Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 26 extra part


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe and health


Berjalan perlahan lahan Tara mengambil kertas lalu menuliskan beberapa kata dan ia meninggalkan kertas itu di atas nakas yang bertuliskan : tunggulah sebentar hubby aku akan membawakan sesuatu yang dapat membantu luka agar cepat sembuh dan pulih.


"hem.. menarik pasti sesuatu yang special aku semakin tidak sabar menunggunya" ucap Karan sendiri, ia jadi tidak sabar menunggu


"sayang masih lama kah.. perlu bantuan kah" ucapnya lagi, ia benar benar tidak sabar ingin segera melihat apa yang disiapkan istrinya.


"hem.. apa kamu tidak bisa sabar, memang apa yang membuat kamu penasaran hubby" ucap sang istri, lama membuat sang suami menunggunya dengan sabar walau disengaja


"em tentu saja kamu tahu hal apa yang bisa membuat aku penasaran, apa perlu aku bilang sayang hem.. masih lama nih sayang" ucap sang suami benar benar semakin tidak sabar


"apa perlu bantuan.. mau aku bantu sayang boleh kah aku masuk" ucapnya lagi semakin tidak sabar menunggu istrinya keluar


"tidak hubby tunggu sebentar lagi" ucap sang istri padahal dirinya belum lama diruang ganti


Oooeeekkkhhh... Oooeeekkhhh...


"duh sayang.. putri papa yang cantik mengapa kamu menangis sekarang sayang kamu haus yah.. papa juga sama dengan kamu tapi papa haus belaian kasih sayang dan perhatian girl"


ucap Karan dengan mudahnya dirinya bicara seperti itu pada bayi yang baru berusia lima bulan, sungguh papa yang tidak tahu malu.


apa yang suamiku katakan.. ya ampun sangat memalukan, seperti ini kah suamiku.. ucapnya dalam hati saat mendengarkan celotehan sang suami benar benar seperti anak kecil.


Lima menit setelah mendengar perkataan suaminya sendiri yang berkata seperti itu Tara segera keluar saat selesai berganti pakaian Tara tidak ingin telinga putrinya itu ternodai.


"hubby apa yang kamu katakan pada putri kita kamu ini sudah dewasa tapi seperti anak aja" ucap sang istri, Tara sedikit kesal mendengar suaminya sendiri padahal dirinya mau kasih kejutan tapi mendengar itu so berubah pikiran

__ADS_1


"lah mana kejutan sayang.. tadi katanya mau kasih aku sesuatu tapi mana.. apa ini" tanya sang suami, terheran heran sudah lama lama menunggu dan penasaran hanya ini yang lihat



"hem..tadinya aku mau kasih kejutan tapi karena kamu bikin aku kesal mendengar kamu bicara seperti itu pada bayi.. jadi" ucap sang istri


"sayang kamu tidak bisa seperti itu tadi kita tidak jadi karena Kataj datang menghampiri sekarang apa..baby Kalinda juga eghh sayang" ucap sang suami merengek seperti anak kecil


"apa.. ak..uu tidak bermaksud melakukannya tapi kamu sudah tahu kalau aku pasti akan mendahulukan anak anak hubby.. sabar yah" ucap sang istri dengan lembutnya


"iyah sayang aku mengerti.. tapi ingat jangan sampai lupakan aku.. karena aku juga butuh kamu dan setelah kelahiran putri kita kamu menjadi lebih sibuk, sibuknya melebihi aku" ucap sang suami, akhirnya Karan berkata jujur dengan apa yang selama ini dirinya pendam


"iyah hubby..aku tidak pernah lupa sama kamu hanya saja waktunya belum tepat untuk kita, aku harus mengerti dan lebih bersabar lagi" ucap sang istri, berbicara sambil menyusui


"hem baby kamu suka banget yah asi mama nanti buat papa mana baby" ucap Karan, melihat bayi perempuannya yang haus sekali


"memang papa tidak boleh minta baby, papa juga kan butuh baby.. bagi papa sedikit yah" ucap Karan setia menonton aksi putrinya


"papa kan sudah sering.. dan lagi saat aku belum terlahir ke dunia ini papa selalu dapat bahkan papa tidak mengijinkan mama tidur terlebih dulu sebelum papa kenyang.. upss" hahaha ucap sang istri, dalam hati Tara bisa tertawa puasa mengeluarkan isi kepalanya


"hem.. jadi kamu engga mau kasih papa nih" ucap suami lalu mulai mendekati istrinya


"hayoo papa mau apa hum jangan bilang mau juga yah.. iihh ini kan punya aku pah" ucap sang istri, Tara semakin meniru suara anak anak semakin Tara merasa senang dengan ini


"baby punya kamu kan punya papa juga dan kamu harus tahu kamu tidak akan punya asi sebanyak yang kamu minum jika papa tidak bisa membuatnya semakin banyak dannn" ucap sang suami sengaja tidak dilanjutkan


"hubby.. apa maksudnya itu, aku tidak suka kamu berkata seperti itu, aku marah sama kamu.. sudah aku bilang jangan bicara begitu" ucap sang istri, memang merasa sedikit kesal tapi Tara tidak marah dirinya hanya tidak suka jika suaminya berkata di depan anak anaknya

__ADS_1


"aku hanya bilang yang sebenarnya apa aku sayang.. hum" ucap sang suami malah senang melihat ekspresi marah itu hampir seperti ekspresi malu dan merah merona


"hubby.. please jangan bicara seperti tadi lagi di depan anak anak, aku sungguh tidak suka" ucap sang istri, walaupun ia suka tapi jika di katakan di depan anak maka itu contoh buruk


Dan tentunya Tara tidak ingin telinga dan otak anak anaknya tercemar oleh suaminya sendiri


Setelah berjanji tidak akan mengulangi kata kata yang berunsur dewasa di depan anak anak Karan pun mengerti bahwa sang istri tidak suka dengan caranya merayu di depan umum atau tempat terbuka umum dan hanya boleh saat mereka berada di dalam kamarnya atau saat tidak ada siapapun di dekat mereka


Menunggu hampir satu jam lamanya akhirnya Tara kembali ke kamarnya tanpa membawa putra putrinya karena Tara tidak ingin berdua dua an saat ada anak anaknya itu sebabnya Karan membuat ruang kecil yang terhubung dengan kamarnya untuk anak anaknya agar saat mereka menangis terdengar suaranya namun suara kamar sendiri tak bisa didengar.


"alhamdulillah.. akhirnya kamu kembali juga sayang.. apa kamu tidak tahu aku benar benar merindukan kamu disetiap menit dan detik" ucap Karan bergegas bangun dari tempatnya


"selama lebih dari lima bulan aku berusaha sabar karena aku tahu dan aku tidak bisa mengikuti keinginan diriku sendiri, karena ada wanita yang begitu aku cintai wanita cantik indah dan seksi itu adalah istriku dia ibu dari anak anakku dan aku bersyukur memilikinya"


ucap sang suami dengan karismanya berjalan mendekati istri tercintanya dan tercantiknya.



"hem..bosan itu sering kali aku mendengarnya apa tidak ada yang lainya, perlihatkan padaku hubby keahlian dalam merebut hati wanita"


ucap sang istri, karena tadi Tara mendengar bahwa ternyata suaminya punya banyak mantan, bagaimana bisa jika dirinya tidak pandai merayu lalu apa mungkin wanitanya.


"em sepertinya istriku sedikit meragukan atau khawatir karena suaminya banyak mantan yah menarik sangat menarik.. apakah kamu tahu bahwa aku semakin jatuh cinta padamu dan aku lebih mencintai kamu melebihi hidupku"


ucap sang suami, Karan mempelihatkan sedikit gerakan seksi nya untuk merayu istrinya sendiri karena ia ingin memberikan servis yang terbaik untuk istri tercintanya ini.


"waaoow so sweet.. terimakasih sudah jatuh cinta dan mencintaiku tapi sayang kata kata itu sudah pernah dengar sebelumnya hubby" ucap sang istri, Tara tidak tahu kenapa dirinya sangat ingin mengerjai suaminya sendiri

__ADS_1



__ADS_2