
Happy reading everyone stay safe and health
Siap pak" ucap seorang karyawan
Itu pasti pak" ucap seseorang lagi
tentu harus dong pak" ucap karyawan lagi
"good i want see you all action and move" ucap sang bos lalu memasuki ruangannya
Semuanya sibuk beraktivitas begitu juga dengan teman teman Karan mereka sudah jarang berkumpul karena waktu dan tempat yang berbeda, Rio bersama Karan di bandung dan Lewis bersama Ryan di jakarta sebagai seorang bos besar Karan sengaja memisah misahkan teman temannya agar menghandle perusahaannya soal gaji bonus sesuai dengan jabatan tanggung jawab dan pekerjaan setiap staff dibidang pengetahuan masing masing.
*****
"hallo bisa bicara dengan pak Karan?... ucap seorang babysitter Kataj lalu telepon diambil seseorang yang sedang mengawasinya
"maaf dengan siapa ini" ucap sekretaris Karan, ia bingung karena mendengar suara yang menelepon wanita namun berubah pria
"tidak perlu tahu siapa saya yang harus kalian tahu bahwa anaknya bersama saya" ucap penculik dengar suara sekertaris bertanya
Ternyata setelah Karan pergi ke kantor selama beberapa menit kemudian sang putra Kataj penasaran dengan keramaian orang dewasa yang sedang bermain main di dekat halaman rumahnya karena rasa ingin tahuan yang cukup besar Kataj pun segera membuka pintu dan keluar dengan bibi yang selalu ada menemaninya kemanapun bibi kira toh dekat.
Dan ternyata keramaian itu hanya pancingan agar babysitter dan Kataj keluar dari rumah setelah keduanya keluar, keramaian yang tadi berubah menjadi menegangkan ternyata tadi hanya trik para penjahat saja agar anak kecil itu kena perangkap untuk disandera penjahat.
"maaf pak karena ini prosedur yang harus saya tanyakan terlebih dahulu" ucap sekretarisnya
"bilang aja anaknya saya culik dan jika dalam waktu 24 jam tidak ada jawaban anda pasti tahu apa yang akan terjadi hahaha" ucap penjahatnya
"ah baik saya akan sambungkan pada bapak Karan" ucap sekretaris lalu mengalihkan
__ADS_1
"yah vina ada apa" ucap Karan
"maaf pak ada yang ingin bicara sama bapak tapi mereka bilang bahwa mereka menculik putra bapak pak" ucap sekretaris panik
"apa.. sambungankan saya dengan mereka" ucap Karan shock mendengar nama putranya
"baik pak, tunggu sebentar pak" ucap sekretaris lalu menyambungkan teleponnya
"siapa kalian berani beraninya kau menculik putra ku dimana sekarang putra ku" ucap Karan dengan tegasnya menanyakan anaknya
"waow waow.. sabar bos sabar anak anda masih aman, disini" ucap penjahatnya
"hey kalian bawa anak kecil itu kesini" ucap ketua penjahat
"baik bos.. hey kalian bawa anak kecil itu dan penjaganya kesini" ucap bawahan bos penculik
"hahaha kamu pikir aku takut hum, panggil papa mu anak kecil.. mana papa mu dimana" ucap pereman bawahannya penculik
"lihat saja nanti kau pasti akan menyesal" ucap bocah yang berusia dua tahun lebih ini tapi sudah pandai bicara lantang dan tegas
"kurang ajar.. kita lihat nanti, bos ini bocah cilik tapi bicara pedes bos..kalo bukan anak pengusaha sudah aku buang bocah ini bos" ucap si pereman mengadu ke atasannya
"hahaha bodoh kau sama bocah aja kalah bawa kesini bocah itu" ucap sang penculik
"nih bos" ucapnya lagi memberi bocah yang bernama Kataj pada ketua bosnya penjahat
"kamu dengar anakmu sangat mirip dengan mu tuan Karan hey kalian buat anak ini bicara" ucap sang bos menyuruh bawahannya
Dan ternyata bocah yang bernama Kataj itu tidak bicara apapun sampai akhirnya bibi yang ikut bersamanya dianiaya oleh para pereman hal itu pun membuat bocah itu menangis dan berteriak meminta agar pereman itu berhenti Kataj berteriak memohon pada para pereman agar segera berhenti memukul babysitter nya.
__ADS_1
Hampir sepuluh menit pereman itu memukuli babysitter Kataj dan hal itu pun di rekam oleh para penjahat lalu mengirim video dan pesan ke nomor Karan pribadi setelah Karan setuju dengan apa yang di minta para penculik itu, Karan sempat geram dan kesal mendengar suara anaknya berteriak meminta, memohon agar bibi nya dilepas dan berhenti memukul.
Papa tolong kami papa aku tidak bisa melihat bibi dipukuli penjahat penjahat ini Papa" teriak Kataj saat tadi ia mengatahui bahwa penculik itu sengaja agar papanya mendengar suaranya karena ia hanya diam saja tetapi pereman itu malah menyiksa babysitter nya
Lalu telepon pun di putuskan oleh penjahat itu setelah memutuskan telepon bos penjahat ini pun mengganti nomor telepon tersebut dan membuangnya setelah dipatahkan lalu di ganti dengan nomor telepon baru agar bapak dari anak yang diculik nya tidak bisa mencari informasi dengan nomor yang sudah tak ada.
"kurang ajar awas kalian jika terjadi sesuatu dengan putra ku atau sedikit saja putra ku terluka maka aku akan tidak akan melepas kalian dengan mudah haa'k" ucap Karan merasa kesal setelah teleponnya diputus
Dan ia melihat video yang dikirim penculik tadi Karan pun semakin kesal dan frustasi ia takut istri tahu hal ini Karan pun segera menelpon nomor dan menanyakan kabar sang istri apakah sudah tahu atau belum syukur syukur jika tidak tahu hal ini karena Karan takut terjadi sesuatu pada janinnya itu.
Setelah menelepon orang rumah dan ternyata syukurnya sang istri tidak mengatahui hal ini jadi Karan pun mengatakan bahwa anaknya dibawa olehnya bersama babysitter nya dan untungnya sang istri Tara percaya dengan perkataan suaminya itu walaupun ia merasa ada yang aneh atau terjadi sesuatu namun Tara tidak ingin berpikir buruk pada suaminya.
***
"Stevie kamu merasa ada yang aneh engga sih engga biasanya kakak mu mengabari melalui telepon dan kenapa babi engga kasih tahu aku juga yah.. hum ini aneh sekali" ucap Tara pada adik iparnya ini
"emm iyah juga yah kak em atau mungkin mau kasih kejutan kali jadi harus rahasia" ucap Stevie pada kaka iparnya perempuannya
Saat ini kedua wanita itu tengah asyik dengan tontonan drama Thailand 2016 yang berjudul Khing Kor Rar Khar Kor Rang di eps 33 itu sangat seru penuh dengan dramatis dan itulah sebabnya Tara dan Stevie tidak begitu menanggapi berita yang suaminya beri.
Di tempat lain Karan sudah mempersiapkan teman temannya dan beberapa bawahannya untuk melacak keberadaan putranya yang di culik orang orang yang tidak dikenal karena Karan sempat melihat cctv yang berada di sekitar rumahnya, melihat bagaimana cara para penculik untuk menjalankan motifnya itu.
"bagaimana semua agen sudah siapkah, apa mereka bisa menemukan putraku" ucap Karan pada Rio yang sudah tahu kabarnya
"mereka sudah menemukan tempat lokasi terakhir tapi semuanya belum pasti" ucap Rio sudah berkomunikasi dengan agen rahasia
__ADS_1