
Happy reading everyone stay safe and health
"sayang kamu lama sekali di bawah apa mereka bertanya tanya sama kamu" tanya sang istri sudah menunggu hampir sejam.
"yah maaf soalnya mereka ingin tahu jadi aku jelaskan saja pada mereka sayang" ucap Ryan berkata apa adanya.
"apa.. jadi kamu ceritain semuanya hum" tanya sang istri tidak habis pikir gimana bisa suaminya se bodoh ini.
"engga apa apa sayang lagian jarang ngobrol ini.. sekarang kita tidur yuk" ucap Ryan lalu naik ke atas tempat tidurnya.
"lain waktu jangan seperti itu yah" ucap Nissa melanjutkan tidurnya lagi.
Walaupun akhir akhir ini suka selex karena suaminya Ryan yang terlalu padat jadwalnya sampai sampai lupa waktu istirahat dan makan sang istri Nissa pun jadi sering marah karena ulah suaminya yang acuh dengan diri sendiri hingga sering kali sakit karena telat makan itulah sebabnya sang istri Nissa tidak suka jika suaminya di kirim ke luar negeri.
Di rumah Lewis yang sangat sepi karena tidak banyak orang yang tinggal bersamanya hanya ada asisten rumah tangga dan scurity yang bergantian berjaga jaga di gerbang masuk.
"sayang lama banget sih cepat sini baby mau di elus elus nih sayang" ucap Jiyaa.
Semenjak hamil Jiyaa semakin manja dan tidak mau di tinggal lama lama oleh suaminya dan itulah yang membuat Lewis kerepotan tapi Lewis senang karena ia bisa mengatasi semua keinginan istrinya, Jiyaa pun senang karena memiliki suami yang siap siaga.
"Iyah iyah aku kesana" ucapnya lalu mendekati istrinya "masih nakal tidak sayang baby nya" tanya Lewis sambil mengelus elus perut buncit sang istri.
"masih sayang tapi hari ini dia tidak terlalu aktif seperti kemarin sering nendang" ucap Jiyaa merasa sangat senang dan nyaman
"sepertinya anak kita akan menjadi pemain sepak bola sayang" ucap Lewis sambil berpikir dan mengelus elus perut istrinya "tapi bagaimana kalau yang lahir perempuan mana mungkin dia akan bermain sepak bola" ucap Lewis kepikiran jika yang lahir bukan perempuan melainkan anak laki laki.
"em memangnya kalau anak perempuan main bola kenapa sayang tidak boleh" ucap Jiyaa merasa bahwa perempuan itu tidak bisa main bola "dan kalau nanti yang lahir perempuan gimana sayang kamu tidak mau menerima" ucapnya lagi, Jiyaa penasaran apa yang akan suaminya jawab dari pertanyaannya ini.
"yah tentu saja aku tidak setuju jika itu bayi perempuan yang bermain bola tetapi jika itu bayi laki-laki ataupun perempuan aku tidak masalah sayang karena itu bayi kita" ucap Lewis tersenyum apapun jenis kelamin bayi tersebut tidaklah masalah baginya.
"uh so sweet.. baby your daddy is nice" ucap Jiyaa tersenyum senang.
__ADS_1
"siapa dulu daddy nya.. tutup mata mu sayang selamat malam" ucap Lewis lalu mengusap wajah sang istri.
Dan keduanya pun tertidur dengan lelap dalam pelukan suami Jiyaa merasa tenang damai dan beruntung menikah dengannya, memiliki suami tampan dan pengertian.
***
"pak apa bapak yakin hanya satu hari saja disini dan langsung pergi mencari wanita itu" tanya asistennya Raihan.
"yah saya yakin esok kita akan berangkat jam tujuh pagi dan saya sudah memesan tiketnya, apa kamu mau disini" ucap Raihan berbalik nanya pada asistennya.
"tidak pak saya tidak berani saya hanya bertanya untuk menyakinkan bapak karena saya akan selalu mengikuti bapak" ucap Rayan sang asisten yang setia.
"bagus kalau begitu bersiap siaplah kita akan pergi jam tujuh jangan sampai ada yang tertinggal pastikan kamu mengecek terlebih dulu dan saya ingin istirahat"
ucapnya berniat untuk tidur sebentar saja sebelum ia pergi manggung malam ini.
"baik pak saya mengerti jika ada apa apa tolong telepon saya segera pak.. selamat beristirahat pak, saya akan datang nanti untuk mengingatkan bapak lagi"
Rayan bersyukur bisa mendapatkan bos seperti Raihan yang pengertian dan bisa diajak kerjasama dengan mudah tanpa ada perbedaan antara bos dan bawahan.
Waktu berjalan dengan cepat kini sudah tepat pukul 9 malam Rayan sang asisten pun kembali mendatangi kamar bosnya untuk memastikan apakah bosnya sudah bersiap siap untuk pergi konser malam ini.
Rayan berjalan menyusuri lorong namun ia melihat ada sesuatu di sebelah lorong tersebut seperti seorang wanita sedang melamun sendiri seperti orang frustasi.
Rayan mendekatinya untuk memastikan apakah itu wanita yang dikenalinya atau bukan dengan begitu dirinya tidak akan merasa bersalah karena sudah pastikan.
"nona ada apa dengan mu apakah kamu baik baik saja" tanya Rayan mendekatinya
"bukan urusan mu dan pergilah aku tidak ingin ada siapa pun disini" balasnya dengan nada sedikit tinggi karena kesal
__ADS_1
"hey nona apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan lalu mengapa kamu hanya berdiam diri saja disini" tanya Rayan lagi penasaran dengan wanita ini.
"sudah ku bilang ini bukan urusan mu sebaiknya kau pergi dari sini" usirnya tanpa melihat orang yang bertanya.
"hem baiklah jika ini mau mu aku tidak akan mengganggu mu lagi" ucap Rayan lalu pergi meninggalkan wanita ini.
buang buang waktu ku saja sudah baik aku mau berniat membantu tapi dia malah mengusir ku seperti itu" ucapnya kesal pada wanita yang sombong itu.
wanita itu masih bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh pria yang aneh ingin membantu namun memaksa.
"hey kau apa yang kau katakan aku masih bisa mendengarnya dan siapa suruh kau ingin mendekati ku" ucap sang wanita berteriak membalas ucap pria itu.
Rayan masih bisa dengar jelas suara teriak wanita aneh itu mengoceh membalasnya namun Rayan tidak lagi perduli dan hanya membiarkannya begitu saja lalu melihat ke belakangnya dan membiarkannya sendiri.
"dasar pria aneh dimana mana semua pria itu sama saja tidak ada yang mengerti" ucap wanita ini kembali merenung lagi.
Rayan kembali menuju kamar sang bos dan tidak lagi perduli dengan wanita aneh itu yang hanya membuang buang waktu saja walaupun masih ada rasa penasaran.
"mengapa aku harus perduli padanya dia saja tidak perduli dengan dirinya sendiri lalu mengapa aku masih memikirkan" ucapnya tidak mengerti juga dengan apa yang ada di pikirannya ini.
Sesampai di depan pintu kamar hotel bos ternyata Raihan sudah menunggu asisten nya yang hilang entah kemana perginya.
"bos maaf aku malah terlambat datang harusnya bos sudah pergi tapi karena aku bos mungkin saja sudah terlambat" ucap Rayan merasa bersalah.
"hem tidak biasanya kamu seperti ini ada apa, apa ada sesuatu yang terjadi" tanya Raihan berbalik bertanya.
"tidak ada bos aku hanya sedikit terlambat karena hal kecil dan tidak penting" ucap Rayan lalu mengambil keperluan bosnya.
"baiklah ayo berangkat jadwalnya masih ada 20 menit lagi itu cukup jika kamu tidak menghilang tiba tiba, aku pikir ada orang yang menculik mu ternyata tidak" ucap Raihan lalu berjalan meninggalkan asisten sendiri.
Raihan menunggu asistennya datang lalu membawa barang keperluannya selama menunggu Raihan berdiri diantara tengah anak tangga sambil menunggu Rayan ia berdiam diri di anak tangga melihat setiap orang yang datang dan pergi semuanya sibuk dengan pasangan masing masing tapi dirinya masih seorang diri saja.
__ADS_1
"haah.. rasanya tidak enak hidup melajang hanya sendiri tanpa ada yang merindukan miris sekali hidup ini mengapa aku hidup seperti ini..aku harus menemukannya" ucap Raihan berpikir akan segera mencari keberadaan sang mantan terindah.