Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 89 Tara


__ADS_3

Harus ku apakan istriku ini aku sudah melihat semuanya dan menjelajahi nya tapi rasanya aku tidak pernah cukup seolah olah aku seperti tidak ada puas dan bosan bagaimana ini setiap hari semakin bertambah dan meningkat keindahan nya sampai tidak bisa mengendalikan diri dan menahan gejolak"


ucapnya lagi sambil berbaring di atas kasur.


dan sedangkan yang di dalam kamar mandi sedang dibicarakan oleh suaminya yang terheran heran karena kemolekan dan keindahan Tara di usianya yang sudah memasuki kepala tiga ini semakin cantik.


Setengah jam kemudian setelah Tara keluar dari kamar mandi dengan memakai haduk saja lalu berjalan dan melihat suami yang tertidur seperti orang yang capek sekali mungkin karena mengurus anak anak nya dalam setengah hari ini.



"apakah kedua anak mu membuat mu begitu lelah hubby.. cup" ucap sang istri mencium kening suaminya.


merasa keningnya di cium Karan pun tidak bisa diam saja karena aroma yang wangi.


"sepertinya tidak masalah karena aku suka cara membuatnya dan itu menyenangkan" balas sang suami menarik tangan istrinya


aauhh.. "jangan macam macam aku baru selesai mandi" ucap sang istri.


"siapa yang ingin macam macam aku ini hanya satu macam sayang dan tidak akan macam macam kecuali.." ucap Karan sengaja menggantungkan kata katanya.


"apa hum.. memangnya kamu bisa pindah arah dan tempat" balas sang istri.


Tara berpikir sebentar dan menarik nafas perlahan lalu mencoba untuk berdiri, jika ia berada di dekat suaminya Tara takut sang suami los kontrol lalu dirinya akan berakhir di dalam kamar saja seharian itu.


"mau kemana sih sayang sudah disini aja lagian tidak ada yang melihat juga selain aku lalu untuk apa kamu malu malu" ucap sang suami mengangkat istri ini.


"hubby lepas aku mau pakai baju udara disini cukup dingin aku tidak ingin terkena flu" balas sang istri merasa tidak nyaman.


Bukan apa apa yang Tara takutkan jika tiba tiba anaknya masuk lalu melihatnya dalam keadaan seperti ini bagaimana bisa dirinya berkata lain sedangkan putranya sangat pintar membaca situasi dengan mudah dan itulah yang akan mengganggu juga memberi tontonan yang tidak baik.


"cium aku dulu disini dan disini" ucap sang suami tersenyum memberikan kode.


Tara pun mengikuti instruksi dari suami ia mencium bibir dan kedua pipinya sesuai dengan yang di inginkan oleh suaminya.

__ADS_1


Saat sudah mengikuti keinginan suami Tara berniat turun dari atas suami yang memeluk dirinya namun pelukan nya tidak bisa di lepas karena suaminya tidak mau melepaskan tangannya yang memeluk.


"hubby tolong lepas aku sudah mengikuti keinginan mu sekarang lepaskan yah" ucap sang istri tersenyum.


"hem kamu meminta di lepas tapi bahasa tubuh mu berkata tidak jadi yang mana yang benar hum coba bilang sekali lagi" balas sang suami tersenyum.


Tara menghela nafas perlahan mencoba menstabilkan bahasa tubuhnya agar sama dengan kata yang keluar dari bibirnya ini.


"hubby tolong lepas aku sudah kedinginan nanti kalau aku sakit kamu mau mengurus tiga orang aku dan anak anak kamu" ucap sang istri tersenyum.


mendengar kata kata dari istrinya Karan pun melepas tangannya dan membiarkan istrinya turun sendiri dari atasnya seperti tidak rela melepaskan istrinya lalu berpikir sesaat dan tersenyum karena rencananya sudah selesai ia akan langsung pulang ke rumah barunya agar tidak ada yang tahu.


"sayang lusa kita akan pulang karena aku ada kejutan di indonesia dan besok kita beli rumah di negara ini aku sudah urus beberapa rumah yang akan kamu pilih"


ucap sang suami tersenyum melihat wajah istri yang senang mendengarnya.


"uuh i like it okay berarti hari ini kita beres beres dan siapkan barang yang akan kita pindahkan ke rumah baru yah hubby" balas sang istri tersenyum senang.


ucap sang suami lalu pergi ke luar untuk menghubungi pemilik rumah itu.


Dua jam kemudian Tara mempersiapkan semua yang akan di pindahkan ke rumah barunya nanti yang akan dilihat bersama suami tercintanya ini, selesai makan siang dan ibadah sholat juhur kini Tara sudah persiapkan anak anaknya karena tempat ini akan di tinggalkan hari ini juga dan menempati rumah baru satu hari satu malam saja lusa kembali ke indonesia.


Menempuh perjalanan hampir satu jam kini Karan dan anak istrinya sudah sampai di rumah baru yang akan di kunjungi untuk liburan saja.



Karan bertemu dengan pemilik rumah yang ada di negara ini ternyata dia adalah teman waktu kuliah di jurusan yang sama dan sampai saat ini pertemanan keduanya masih terjalin baik sampai saat ini.



keduanya saling mengobrol menanyakan kabar satu sama lain setelah itu barulah mereka membicarakan soal rumah yang akan di jual belikan jika sudah di pilih pilih baru menanyakan kesepakatan harganya.


"cukup panas juga yah padahal ini sudah sore tapi pemandangannya cukup indah, sayang bagaimana apa kamu sudah dapat yang kamu inginkan kalau sudah beritahu aku yah" ucap Karan lalu melihat lihat.

__ADS_1



"okay aku lihat lihat dulu anak anak ada di dalam mobil mereka sedang tidur kamu sambil jagain yah hubby" balas sang istri.


"okay sayang jangan khawatir karena kita ada tiga bodyguard yang akan selalu ada untuk anak dan rumah, kalau kamu cukup saja yang menjaga karena kamu special"


ucap sang suami tersenyum melirik sang istri dengan mata yang di mainkan.



"hum terserah kamu aja hubby.." ucapnya lalu mendekati suaminya dan berbisik.


"awas nanti matanya terkilir dan tidak bisa melihat ke indahan yang tercipta lagi" ucapnya lagi lalu berjalan melewati suami.


"waaow i like that. so sweet and cute and i want eat you my dear wife" ucap sang suami tersenyum setelah membalas dengan nada suara yang rendah agar tak terdengar dengan yang lainnya.


Tara pun mengelilingi rumah rumah yang ada di kota ini memasuki halaman satu persatu yang menarik dan memikat mata dan hatinya, hal tersulit seorang wanita ketika melihat yang menarik dan memikat wanita akan di runding galau karena sulit memutuskan jika banyaknya yang bagus bagus akan semakin sulit untuk memilih.



Dari kejauhan Karan dan sahabatnya asyik mengobrol membicarakan bisnis dan hal hal lainnya sambil mengobrol Karan terus memantau sang istri ia tersenyum senyum melihat istrinya yang kebingungan memilih rumah yang ada disini karena bagus.


"kamu memang pintar Karan bukan urusan pekerjaan dan bisnis saja tapi kamu juga pintar mencari istri yang cantik hebat" ucap temannya Karan pemilik rumah.


"terimakasih ku anggap ini adalah pujian darimu karena kita jarang bertemu selain pekerjaan dan bisnis kita tidak pernah ada waktu untuk mengobrol seperti ini" ucap Karan senang karena istri memang cantik.


"apa kamu tahu aku menemukan wanita ini di sebuah pesta pernikahan Rio saat itu aku bertaruh untuk melamar wanita yang tidak aku kenal sama sekali" ucap Karan mulai menceritakan kisahnya.


"wah menarik ini benar benar menarik dan aku sungguh terkejut jika kamu menikah dengan wanita se sempurna istri mu tapi tidak ada tantangan atau kesulitan haha"


balas sahabat tertawa jika mendengar tidak dan tidak sama sekali.


"apa kamu tahu bagaimana cara aku menikahi istri dengan sangat amat.." ucap Karan lalu tersenyum melirik sang istri.

__ADS_1


__ADS_2