Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 82 Tadi malam


__ADS_3

happy reading guys stay safe and health


Siang hari Nadia tersenyum saat sedang menonton drama korea, mengingat tadi malam dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu sungguh menggemaskan walau harus mandi dua kali nyatanya Nadia menikmati setiap perlakuan suami.


"hem punya suami posesif memang repot jika saja aku tidak mencintai nya pasti aku sudah meninggalkan nya sendiri" ucap Nadia berbicara sendiri


"mah mama bicara dengan siapa" tanya Natan bingung melihat mamanya bicara padahal tidak ada siapa siapa.


sang anak bingung saat ke luar kamar tapi malah melihat mamanya bicara sambil senyum senyum sendiri apa yang lucu dan dimana letak lucunya padahal yang di tonton mamanya itu adalah film sedih.


"em ini sayang sama film tadinya ada yang lucu tapi kok berubah jadi mewek yah" balas sang mama, Nadia cukup kaget karena tidak sadar menonton film sedih tapi pikirannya malah mengingat semalam


"oh..mama sudah makan siang oh iya mah bagaimana dengan adik ku mah dia laki laki atau perempuan kira kira mah" ucap Natan penasaran dengan adiknya.


"dede baik dan sehat sayang tapi belum tahu jenis kelamin nya untuk saat ini karena masih terlalu kecil nanti beberapa bulan lagi baru bisa di lihat sayang"


ucap Nadia tersenyum pada putra.


"oh seperti itu mah baiklah nanti aku akan bertanya lagi beberapa bulan kemudian dan mama juga jangan sampai lupa yah mah ingatkan aku jika aku lupa"


ucap Natan sudah seperti anak dewasa cara bicara dan berpikir nya ini.


"Iyah nanti mama ingatkan setelah di cek sekarang kita makan siang yuk" ucap Nadia lalu mengajak putranya makan.


Nadia dan putranya Natan hanya makan berdua saja karena jauh dari kedua keluarga baik dari ayah nya ataupun ayah mertuanya karena Nadia tinggal di negara yang tempati oleh suaminya adalah negara asing yang tidak di kenal kerabat atau keluarga hanya untuk berbisnis dan akhirnya Nicolas pun berinisiatif untuk pindah kewarganegaraan karena ia merasa nyaman dan tenang berada disini.


Di tempat lain ternyata Stevie sudah mau melahirkan setelah pulang dari negara kelahirannya yaitu india tempatnya di delhi walaupun ia lahir di kota besar namun ia tidak pernah lupa dengan tradisi yang ada sejak jaman nenek moyang peraturan sudah ada di negaranya oleh karena itu ia hanya bisa mengikuti dengan patuh di setiap rituan keadatan yang kental.

__ADS_1


Namun setelah ia memutuskan untuk pindah keyakinan dan kewarganegaraan Stevie pun mulai mempelajari banyak hal di negara asal suaminya ini ternyata disini sangat ramah dan santun para penduduk yang ada di negara suaminya ini Stevie pun merasa nyaman dan senang disini.


"dok istri saya sudah melahirkan atau belum dimana ruangan nya dok" tanya Farhan khawatir dan gugup.


Saat sedang ada meeting tiba tiba dapat panggilan telepon dari pihak rumah sakit dan ternyata yang menelpon adalah supir istrinya karena supir sudah berusaha untuk menghubungi bosnya beberapa kali namun tak ada jawab satupun dari sang bos maupun asisten bosnya itu lalu supir pun menghubungi resepsionis setelah mengetahui berita itu karyawan itu pun segera ke ruangan meeting memberitahu asisten bosnya saat mendengar Farhan segera mengalihkan pekerjaannya pada asistennya itu lalu segera ke rumah sakit.


"tenang pak istri anda belum melahirkan karena pembukaannya baru di tahap 5 jadi masih menunggu beberapa jam sampai ke tahap pembukaan terakhir yaitu 10 baru kita bisa langsung bergerak saat ini istri anda ada di ruangan bersalin pak"


ucap sang dokter memberikan penjelasan pada suami pasien nya ini.


"baiklah terimakasih dokter sana akan temui istri saya dok.. terimakasih dok" balas Farhan lalu segera berlarian.


"sayang.. sayang apakah sakit" tanya Farhan pada istrinya setelah masuk.


"em iyah sakit sayang tapi aku masih bisa mengatasinya tolong usap usap perut ku sayang dan genggam tangan ku sayang" ucap Stevie walau sakit tapi ia masih bisa menahan rasa sakitnya ini.


"baby kamu jangan nakal yah di dalam dan kamu harus bantu mama maka keluarlah dengan cara yang paling mudah oke" ucap Farhan berbicara pada perut istrinya


Melihat sang suami menepati janjinya dan memegang teguh perkataannya Stevie pun tersenyum senang dan bahagia karna ia tidak salah memilih suami dan ternyata apa yang di impikan nya ini terwujud.


***


"jam 6 hubby aku minta tolong kamu buatkan anak anak sarapan karena aku tidak bisa membuatnya pagi ini" ucap sang istri sambil memejamkan mata.


"baiklah sayang aku mengerti dan jangan khawatir karena ini salahku jadi aku harus bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat pada mamanya anak anak" ucap sang suami bangun dari tidurnya.


"tapi kiss dulu yah sayang" ucapnya lagi lalu tanpa menunggu balasan Karan mencium bibir kening dan wajah istrinya.

__ADS_1


"sudah cukup nanti kamu tidak bisa berhenti sana temui putri mu lebih dulu asi nya ada di dalam lemari pendingin hubby" ucap sang istri, Tara segera melepas ciuman dari suaminya sebelum khilaf.


"baiklah sayang aku mengerti" balas Karan lalu segera keluar dari kamarnya.


Setelah suaminya itu benar benar sudah keluar barulah Tara bangun merapihkan tempat yang berantakan karena ulah suami sebelum putranya masuk dan bertanya tanya tentang apa yang terjadi.


Sepuluh menit sudah selesai Tara kembali ke tempat tidurnya melihat handphone nya ternyata wajahnya sudah seperti mayat hidup sangat terlihat kurang tidur dan ini karena ulah suami yang cukup gila.


"huuhf.. aku punya suami yang mesum posesif dan pecemburu alhasil seperti ini saat dia kalaf maka aku akan kewalahan" ucap Tara berbicara sendiri saat melihat cerminan nya di handphone nya.


Lalu Tara memutuskan untuk melanjutkan tidurnya mungkin ia akan bangun saat waktu makan siang agar energinya kembali terkumpul seutuhnya barulah ia bisa beraktivitas lagi mengurus anak anak nya yang tak sempat dilihatnya pagi ini.


Selesai mengurusi putrinya Karan membawa baby Kalin ke ruang makan untuk ikut sarapan bersama kakaknya lalu Karan segera mengambil makanan yang di pesannya ternyata sudah sampai di depan pintu kamar hotelnya setelah membayar ia kembali ke dalam dan menyiapkan nya karena tak sempat membuatkan sarapan jadi mau tak mau Karan memesannya.


"loh papa pesan makanan memang mama dimana pah" tanya Kataj tidak melihat keberadaan mamanya disini.


"oh mama lagi butuh istirahat boy karena mama kurang fit jadi papa yang akan mengurus keperluan kamu dan adik mu tidak apa apa kan papa yang gantiin"


ucap Karan pada putranya yang sangat pintar membaca situasi bisa di bilang jenius karena di usianya yang masih belia.


"oh mama kurang sehat kalau begitu aku akan bawakan sarapan untuk mama pah" balas sang putra berniat membawakan.


"em boy sepertinya kamu tidak perlu karena mama berpesan tadi ingin tidur tanpa di ganggu jadi bagaimana kalau nanti siang saja kita bangunkan mama"


ucap sang papa, Karan coba menahan putranya karena ia tak mau putranya tahu dan melihat kamarnya yang berantakan.


"tapi mama kan belum sarapan pah" ucap Kataj khawatir pada mamanya.

__ADS_1


"iyah tapi tadi mama bilang nanti kalau sudah lapar pasti mama turun boy" balas papanya Kataj sudah takut lebih dulu.


__ADS_2