
Happy reading everyone π€ππ₯
"em.. pasti kak Karan sangat bahagia bisa mencintai dan dicintai oleh wanita seperti kak Tara ini, udah baik cantik pintar lagi"
ucap Stevie, jika dirinya adalah seorang pria pasti jatuh hati bahkan mencintainya
"aku sangat bahagia dan senang, aku bersyukur atas apa yang telah Allah berikan padaku, dia adalah satu satunya wanita yang mampu mencuri perhatian dan duniaku, aku bahkan tidak bisa jauh"
ucap Karan, dengan jujurnya ia berkata begitu tanpa rasa malu mengutarakannya
"waoow.. dapat pernyataan cinta nih kak Tara, aku senang mendengar dan melihat kalian berdua bahagia dan semoga selalu bahagia, sehat dan harmonis selalu amin"
ucap Stevie. yang diamini dengan kedua pasangan yang sedang di do'akan juga.
Dan semua pun makan malam bersama dengan tenang, setelah bercerita satu dan lainnya, Stevie merasa sangat senang karena dirinya dianggap di keluarga calon suaminya, yang tadinya hanya mendengar cerita mengenai kaka iparnya yang wanita sangat baik dan cantik, ternyata itu benar setelah ia dekat dan tinggal bersama barulah seseorang akan terlihat kebaikan serta ketulusan yang ada dalam hatinya, lembut cantik dan pintar, em pria mana yang tidak tergila gila padanya, pantas saja Kaka iparnya yang pria itu yang terkenal tegas pendiam dan tertutup kehidupannya namun dibalik semua itu sekarang Kaka iparnya ini adalah pria yang bucin dan posesif terhadap istrinya, tadinya Stevie tidak percaya bahwa Farhan pasti hanya membual tapi ternyata semua itu benar namun kini sudah berubah menjadi sosok yang hangat terhadap siapapun. βΊοΈ mungkin itu semua bisa terjadi karena cinta istrinya.
beberapa menu tersaji dengan rapih, hari ini nafsu makan dan selera makan bumil sedang bagus karena masakan Indonesia yang ingin dimakannya, walaupun ada beberapa menu luar negeri namun tetap kembali pada selera masakan Indonesia.
Setelah selesai dengan makan malam Tara dan sang suami kembali ke atas, dan Stevie kembali ke kamarnya, sebelumnya Tara mengatakan beberapa hal pada adik iparnya itu, jika dirinya memerlukan sesuatu atau apapun itu mintalah bantuan pada bibik dan mamang yang berjaga di luar rumah, atau panggil saja Kaka ipar jika itu perlu dan Stevie pun mengerti itu, namun ia tidak ingin mengganggu siapa saja, terkecuali ia benar benar tidak tahu dan butuh bantuan orang lain barulah ia bicara, bila semua sudah tersedia jadi ia pun hanya ingin beristirahat di kamar saja
β’
Saat ini jam menunjukkan pukul sembilan malam, namun sang suami sudah tidak enak diam, entah apa yang di pikirannya. namun Tara tetap tenang seolah-olah tidak ada apa apa, karena ia sudah hapal akan kegelisahan suaminya pasti tidak jauh jauh dari sana karena itulah ia diam.
"sayang kamu sudah mau tidur" tanya sang suami, yang tidak bisa tidur cepat
"hm.. aku sudah mengantuk jika kamu masih ingin bertanya tanya besok saja ya" ucap sang istri, baru ia mau memejamkan mata tapi suaminya sudah memeluknya dan seperti biasa tangan serta bibirnya tidak bisa tinggal diam, heumm.. dasar.
"ya ampun sayang kamu lupa kalau kamu masih ada pelayanan belum terpenuhi" ucap sang suami, berbicara namun anehnya tangan serta bibirnya tidak bisa diam saja, tapi tetap berkerja kesana sini.
"bisa di pending engga hubby, aku sudah mengantuk dan ingin segera tidur π" ucap sang istri dengan wajah melasnya..
"emm gimana yah?.." ucap sang suami yang sudah bersemangat mangatnya..
**
__ADS_1
hallo honey..kamu sudah makan" tanya Farhan di sembarang sana via video call.
sudah tadi bersama ka Tara dan kak Karan, ternyata yang kamu bilang itu benar. Kaka kamu banyak perubahan"
ucap Stevie, mengetahui bahwa calon kaka iparnya banyak berubah.
yah itulah hebatnya kak Tara, ia bisa menyulap pria dingin dan cuek itu menjadi pria bucin dan posesif sekali"
ucap Farhan, yang malah ngomongin kakaknya sendiri, benar benar 11 12 haha.
kamu sudah makan..gimana kerjaannya" ucap Stevie, walaupun saat ini statusnya adalah tunangannya namun Stevie sudah merasa seperti istrinya, karena selalu khawatir dan peduli terhadap Farhan.
sudah.. cukup baik untuk awalnya dan semoga aku bisa menyelesaikan sebelum waktunya, karena aku tidak bisa hidup tanpa dirimu honey" ucapnya, memulai
hmm.. mulai.. mulai deh kumat yah, yaudah aku mau istirahat nanti kita sambung lagi kalau kamu sudah pulang"
ucap Stevie, lalu ia tertawa dengan puas karena setiap Farhan mulai menggombal tentu saja Stevie punya cara mengakhiri.
haahh.. kamu kebiasaan deh, yaudah have a nice dream honey ππ" ucap Farhan lalu mengakhiri panggilannya.
up's hahahaha, Stevie masih tertawa walaupun panggilan telepon sudah berakhir, mungkin masih teringat lucunya.
β’
"mm.. apa mah, kamu masih mules" ucap Nicolas, padahal tadi sore sudah mau diajak check namun sang istri tidak mau.
"pah sepertinya sudah waktunya deh, soalnya kali ini mulesnya beneran sakit pah, duh aduhh.. beneran pah, ayo cepat"
ucap Nadia yang merasa kepala sang bayi sudah berada di ujung jalannya.
"hahh.. kamu beneran mau melahirkan" ucap sang suami, lalu Nicolas langsung mengangkat sang istri dengan sigap.
Berlari keluar rumah langsung menuju parkiran mobil, begitu selesai memasang sabuk pengaman, segera menyalakan mesin mobil lalu dengan cepat Nicolas membawa kendaraannya melaju dengan kecepatan 100cc. tidak lama kemudian hanya memakan waktu sekitar 30 menit ia pun sampai di rumah sakit.
Para dokter dan perawat segera berlari ketika di perjalanan Nicolas menelpon dokter yang ia kenal yaitu dokter Yiran Katrina, adalah teman sekampusnya bersama Karan, mereka bertiga proposional dalam mata kuliahnya tidak ada satupun dari ketiga orang itu yang memiliki hubungan atau menjalin kasih, karena niat mereka adalah berteman.
"bagaimana dokter.. apa istri saya akan melahirkan sekarang juga" ucap Nicolas, karena panik ia tidak sempat ber sapa tanya atau sekedar berbasa basi.
"ibu Nadia sudah pembukaan delapan pak, tunggu sampai pembukaan sepuluh baru kita akan bantu dalam persalinannya" ucap dokter Yiran.
"apakah masih lama dok, sepertinya istri saya sudah kesakitan dok.. apakah bisa di percepat persalinannya dokter" ucap Nicolas, ia benar benar khawatir dengan sang istri, karena ia tidak tahu apa yang dirasakan oleh istri sepertinya sakit sekali
__ADS_1
"sabar yah pak kalau mau persalinannya lancar memang prosesnya lama harus menunggu pembukaan sepuluh, kecuali melalui cesar baru kita akan bertindak sekarang juga untuk membedahnya"
ucap sang dokter kandungan.
"apaa.. kalau begitu normal aja deh dok persalinannya saya engga sanggup melihat perut istri saya di bedah gitu, iihh serem..kasian nanti istri saya, perutnya engga mulus seperti awalnya" ucap Nicolas yang masih sempat sempatnya berpikir perut sang istri akan bekas luka.
ikhh kesal sang istri mencubit perut suaminya, udah tahu istrinya nahan sakit eh malah sang suami ngelawak lagi π π
"aww.. sakit sayang, kenapa kamu cubit aku.. apa baby nya udah engga sabar" ucap Nicolas yang menahan sakit di perut
Bersambung...
Ayoo siapa yang setuju kalau up 2x sehari silahkan komentar sebanyak mungkin dan sebagai tanda kalian setuju hehe Jangan lupa untuk memberikan voting nya yah π
.
.
.
.
.
πππ
.
.
.
.
.
Hayoung haseo everyone π€
Stay safe and healthy always π
Terimakasih sudah membaca cerita ini JANGAN lupa berikan vote, komen, like dan share cerita Author lainnya πβ₯οΈπ
__ADS_1