
"dan kita punya banyak keuntungan darinya ada bonus kenaikan jabatan dan gaji yang fantasti ingat kita butuh uang dan hanya uang yang bisa membuat hidup menjadi glamor" ucap Rio terus menjelaskan rinciannya.
"apa kamu tahu mengapa dia bisa berbuat sesuka hatinya? yah tentu saja semua itu karena dia ber uang, bos dan sekaligus teman kita ini pria terhormat dan tajir tentunya Karan bisa melakukan apapun yang dia mau dan kamu tidak tahu berapa banyak harta yang dimiliki olehnya kan" ucapnya lagi.
"memang berapa banyak harta yang dimiliki olehnya Rio?" tanya Lewis merasa penasaran sebanyak apa harta temannya itu.
"em dari hasil pengamat ku lebih banyak dari papanya yaitu om Renald dan kakaknya Tara Daniel Craniello kau tahu kan siapa Daniel" ucap Rio dengan seriusnya.
"yah tentu saja aku tahu Daniel Craniello seorang pengusaha pesiar yang cukup terkenal di asia dan dia sangat di hormati sama semua bawahnya, dia juga bos agen bodyguard yang cukup terkenal di india" ucap Lewis mengingat kabar yang beredar tentang Daniel kakaknya Tara yang terciduk reporter.
"yah dan teman kita Karan sangat beruntung karena dia menikahi adiknya yaitu Tara sayang sekali adiknya jatuh ke tangan Karan pasti dia tidak bebas hidupnya, kau tahu kan seperti apa teman kita Karan" ucap Rio.
"tentu saja aku tahu seperti apa Karan dia laki laki terhormat yang di kejar banyak wanita cantik dan seksi tapi dia memiliki selera yang cukup tinggi Rio, apa kamu ingat saat kita ajak dia taruhan untuk melamar seorang wanita yang tidak dia kenal dan itu kesalahan kita juga karena sudah menantang nya" ucap Lewis mengingat kejadian masa lalu.
"yah tapi itu bagus karena akhirnya dia jatuh hati pada perempuan yang tidak mengenal nya dan Karan beruntung bisa meluluhkan hatinya, lihat sampai sekarang dia bahagia" ucap Rio merasa tenang karena temannya tidak jatuh hati pada perempuan yang salah.
"yah aku turut senang and anyway lanjut topik hartanya yang banyak itu apa kau tahu berapa nilai dari kekayaan nya Karan" tanya Lewis semakin penasaran dengan harta Karan.
"waktu itu dia mengajak aku sekali ke tempat sorum nya yang cukup jauh dari sini, dia kasih lihat semua koleksi nya saat itu dan tanpa sengaja aku melihat satu ruangan yang terbuka dan disana isinya uang semua. dalam hati aku berkata ini gila ternyata Karan punya uang sebanyak ini dan ini cash belum yang lainnya waoow it amazing man" ucap Rio menceritakan kejadian yang pernah dilihat.
"em yah dia seorang Crazy Rich ternyata Lewis pantas saja dia menolak warisan dari om Renald yang terkenal pebisnis sukses, kan gila anak mana yang nolak di kasih warisan sama bapak nya coba. yah kalo aku mana mungkin nolak iyah engga Lewis" tanya Rio meminta persetujuan Lewis.
"yah kamu benar Rio aku saja tidak pernah nolak di kasih apapun sama orang tua apalagi harta, tapi dari mana Karan punya uang sebanyak itu Rio dan kita tidak pernah tahu juga" tanya Lewis ingin tahu asal usulnya uang Karan.
__ADS_1
"hem.. kau tidak tahu kan dia punya banyak perusahaan dan rekan bisnis di luar negeri, di emirates arab dia punya saham, di itali dia juga punya saham di turki dia juga punya, di india dia punya di indonesia bahkan lebih banyak dari yang kita tahu Lewis dan itu semua dia mulai sejak masuk pendidikan menengah, kelas 10 dia sudah belajar bisnis menabung dan juga berinvestasi, luar biasa bukan teman kita yang satu ini.. dia gila"
ucap Rio menceritakan semuanya yang pernah dilihat dan diketahuinya.
"uwwaaooww pantas saja dia selalu menuruti setiap keinginan adik sepupu nya Jiyaa karna memang dia kaya mapan dan terpandang, dan bodohnya kita menganggap nya biasa" ucap Lewis meminta pendapat Rio.
"sekarang aku tahu dan mengerti kenapa kau bisa setenang ini Rio, hem pintar juga kau diam diam ternyata menghanyutkan yah hahaha.. tapi aku suka gaya mu bro that my friend and you know you mission hahaha" ucap Lewis lalu keduanya pun tertawa.
"kita sama kawan tapi kita bukan lawan atau teman makan teman tapi kita bekerja sama untuk membuat teman senang hati riang kantong senang, hahaha benar kan Lewis" ucap Rio meminta pendapatnya.
"yah kita memang teman yang baik patner yang baik dan karyawan yang kompeten bukan, hem aku jadi tidak sabar menunggu hadiah apa yang akan dia kasih Rio" tanya Lewis penasaran soal hadiah.
"aku pikir itu sebuah mobil sport dan hadiah lainnya mungkin saja naik jabatan kan, siapa tahu karena dia teman yang loyal pada setiap karyawan nya" ucap Rio menerka nerka.
"pintar kamu Ryan, gimana kerjaan disana apa lebih menyenangkan dari disini hum" tanya Rio cukup penasaran juga.
"yah lumayan karena orang tua aku dan istriku berasal dan tinggal disana jadi bisa di nikmati tapi ngomong ngomong kapan Karan pulang aku tidak sabar menanti hadiah dan jabatan" ucap Ryan sudah berpikir kesana.
"waah wah rupanya hanya aku yang tidak tahu dan tidak mengerti apa apa disini hum. hebat kalian memang teman yang baik yah" ucap Lewis merasa di rugikan karena tidak tahu.
"bisa bisanya kalian tidak mengajak atau kasih tahu aku hal seperti ini, jika aku tahu aku tidak akan bawel seperti ini pada si Karan pria loyal dan dingin itu, jadi sejak kapan kalian memiliki pemahaman seperti ini?" tanya Lewis pada kedua temannya ini.
__ADS_1
"em sejak Karan menikah dengan Tara yah tepatnya seperti itu" ucap Rio lalu di angguki oleh Ryan untuk membenarkannya.
"yah setelah menikah dengan Tara Karan jadi posesif lalu pekerjaan nya di limpahkan pada kita bertiga dan untuk pertama kalinya dia kasih kita mobil sport yang fantastik" lanjut Ryan menjelaskan rinciannya.
"lalu Karan semakin menjadi jadi posesif nya cemburuan nya sampai dia rela tinggalkan kantor demi terus berada di dekat istrinya" ucap Rio lanjut bercerita.
"dan akhirnya aku dan Rio mengetahui satu hal bahwa Karan teman kita yang terkenal cuek dan dinginnya pada setiap wanita ternyata dia bisa tergila gila juga dengan istrinya itu" ucap Ryan terus berbicara.
"sampailah aku dan Ryan menyadari bahwa Karan sangat kaya selama ini dia terlihat biasa biasa saja hidupnya namun di dalam semua itu dia menyembunyikan harta dan saham sahamnya itu tanpa ada yang tahu" ucap Rio yang mengetahui lebih dulu.
"wah kalian hebat benar benar hebat ternyata kalian bisa memecahkan rahasia teman kita hahaha, ini terdengar seperti kata kata yang jahat namun kita tidak membuatnya miskin kan Rio, Ryan jika dia terus kasih mobil" ucap Lewis dengan omong kosongnya lalu tertawa.
Hahaha.. "itu tidak akan terjadi Lewis" ucap Rio ikut tertawa. "yah hahaha tapi aku senang punya teman seperti Karan dia keren" ucap Ryan memuji temannya Karan.
Ketiga tertawa senang walaupun capek di awal karena banyak pekerjaan bos mereka yang di tinggalkan mungkin berkas berkas yang ada di ruangan Karan sudah sebesar mungkin di ruangannya karena tidak ada yang mengerjakan oleh karena itu Karan kasih tugas pada teman temannya yang mengerti.
*****
Haaciih.. "seperti ada yang membicarakan ku siapa malam malam gini membicarakan ku" ucap Karan merasa ada yang menertawakan dirinya karena beberapa kali bersin.
"Uum.. ada apa hubby" tanya sang istri yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
"tidak ada sayang.. ayo tidur lagi" ucap Karan merasa senang bisa berduaan saja.