Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
Chapter 31


__ADS_3

Happy reading everyone 🤗📒🥛


" siang pak Karan, seperti yang anda lihat saya sangat sehat dan baik, maaf jika saya dan istri merepotkan anda " ucap Nicolas yang merasa tidak enak.


" ah pak Nico bisa saja.. saya dan istri tidak pernah merasa direpotkan dan terutama kami sudah menganggap Nadia sebagai keluarga jadi sering seringlah main ke rumah saya pak "


ucap Karan, ia akan berbicara formal saat saat ada pekerja atau bawahan mereka.


lalu kedua pria ini pun masuk setelan di persilahkan dengan pemilik rumah ini.


" ayo pak Nico.. kita langsung ke ruang makan aja, mereka berdua sudah beres " ucap Karan, mempersiapkan masuk.


" hai pah.. akhirnya sampai juga " ucap Nadia yang sudah berada di kursi.


" hai mah.. pasti dong kan mau nemenin " ucap sang suami, Nicolas cukup senang melihat sang istri akrab dengan istri rekan bisnisnya ini.. karena sejak menikah sang istri lebih tertutup dan mengurung diri.


" sini pah.. dekat aku " ucap Nadia, langsung menujuk kursi disebelahnya.


" oke mah " ucap Nicolas, yang sedari tadi dilihat oleh rekan dan juga istrinya.


" selamat makan pak Nico " ucap Karan, ia cukup kaget melihat rekannya ini begitu lembut dan penurut saat bersama istrinya, sangat berbeda saat di jauh dari istrinya.


" selamat makan pak.. eh Karan, biar lebih akrab karena kita bukan di tempat kerja " ucap Nicolas, sebenarnya sedari tadi ia merasa tidak nyaman..tapi masih diluar.


" ah baiklah Nico.. silahkan makan " ucapnya, lalu sang istri pun sudah memenuhi lauk pauk di piring sang suami.



selesai makan siang bersama, kedua pasangan ini melanjutkan obrolan di ruang tamu.. pria dengan pria, wanita dengan wanita, mereka membicarakan seputar ibu hamil dan juga bisnis yang akan mereka kembangkan tahun ini, karena Karan merasa sikap sang istri sedikit berbeda dari biasanya, akhirnya ia pun bertanya seperti apa ciri ciri wanita jika sedang bad mood dan hamil, karena Karan pun selalu memperhitungkan tanggal dirinya menikahi sang istri, dan sempat bertanya pada dokter tentang kesuburan wanita dan berapa lamanya.


" sepertinya sudah sore, kalau begitu kami pamit pulang Karan, ayo mah " ucap Nicolas, istrinya sangat betah disini.


" ah baiklah Nico.. terimakasih buat masukan dan infonya, sering sering main kesini yah, karena disini sepi biar ramai "


ucap Karan, bersyukur punya rekan bisa berbagi informasi seputar wanita hamil.


" ah.. seharusnya saya yang berterima kasih karena sudah dijamu dengan baik, dan terimakasih karena sudah baik pada istrinya saya, Nadia terlihat happy disini "


ucap Nicolas, ia pun jadi senang kesini.


" sama sama Nico, nanti kabari saya kapan kita akan membahas datangnya jam tangan rolex yang tadi kita bahas "


ucap Karan, karena ia bekerja sama dari berbagai penjuru pengusaha agar kantor tidak ketinggalan apa yang berkembang.


" baiklah Karan.. nanti lain waktu main lah ke rumah saya, biar kita sama sama tahu"


ucap Nicolas, karena dirinya juga ingin menjamu nya, biar sama sama andil.


"oh baiklah..lain waktu kami akan kesana" ucap Karan, ke empatnya pun keluar rumah, ia dan istri mengantar tamunya ini.


" ka Tara jangan lupa hubungi aku yah " ucap Nadia, ia benar benar tidak ingin pulang dari rumah kaka angkatnya ini.


" iyah jangan khawatir nanti jika aku lupa ingatkan yah.. maklum kan " ucap Tara, ia mengatakan yang sejujurnya jika saat ini ia mudah lupa atau pikun mungkin.


" hemm baiklah.. nanti aku hubungi, dadah ka Tara.. emm i miss you " ucapnya seperti anak kecil yang tidak mau lepas dari mainannya ini.


" ehm.. miss you too, jaga kesehatan yah" ucap Tara, hah benar benar seperti ia punya adik kecil yang baru belajar mandiri


__ADS_1


" itu bibir kenapa.. kok bisa seperti itu " ucap sang suami Nicolas, ia ngemes lihat tingkah konyol sang istri, benar benar yah.


" sebenarnya aku masih ingin disana, tapi kamu sudah mengajak pulang huhm " ucapnya, merasa lesu di ajak pulang.


" baiklah nanti kita akan main lagi, karena tidak baik jika berlama-lama di rumah " ucap Nicolas, karena itu rumah orang lain jika rumah keluarga mungkin tidak apa.


" janji yah.. tapi tadi katanya kita yang akan menjamu mereka di rumah kita " ucap Nadia, ia baru ingat tentang ini.


" iyah nanti mereka juga akan mengabari kapan mereka akan main ke rumah kita " ucap Nicolas, jadi tidak perlu khawatir.


" hemm.. sepertinya itu akan sangat lama" ucap Nadia, yang sudah tahu kondisinya.


" ehm kenapa memangnya, apa ada masalah atau kesibukan kaka mu " ucap Nicolas, yang penasaran pada istrinya ini.


" emh.. tidak apa-apa, karena aku sedikit memahami sifat dan karakter ka Tara " ucapnya, memang tahu bahwa wanita hamil pasti moodnya berubah ubah.


" wah wah.. belum lama mengenalnya kamu sudah sedekat ini, sepertinya kaka mu punya daya tarik tersendiri yah " ucap Nicolas, lihat istrinya tertarik sekali.


" apa maksudnya itu, aku mengagumi dan menyayanginya seperti ini apa salah " ucap Nadia, yang belum mengerti suami.


" yah karena yang aku tahu istriku ini tidak mudah akrab atau dekat dengan orang lain, bagaimana aku tidak khawatir kan "


ucap Nicolas, karena itu memang benar.


" Ooh.. itu karena ka tar asyik diajak ngobrolnya dan pemahaman yang baik, jadi aku benar benar senang jika ada dia "


ucap Nadia, yang jujur dengan perasaan.


" ehm baiklah.. jika kamu nyaman dan senang aku bisa mengizinkan mu kapan pun kamu main kesana tapi harus izin ya "


ucap Nicolas, yang tidak lagi khawatir.


" sayang kamu mau kemana " ucap Karan, yang melihat sang istri tidak ikut ke atas menuju ke kamar mereka berdua.


" ke dapur.. ya ampun kamu ini, aku ke dapur aja ditanya huhm benar benar ya " ucap Tara, yang merasa suaminya ini sangat tidak ingin ditinggal sebentar pun.


" aku kira mau keluar lagi " ucapnya yang khawatir karena tadi pagi sang istri mual muntah tapi sekarang baik baik aja.. pas.


" aku hanya amil minum dan buah " ucapnya yang tidak ingin dilihat suami jika ia meminum vitamin dari Dr Yiran, karena ingin memberi suprise pada suami


" oh baiklah.. aku tunggu yah " ucapnya yang senang, melihat sang istri sehat.. padahal di atas ada lemari pendingin juga dan air minum, tapi ya sudahlah ikuti aja.


" hemm.. " Tara hanya menggelengkan kepalanya melihat dan mendengar kata-kata sang suami seperti itu, Tara paham pasti ada mau, karena selama tinggal bersama Tara mengamati sifat suaminya.


jika tidak salah hari ini adalah hari minggu yang berarti seperti minggu minggu yang lalu yang mereka lewati selama satu bulan lebih ini, benar benar luar biasa.


Setelah meminum vitamin dan susu ibu hamil yang sempat ia beli saat diluar tadi, ia mampir ke mini market membelinya. sudah habis diminum susunya Tara pun kembali ke kamarnya, dan ternyata suami nya tidak ada setelah ia sampai di kamar, mungkin lagi di ruang kerjanya, jadi Tara memutuskan untuk mandi terlebih dahulu untuk berjaga jaga takut apa yang dikiranya itu adalah kenyataannya benar.


lama beranda di dalam kamar mandi hampir setengah jam, ada beberapa hal yang sempat dirinya tanyakan pada sang dokter tadi siang, dokter apakah boleh jika wanita hamil melakukan hubungan suami istri?.. sang dokter menjawab boleh boleh saja jika itu masih dalam konteks yang wajar dan tidak boleh berlebihan karena tidak baik untuk sang janin karena takut sesuatu yang tidak diinginkan bisa terjadi karena berlebihan, tapi bagaimana cara Tara memberikan pengertian pada sang suami, karena ia ingin memberi suprise besok pagi dengan testpack yang dirinya beli bersama susu.


Huuhf segarnya aku tidak salah memilih sabun cairnya benar benar harum dan segar di pakainya, sangat menenangkan jiwa dan pikiran yang lelah sesaat tadi.


kini Tara sudah berada di ruang ganti pakaian memilih milih apa yang mau di pakai, apa seperti ini mood wanita hamil.



Saat dirinya memakai lip cream ternyata sang suami sudah masuk dan melihatnya tanpa berkedip mata, menatapnya dengan inten seakan sedang mengawasi dirinya, dan ternyata apa yang tadi terlintas di pikiran Tara benar adanya.. melihat sang suami sudah rapih dengan pakaian pasti pria ini sudah mandi terlebih dahulu.


__ADS_1


Tara sang istri pun tersenyum dengan memperlihatkan gigi putih dan ratanya ini, melihat sang suami yang hanya diam, membuatnya menahan tawa karena lucu.. lihat ekspresi wajah sang suami saat ini tidak dapat Tara mengerti karena kali ini berbeda dari hari hari sebelumnya apa ini.



" sepertinya ada seorang wanita cantik yang berusaha membuat aku terpana " ucap sang suami, akhirnya membuka suara juga karena terlalu ngemes melihat sang istri yang memakai lip creamnya itu.


" hehm.. tidak ada wanita seperti itu, kamu nya aja yang berlebihan dan masuk di waktu yang tidak pas ini " ucap sang istri, karena tidak berniat untuk seperti itu.


" wah berarti pria itu sangat beruntung bisa melihat bidadari saat seperti ini " ucap sang suami, dengan senang dirinya berjalan mendekati istri cantiknya ini.


" jangan memulai hubby " ucap Tara, jika tidak salah ia baru memanggil suaminya ini sedari tadi siang, tidak panggil hubby.. mengingat ini ia pun tersenyum manis, kasihan suaminya ia acuhkan sedari tadi.


" aku berkata jujur dan benar, dan aku khawatir jika istriku dilihat oleh laki laki lain aku sudah tidak rela itu terjadi " ucap Karan, benar benar mulai posesifnya.


" kamu laki laki pertama yang sedekat ini dan seintim ini denganku, walau diluar sana beredar foto mesra ku dengan pria lain, tapi sungguh tidak ada yang seperti kamu lakukan padaku..seperti itu hanya kamu yang bisa melakukan hal itu "


ucap sang istri, jujur hanya suaminya.


" yah dan aku sungguh bersyukur dan senang mengetahui bahwa aku adalah pria pertama dan tentu aku bahagia sekali denganmu, tidak bisa mengekspresikan perasaan ku terhadap istri tercintaku ini, bagaimana keadaanmu sayang "


ucap sang suami, dengan lembut dan bangga karena menikahi wanita cantik.


" aku sudah lebih baik dari sebelumnya, apa pekerjaan mu sudah selesai dan.. " ucapnya terhenti saat sang suami sudah berada di dekatnya dan menciumnya, sebelum sang istri selesaikan bicaranya.


Begitu dalam perasaan sang suami sampai dirinya tidak bisa berkata apa-apa, Karan memperlihatkan perasaannya pada sang istri melalui sentuhan, kecupan dan kecupan Karan berikan pada istrinya, sang istri Tara dapat melihat perlakuan dari sang suami, perlakuan penuh cinta dan kasih sayang, mendamba dan memuja sang istri yang begitu dia cintai, kini Tara dapat mengetahui perasaan itu dari perlakuan sang suami, ia melihat begitu manis dan hangatnya sang suami kepada nya sehingga sang istri terbawa suasana hati, keduanya saling memperlihatkan perasaan masing-masing menyentuh dan memeluknya dengan erat menciumnya dengan penuh perasaan, bukan lagi hanya sekedar suka atau perasaan menggebu.


membelai sang istri dengan penuh cinta dan kasih sayang, tidak ada nafsu di dalamnya atau perasaan lainnya.. Karan benar benar memperlihatkan dirinya..


membawa sang istri dengan perlahan mengangkatnya membawa sang istri dengan penuh cinta tatapan keduanya..


" ehem.. ini masih terlalu awal hubby " ucap sang istri, sempat sempat berkomentar disaat romantis seperti ini.


" sepertinya hari ini tidak ada waktu terlalu awal ataupun cepat huhm.. " ucap sang suami, yang sudah menaruh sang istri dengan perlahan dan hati-hati.


.


.


.


.


.


💐💐💐


.


.


.


.


.


Hayoung haseo everyone 🤗


STAY safe and healthy always 😇

__ADS_1


Jangan lupa untuk terus mendukung author dan Cerita ini mohon klik tombol like vote comen dan share Terimakasih.


__ADS_2