
Happy reading everyone 🤗📒💐
Senyuman pun terpatri di wajah sang istri kenapa suaminya bersikap cuek seperti ini mungkin saja itu karena suaminya tidak mendapatkan jatahnya tadi malam bahkan sebuah kecupan saja tidak dapat, dan Tara pun tersenyum geli melihat sang suami yang seperti ini, mungkin kah suaminya ini bisa berselingkuh darinya jika satu malam saja tidak bisa bersama tapi sikapnya sudah seperti ini, apakah suamiku akan berselingkuh disaat aku tidak bisa melayaninya setelah melahirkan bayi, karena setelah melahirkan seorang wanita tidak bisa digauli oleh suaminya saat sedang nifas? jika satu hari saja tidak bisa menahan diri bagaimana nanti.. mungkin akan lebih dari empat puluh hari.. emm bagaimana ini cara menjelaskannya apa suamiku bisa menahan diri selama itu?.. Tara terus berpikir ada rasa takut dan khawatir apa mungkin suaminya akan berpaling darinya atau akan meninggalkan dirinya sendiri?..
Pertanyaan pertanyaan ini seolah olah berputar di dalam kepalanya. memikirkan nya saja Tara tidak sanggup apalagi jika itu akan menjadi kenyataan apa bisa dirinya menerima kenyataan itu, apa bisa dirinya berbagi suami dengan wanita lain.
Huuuhft setelah berpikir lama Tara menarik nafas dalam-dalam mencoba untuk melawan pikirannya yang buruk.
Melihat sang istri seperti orang yang sedang banyak masalah akhirnya Karan mendekati sang istri, karena takut terjadi sesuatu pada istrinya ini. cueknya pun hilang seketika karena melihat sang istri.
"sayang ada apa?.. kamu kenapa, mau kita periksa ke rumah sakit" ucap sang suami, yang sudah lembut dan hangat.
"ekhem.. tidak aku hanya sedikit pusing, mungkin tadi terlalu lama mandi" ucap sang istri, yang menepis pikiran jeleknya.
"yaudah ayo istirahat jangan lama lama berdandan karena kamu udah cantik" ucap sang suami yang berkata jujur.
"huem kamu engga lagi gombal kan..akh" ucap sang istri teriak saat berdiri tiba tiba suaminya ini mengangkat tubuhnya.
"kamu kebiasaan hubby kenapa engga bilang dulu kalau mau angkat aku" protes sang istri saat dirasa tubuhnya melayang.
"kelamaan sayang kalau aku bilang dulu, kan kamu lagi sakit jadi harus cepat" ucap sang suami, kenapa harus bilang..
"kalau kamu sakit berarti aku engga ke kantor hari karena mau menemani kamu" ucapnya lagi, Karan menaruh sang istri dengan perlahan seolah sesuatu yang berharga apabila jatuh hilang sudah.
"kenapa seperti itu, aku kan engga sakit hanya sakit kepala aja dan ada yang lebih penting dari ini, kenapa kamu cuekin aku"
ucap sang istri, mengingat tadi saat sang suami mendiaminya padahal engga salah.
"hemm.. walaupun kamu hanya sakit kepala tetap aja namanya sakit jadi aku tidak akan ke kantor, aku engga cuekin kamu aku hanya kesal pada diri sendiri karena aku berpikir jorok disaat yang tidak tepat, oleh karena itu aku diam saja"
ucap sang suami, karena itulah yang sebenarnya terjadi pada dirinya sendiri.
"haah.. berpikir jorok seperti apa, kamu mikirin wanita lain yah" tanya sang istri yang kepikiran kembali pikiran buruknya.
"siapa juga yang mikirin wanita lain jika di rumah aku sudah punya yang lebih baik lebih cantik lebih seksi, pengertian dan peduli terhadap keinginan suaminya ini"
ucap sang suami, untuk apa cari yang baru jika yang dirumah saja sudah sempurna seperti bidadari, memang yang diluar bisa jamin lebih dari ini, dan setia seperti yang di rumah.. tentu saja tidak.
__ADS_1
"lalu apa yang membuat kamu berpikiran jorok hubby, ternyata kamu pria gombal" ucap sang istri yang baru sadar jika sang suami adalah pria yang berkata manis.
"apa sih gombal gombal terus, lagian sama istri sendiri itu boleh engga ada larangan sayang..sah sah aja gombal juga kenapa pikiran aku jorok saat aku melihat kamu terlalu cantik dan seksi so gitu deh"
ucap sang suami dengan mudahnya berkata jujur pada apa yang dipikirkannya.
"apaa.. dari mana seksinya berpakaian seperti ini hubby, jangan bilang hal jorok seperti apa yang kamu lakukan biasanya, kamu benar benar mesum yah hubby"
ucap sang istri, yang Tara ketahui bahwa sang suami adalah pria aneh dengan pikiran anehnya karena saat berdua saja sang suami sering kali meminta hal hal aneh yang dirinya tidak mengerti, misalnya gaya gaya saat berhubungan.
"yah kamu benar sayang..itu yang ada dalam pikiran aku, dan mesum sama istri sendiri itu engga apa apa sayang, boleh sudah sah jadi engga masalah, lagian sudah halal bihalal enak kan sayang 😊"
ucap sang suami, dikiranya makanan kali.
"huuuhft..sepertinya bicara sama kamu hanya bikin kepala aku tambah sakit aja, sekarang kamu siap siap aja ke kantor. karena aku mau istirahat tanpa diganggu yah nanti kalau kamu sundah pulang, baru kamu boleh dekati aku ganggu aku oke"
ucap sang istri tanpa kode dan skip karena bicara sama suami yang mesum.
Senyum manis pun terpatri di wajah sang suami, karena dia mendapati lampu hijau yang berarti sebelum meminta makanan pada sang istri, namun istri terlebih dulu menyiapkan makanan untuk sang suami.
ucap sang suami dengan senyuman indah nya, Karan berganti pakaian terdahulu lalu mencium semua yang ada di istrinya ini.
Setelah menciumi wajah sang istri kening kepala perut, tangan dan terakhir bibirnya. barulah Karan pergi berangkat ke kantor.
Sebenarnya sang istri sempat protes pada sang suami tapi hanya dalam hati saja, bilang makan makanan bergizi lah, minum susu ibu hamil lah biar baby nya engga kekurangan nutrisi, padahal bukan baby nya yang kekurangan apa apa tapi ibunya lah yang kekurangan jam tidur di malam hari karena setiap malam bergadang menemani bayi besarnya yaitu suaminya.
"huuuhft.. aku tidak tahu jika pria yang menikahi ku adalah pria mesum jika aku tahu mungkin aku akan berpikir beribu kali lipat untuk menerima lamarannya, pantas saja dia ingin menikah ku dengan cepat, ternyata dia adalah pria mesum yang kini sudah menjadi suamiku, tapi anehnya dia tidak pernah tidur dengan wanita lain, lalu mengapa saat bersamaku menjadi liar"
ucap Tara yang berbicara sendiri di kamar, karena tidak ada orang lain selain dirinya.
"tapi waktu masih bertunangan dia bisa menahan diri bahkan pernah tidur satu rumah tapi dia tidak melakukan apapun padaku, apa suamiku menjadi mesum setelah menikah dengan ku?.. memang seperti apa diriku sampai membuatnya menjadi pria mesum saat bersama ku"
ucapnya lagi karena masih bingung dengan sikap sang suami jadi Tara terus berpikir mengingat masa lalunya dulu dari pertama berjumpa sampai bertunangan lalu menikah dengan sang suami, karena tidak mendapatkan jawabannya juga akhirnya Tara menyerah dan beristirahat.
Sebelum nanti sang suami pulang dan menagih janjinya pada sang istri, karena suaminya itu bisa kapan pun pulangnya. yah dia adalah seorang CEO perusahaan jadi siapa yang melarang saat mau pulang dan dia juga bisa bekerja dengan cepat sebelum yang lainnya selesai dia sudah.
__ADS_1
Akhirnya Tara pun bangun untuk melihat dirinya sendiri di depan cermin karena penasaran seperti apakah sosoknya yang sering dikatakan cantik, seksi dan empuk atau dikenal montok, setelah melihatnya.
"apa ini adalah aku yang di bilang empuk sama suami, kenapa aku merasa anggota tubuhku sedikit berisi, apa memang benar wanita hamil akan menjadi gemuk, lalu apa bisa turun lagi seperti semula hmm"
ucapnya yang sedari tadi hanya berbicara sendiri, bertanya sendiri siapa yang jawab
Aaaagghh tenyata menjadi seorang ibu itu tidak mudah butuh kesabaran dan keikhlasan untuk menerima segalanya.
Bersambung...
.
.
.
.
.
💐💐💐
.
.
.
.
.
Hayoung haseo everyone 🤗
Stay safe and healthy always 😇
Terimakasih sudah membaca cerita ini JANGAN lupa berikan vote, komen, like dan share cerita Author lainnya 😊♥️🙏
__ADS_1