya Tara yang tidak mengerti panggilan itu.


" kaka sayang.. hehe " ucapnya dengan cenggiran yang dibuatnya, tapi terlihat begitu imut, manis dan lucunya 😊😊


" ah jadi makin cinta deh sama deyang " ucap Tara yang mengikuti Nadia.


" siapa itu kak " ucap Nadia, sama tidak mengerti juga dengan panggilan Tara


" itu loh kucing aku yang imut, sekarang ada di depanku.. up hahahaha " ucapnya, dengan santainya ia tertawa setelah lepas penat yang membelenggu pikiran.


" wah wah sepertinya aku melihat ada pelawak disini, dia berbakat kak " ucap Nadia, ia juga mengerjai kakak angkatnya.


" hahahaha pelawak dari Hongkong " ucapnya yang tidak tahan dirinya dikatai pelawak, haha cantik cantik gini pelawak.


" hahaha kan bagus nanti beritanya tuh.. seorang model ternama berganti profesi menjadi seorang pelawak...up whahaha "


ucap Nadia, senang mengejek kakak angkatnya ini, baginya itu menyenangkan


" hahaha menurutmu " ucap Tara, yang sama sama geli mendengar kata pelawak, keduanya tertawa lepas sampai lupa bahwa ia kesini dengan sang suami.


"wah wah sepertinya istriku lupa jika ia punya suami yang ditinggal dan dilupakan huhm sepertinya ada yang lebih seru nih"


ucap Nicolas yang datang mendekati sang istri yang lupa dengannya disana.


" up hahaha, maaf pah aku lupa dengan mu saat keasyikan ngobrol disini hehe " ucapnya dengan cenggirannya yg polos


" hem.. baiklah tapi ada syaratnya " ucap sang suami Nicolas.


" nih kiri kanan yah " ucap Nicolas yang sudah menunjuk keduanya pipinya itu.


" cup cup.. udah " jawabnya singkat setelah mencium kedua pipi suaminya.


Sungguh pasangan luar biasa ia mencium suaminya di depan ku 🙄 hahaha, apa hanya aku dan suamiku yang aneh karena tidak mungkin melakukan itu di tempat umum, huf mereka terlalu romantis iri deh ucap Tara dalam hati, melihat romantis nya pasangan ini 😊, kapan seperti itu yah



Kini matahari tepat berada di atas kepala yang berarti jam menunjukkan pukul dua belas siang dini hari, dua jam lalu Tara pergi dari pantai menuju rumah temannya yang bernama Stella yang kini berada di Bandung, beberapa jam di perjalanan menuju Bandung akhirnya sampailah ia di tempat kediaman Stella, ia ingin bercerita, berbagi pengalaman, karena sudah lama tidak bertemu, itu karena kesibukan diantara keduanya jadi membuat mereka sulit bersama, bisa saja mereka bertemu namun tidak punya banyak waktu jadi mereka memutuskan jika salah satu diantaranya free day maka ia harus pergi main ke tempat yang belum free time.


pip.. pip..


" hay say how are you " ucap Stella, yang sudah ada di depan rumah halamannya menyambut kedatangan temannya ini.


" hallo say i am good but not heart " ucap Tara, jujur pada temannya ia tidak pernah menyembunyikan hal apapun, itulah yang membuat persahabatan dari kelima orang ini yang tetap terjalin dengan baik, walau ada beberapa yang tinggal di luar negeri dan luar kota.. but it's fine, because love.


( cinta kepada sesama wanita itu bukan hal yang negatif yah guys seperti (lesby) atau sejenisnya, ambil positifnya aja yah karena di negara kita ini, berbagai macam jenis suku bangsa dan tradisi, siapa pun ia dan dari manapun ia berasal itu bukanlah halangan atau suatu hal yang tidak boleh kita dekati, seorang wanita bersahabat baik dan positif, sudut pandang serta pola pikir dan gaya hidup yang sehat, dan juga sederhana, ia boleh berteman dengan siapa saja selama pertemanan itu baik dan melakukan hal hal positif misalnya membuat kita semakin cinta Tuhan dan keluarga, saudara, sahabat lingkungan peduli kasih sayang, mensupport satu sama lain, mengingatkan dikala lupa dan menjauhi diri dari perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum negara, jadilah sebaik-baiknya manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa terutama keluarga )


Together we live, together we love, together we can do it, that love is good.



Setelah menceritakan semua tentang kegaduhan dan kegelisahan dihatinya, Tara merasa nyaman berada di Bandung di rumah temannya ini, ternyata benar jika kita bercinta dan menceritakan perihal yang belum diketahui secara detailnya.


Tara memutuskan akan pulang esok pagi karena sekarang sudah menjelang malam temannya tidak mengijinkannya pulang disaat matahari sudah terbenam sempurna, karena perjalanan panjang dan lagi Stella tidak ingin mengambil resiko, Stella takut terjadi sesuatu dengan Tara.. seorang wanita cantik pulang pergi hanya sendirian tanpa ada yang menemaninya.


Namun Tara menolak untuk tinggal karena takut mengganggu Stella dan suaminya, ia juga tidak enak dengan Rio teman suaminya itu.. takut bilang bahwa dirinya berada disini, karena tadi sebelum ia menuju Bandung..Tara mengirimi pesan pada sang suami bahwa malam ini ia tidak pulang dan akan menginap di suatu tempat, Tara tidak bilang tepatnya dimana ia hanya bilang itu saja.. karena butuh ruang dan waktu untuk sementara ini, setelah terkirim ia menekan tombol off agar sang suami tidak melacak keberadaan istrinya ini.


Akhirnya Tara menginap juga di rumah Stella, saat sahabatnya bilang bahwa malam ini suaminya Rio pulang terlambat karena masih ada beberapa kerajaan yang harus diselesaikan hari ini juga, jadi tidak mungkin datang jauh-jauh dari Jakarta ke Bandung di tengah malam.. pasti capek dan ngantuk oleh karena itu suaminya Rio bilang ia akan tidak di rumah mereka yang berada di Jakarta itu.

__ADS_1



Dilain tempat Karan benar benar merasa bahwa dirinya bodoh karena hal sekecil itu mampu membuatnya mendiami sang istri, padahal istrinya itu saat ini banyak pria dan beberapa mantan pacar sang istri tengah mengincar istrinya.


Beberapa kali ia baca pesan WhatsApp yang masuk dari sang istri siang tadi, Karan tidak percaya bahwa sikapnya seperti ini malah membuat sang istri menjauh darinya, bagaimana nanti jika sang istri bertemu pria yang mengincarnya dan membuat Tara meminta untuk berpisah dengannya tentu hal itu akan membuat Karan menjadi gila karena telah melepaskan wanita sebaik dan secantik Tara, Karan sudah ratusan kali menelpon namun nomor yang di tuju sedang berada di luar jangkauan.


Akhirnya Karan memerintahkan kepada seluruh pekerjanya untuk mencari sang istri, Karan takut terjadi sesuatu dengan sang istri, ia mencoba bertanya pada beberapa teman dan teman sang istri namun hasilnya nihil tidak ada berita apapun tentang sang istri, bagai ditelan bumi sang istri menghilang tanpa jejak.


Aaaagghh " teriaknya kesal karena anak buahnya belum juga mendapatkan kabar mengenai keberadaan sang istri


"Boss kami menemukan beberapa foto yang diunggah dari pantai, namun itu sudah beberapa jam yang lalu" ucap bodyguard nya Karan, karena saat ini sang bos merasa harus melindungi istrinya dari pria pria diluar sana yang menginginkan istri boss nya itu.


" Jam berapa itu, dimana lokasinya " ucap Karan yang sudah habis sabarnya


" Di pik dua bos, nyonya bersama istri rekan bos yang bernama Mr Nicolas " ucap bodyguard itu lagi, melihat ke kesalan di wajah sang bos ia merasa geri.


Lalu Karan pun menghubungi rekan bisnis nya itu ada banyak yang ingin ia tanyakan.



Setelah mendengar semuanya yang rekanya bicarakan Karan tersadar bahwa dirinya kini menjadi suami yang egois karena hanya ingin dimengerti saja tanpa ingin mengerti perasaan istrinya sendiri.


.


.


.


.


.


💐💐💐


.


.


.


.


.


Hayoung haseo everyone 🤗📒


Stay safe and healthy always dear 😇


Terimakasih atas kunjungannya semoga suka dengan cerita ini everybody 🤗


Jangan lupa untuk terus mendukung author dengan cara like vote dan share satu dukungan anda berarti bagi author


...Ana Uhibbuka Fillah 📒😊♥️...


...Allahuma yassir wala tua'ssir 😇...


...Husbunallah wa ni mal wakiil 😇...


Raut wajah Karan saat ini yang tergambar



Sementara itu sang istri baik baik saja 😄

__ADS_1



__ADS_2