
Happy reading everyone 🤗📒🥛
membelai sang istri dengan penuh cinta dan kasih sayang, tidak ada nafsu di dalamnya atau perasaan lainnya, Karan benar benar memperlihatkan dirinya..
membawa sang istri dengan perlahan mengangkatnya, membawa sang istri dengan penuh cinta, tatapan keduanya..
" ehem.. ini masih terlalu awal hubby " ucap sang istri, sempat sempat berkomentar disaat romantis seperti ini.
" sepertinya hari ini tidak ada waktu terlalu awal ataupun cepat huhm.." ucap sang suami, yang sudah menaruh sang istri dengan perlahan dan hati-hati.
Seperti biasa saat sang istri Tara masih tertidur pulas di pagi hari, sementara sang suami Karan sudah rapih dengan pakaiannya, dan ini terulang kembali sang suami pun membuatkan breakfast untuk sang istri tercintanya Tara, dengan pandai Karan mempersiapkan segalanya.
Tiga puluh menit sudah Karan membuat breakfast dan sekarang sudah tersaji dengan sempurna tanpa kurang satu pun.
Karan membuat beberapa varian pizza dan beberapa roti panggang, dua cangkir kopi dan satu gelas jus sirsak untuk istri.
Setelah selesai menata Karan kembali ke kamarnya untuk membangunkan sang istri yang menurutnya masih tertidur, sesampainya di kamar sang istri tidak ada di tempat tidur mungkin saja ada di dalam kamar mandi, beberapa menit menunggu akhirnya sang istri keluar dengan senyuman manisnya, Karan merasa bingung ada apa dengan istrinya ini, keluar dari kamar mandi senyum senyum sendiri.. apakah ada yang ia lewatkan tadi saat dirinya sedang membuat breakfast, ah..mungkin ada sesuatu yang lucu hingga membuat istrinya seperti itu, itu mungkin saja.
"ada apa sayang.. apa ada yang lucu" ucap Karan karena penasaran
" uehmm.. tebak hayoo apa yang ada di genggaman ku ini hubby" ucap Tara dengan senyuman manisnya
"em.. handphone" ucapnya singkat, karena memang tidak tahu juga
"haah.. untuk apa aku membawa handphone ke kamar mandi" ucap sang istri Tara, memangnya aku tipe wanita seperti itu.. yang membuat handphone ke kamar mandi dan untuk apa juga coba.. lirihnya di dalam hati, dasar tidak peka
"hem.. sabun mandi, sikat gigi, atau pengharum ruangan" ucapnya menyebutkan satu persatu peralatan
"bukan semuanya hubby..hemm coba tutup matamu sebentar saja" ucap Tara, memang tidak peka suaminya ini
Dan Karan pun menutup kedua matanya dengan tangannya sendiri, lalu sang istri mendekati dan memperlihatkan sebuah tespek digital yang harganya cukup mahal
"dalam hitungan ketiga buka yah hubby" ucap sang istri
Satu
Dua
Tiga.. setelah hitungan selesai sang suami Karan membuka kedua matanya dan yang terjadi, dirinya tidak berkedip mata untuk memperjelas penglihatannya
Saat dirinya sudah melihat dengan jelas sebuah senyuman dan rasa bahagia pun hinggap di hatinya, bagaikan ada ribuan kupu kupu yang menari di depannya begitulah perasaan bahagia, senang dan gembira karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah, ternyata perkiraan dan dugaannya selama ini benar jika sang istri tengah mengandung buah hatinya
"terimakasih sayang.. aku sangat sangat mencintaimu 😘😘😘" ucap Karan menghadiahi sang istri dengan kecupan dan pelukan hangat, sungguh kabar baik
"i love you so much hubby" ucap sang istri, dirinya pun sama seperti sang suami sangat bahagia senang dan gembira 😊
__ADS_1
"kapan kamu mulai merasa sayang" ucap sang suami, walaupun dirinya sudah curiga tapi ia tidak ingin membebani istri
"aku sendiri tidak tahu bahwa aku hamil, tapi kemarin saat Nadia datang ia meminta agar aku memeriksakan diri" ucap sang istri
"Ooh jadi kemarin kalian pergi ke rumah sakit, mengapa tidak mengajak aku" ucap sang suami, sedikit kecewa karena bukan dirinya yang pertama tahu huhhm
"kenapa.. kamu marah hubby eumh" ucap sang istri, yang memang tidak kasih tahu lebih awal dan harusnya yang pertama
"mana bisa aku marah sama kamu sayang, yang ada aku yang rugilah" ucap sang suami, Karan mengingat kejadian minggu lalu karena sikapnya dirinya tidak dapat jatah atau pelukan bahkan ciuman saja tidak sama sekali dan itu merugikan
"apa maksudnya hubby" ucap sang istri, Tara sedikit memprediksikan ucapan suaminya, tapi tidak ingin membenarkan
"aah.. kamu seperti tidak tahu saja, itu yang semalam aja belum hilang" ucap sang suami, Karan benar benar membuat begitu banyak tanda di tubuh sang istri
"hah.. jangan bilang kamuu" ucap sang istri, Tara langsung pergi ke kamar mandi, karena tadi dirinya tidak melihat cermin
Aaaagghh.. hubbyy" teriaknya dari dalam kamar mandi, sangat nyaring dan jelas
"apa sayang.. kurang yah apa mau lagi" ucap sang suami, menyusul sang istri
"apanya yang kurang iih kamu mah engga mikir apa, nanti kalo keluarga datang kan malu akunyaa hubbyy" ucap sang istri, dengan rintihan nya malah terlihat manis
"bagus dong sayang.. berarti mereka tahu kalau aku cintaaaaa banget sama kamu" ucap sang suami, Karan semakin gemas melihat sang istri yang benar benar manis
"ehm.. cinta sih cinta tapi engga seperti ini juga hubby, kalo sebanyak ini gimana cara menutupinya coba huuhf" ucap sang istri, Tara menarik nafasnya agar tenang
"lalu aku harus apa, toh kita sudah menikah jadi boleh boleh saja kan, yaudah lupakan ini.. sekarang waktunya breakfast, kasihankan dedenya nanti"
"apa.. jadi hanya bayinya aja" ucap Tara, yang sudah menahan kesalnya sedari tadi
"humm.. sayang aku minta maaf jika aku membuat kamu marah dan kesel, tapi aku sungguh bahagia dengan adanya kamu dan calon anak kita, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian.. i love you so my beautiful wife is my world"
ucap sang suami, Karan benar benar mengatakan apa yang ada di dalam hati
"i love you too hubby, you are my everything i need hubby" ucap sang istri, Tara sungguh bahagia dan bersyukur
Setelah drama kecil tadi, keduanya langsung menuju meja makan karena sang suami selalu membuatkan sarapan ketika istrinya bangun kesiangan, karena semua itu adalah ulahnya sang suami, jadi sebagai tanda terimakasih pada istri
"hubby kenapa kamu tidak bangunin aku" ucap sang istri, karena Tara merasa tidak enak hati jika dirinya kesiangan, selalu aja suami supernya itu membuatkan sarapan
"karena kamu butuh istirahat yang cukup oleh karena itu aku tidak bangunkan" ucap sang suami, ia tahu akhir akhir ini istrinya mudah ketiduran saat berduaan
"maafkan aku hubby, mungkin karena ini bawaan bayi aku jadi mudah lelah dan ketiduran saat bersama mu" ucap sang istri, Tara sadar jika ia sering ketiduran, tapi suaminya sungguh baik, pengertian
"aku mengerti dan aku berterimakasih.. saat kamu pun capek dan lelah, tapi kamu selalu ada dan tidak pernah menolak ku" ucap sang suami, itu sebabnya Karan tidak mengeluh atau menyusahkan istri
"ehmm.. i love you hubby" ucap sang istri dengan penuh cinta dan haru pada suami
__ADS_1
"i love you so my beautiful wife" ucap Karan, lalu ia pun menyuapi sang istri
•
Kini Tara tidak lagi berkerja, sebagai model atau apapun itu karena suaminya tidak suka melihat istrinya dekat dekat dengan pria lain, dan ternyata malah Karan sendiri yang ternyata di pakai untuk menjadi model majalah perusahaan dan membantu beberapa temannya, namun Karan belum mengatakan apapun atau meminta izin, setidaknya berdiskusilah.
"sayang mungkin aku pulangnya sedikit larut, soalnya ada pemotretan di cabang perusahaan dan beberapa tempat" ucap sang suami, bersiap siap pergi ke kantor
"hahh.. kamu ada pemotretan, sejak kapan itu kok aku engga tahu" ucap sang istri yang baru mendengar hal ini
"hehe.. maaf sayang aku lupa bilang kalau aku bukan model sungguhan, ini untuk perusahaan dan aku membantu teman"
ucap sang suami, akhirnya Karan pun mengatakan hal ini, jika dibiarkan takut ada kesalahpahaman sepertinya dulu
"kenapa kamu mau aja" ucap sang istri yang pasti Tara tahu seperti apa model itu, pasti ada sentuhan dan pelukan
melihat ekspresi sang istri seperti itu, membuat Karan semakin gemas pada sang istri sungguh jika dirinya tidak ada kerjaan dan meeting Karan hanya ingin di rumah saja menemani istri cantiknya ini..
.
.
.
.
.
💐💐💐
.
.
.
.
.
Hayoung haseo everyone 🤗
Stay safe and healthy always 😇
__ADS_1
Jangan lupa untuk mendukung author dan Cerita ini klik tombol like vote comen dan share cerita ini Thanks U.. happy reading
Satu persatu pemeran cerita akan hadir mengikuti alur yang ada pada kisah ini..