
Happy reading everyone 🤗📒🥛
"hallo sayang.. ada apa, mengapa kamu menangis cintaku, tolong tenang dulu" ucap Karan, ketika mendapat telpon dari sang istri, ternyata tengah bersedih..
"kamu dimana hubby" ucapnya, masih terisak dengan sedihnya
"aku lagi dijalan, sebentar lagi akan sampai, tenanglah dulu.. tunggu aku" ucap sang suami, yang tidak tahu apa yang telah terjadi di rumah.
"baiklah aku tunggu, hati hati dijalan hubby jangan mengebut bawa mobilnya" ucap sang istri, walaupun dirinya sedih tetap saja Tara mengkhawatirkan keselamatan suaminya itu.
"Iyah sayang.. terimakasih udah ingatkan aku, yaudah aku tutup yah" ucap sang suami, Karan pun menutup telponnya.
Sesuai nasehat dari sang istri Karan membawa mobilnya hanya dengan kecepatan 60 CC, biasanya dirinya mengemudi dengan kecepatan tinggi sampai full tapi kini sejak sang istri di bawa dengan kecepatan setinggi itu, Tara selalu menasehati suaminya itu untuk mengurangi kecepatan mengemudi, di perjalanan menuju pulang Karan merasa ada sesuatu yang mungkin cukup besar karena ini baru pertama kalinya sang istri menangis di telepon, seperti orang yang sedang menderita karena dirinya.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, itupun kecepatannya Karan tambah karena posisinya yang cukup jauh
Pipp pipp pipp.. klakson sudah di tekan sebelum mobilnya sampai di depan gerbang rumahnya, lalu pak scurity pun langsung membuka gerbangnya telah mendengar suara mobil tuan rumah ini.
"pak sebenarnya ada ini" ucap Karan, bertanya pada scurity yang berjaga disini
"saya kurang tahu pak, tadi ada perempuan yang bertamu, setelah menerima tamu tiba tiba ibu nangis pak"
ucap pak Suyono, scurity di rumah ini.
"tamu seperti apa yang membuat pemilik rumah nangis seperti itu, haahh" ucap Karan, yang langsung jalan meninggalkan scuritynya setelah dapat jawabannya.
•
"sayang apa yang terjadi, sampai sampai kamu menangis seperti ini" ucap Karan, yang langsung masuk dan memeluk sang istri sambil menanyakan apa yang terjadi.
"kamu bilang kamu engga pernah melakukan apapun dengan wanita lain" ucap sang istri, Tara langsung bertanya pada sang suami, sebelum menjawabnya.
__ADS_1
"tentu saja aku bahkan mengikuti apa yang kamu inginkan waktu kita kedokter" ucap sang suami, yang memang tidak pernah berbuat apa-apa diluar sana.
"tapi bagaimana bisa perempuan ini mengaku telah hamil dengan mu" ucap Tara, semakin terisak dalam tangisnya.
"aku tidak kenal dan aku tidak tahu siapa wanita ini, sungguh aku tidak tahu" ucap sang suami, Karan memang tidak tahu apa apa, bahkan tidak kenal sama sekali.
"mengapa kamu tidak mengakuinya, kita bukan hanya sekedar kenal tapi kita lebih dari itu, hanya kamu pria yang sedekat ini"
ucap Clara, yang mengingat saat itu.
"kamu jangan mengada-ada aku bahkan tidak tahu siapa namamu, bagaimana bisa kamu hamil dengan ku hahh" ucap Karan, dengan nada yang sedikit tinggi, melihat sang istri yang semakin terisak.
"hubby mengapa kamu membentak nya, aku tidak pernah melihat kamu seperti ini" ucap sang istri, ini pertama kali melihat suaminya membentak seseorang apalagi jika orang itu adalah seorang wanita.
"lalu aku harus seperti apa sayang, aku sungguh tidak tahu mengapa dia bisa hamil, padahal aku saja tidak kenal"
ucap sang suami, Karan memang tidak ingat siapa wanita itu, bagaimana bisa..
"sayang aku sungguh tidak tahu tentang kehamilannya, dan soalnya foto itu..aku benar benar tidak ingat dan aku tidak tahu mengapa ada foto ku disana"
ucap sang suami, yang Karan ingat bahwa dirinya memang pernah berkencan tapi tidak pernah dirinya melakukan perbuatan seperti itu, karena ia adalah lelaki sejati.
Dan wanita yang bernama Clara itu hanya duduk manis menyaksikan sepasang suami istri yang sedang berseteru karena dirinya, dengan senang hati ia menonton drama dadakan ini, kapan lagi cukup seru.
"aku tidak tahu siapa yang benar dan salah, lebih baik aku pulang ke rumah mama, sampai kamu bisa membuktikan bahwa kamu benar benar tidak salah"
ucap sang istri, Tara benar benar tidak sanggup jika dirinya harus berbagi Suami atau memilih mengakhiri pernikahannya.
__ADS_1
Tara langsung pergi ke kamar dengan terisak, menangis sejadi jadinya, hatinya tidak akan pernah bisa menerima sang suami jika ternyata wanita itu hamil dan mengandung anak dari suaminya, karena tidak bisa dipungkiri secinta apapun seorang istri jika mendapati wanita lain tengah hamil dan mengandung anak dari suaminya pasti dirinya akan menangis tersedu sendu, menyesali pernikahannya dengan sang suami, belum lagi rasa sakit di dalam hatinya, sungguh dirinya wanita normal yang tidak mampu menahan beban yang harus diterimanya..
.
.
.
.
.
💐💐💐
.
.
.
.
.
Hayoung haseo everyone 🤗
Stay safe and healthy always 😇
Terimakasih sudah membaca cerita ini 😊 semoga suka dengan ceritanya 🤗🙏
Jangan lupa untuk terus mendukung author dengan cara like 👍 vote comen dan share cerita ini Terimakasih pembaca
__ADS_1