
Happy reading everyone stay safe and health
"e..m.. terimakasih hubby good night" ucap sang istri walaupun matanya tertutup namun telinganya masih bisa mendengarkan kata kata suaminya tadi, Tara pun tersenyum.
"sayang.. kamu.." ucap sang suami..
Karan mengira jika istrinya belumlah tidur tapi nyatanya sang istri benar benar sudah tidur.
"hum.. sudah tidur saja terlihat manis pantas diluar sana banyak yang melirik istriku karena kamu cantik manis dan menggemaskan 😙" ucapnya lagi lalu sambil memeluk istrinya.
***
"yes sir. of course" ucap Karan mencari dokumen sambil menerima telepon.
Pagi ini Karan disibukkan dengan urusan bisnis sampai lupa membantu istrinya yang bangun kesiangan dan mengurus kedua anak anaknya, karena tidak membawa babysitter atau asisten rumah tangga. Karan tidak bisa membahayakan siapapun oleh karena itu ia hanya membawa istrinya dan anaknya saja.
"sayang maaf aku tidak bisa membantu mu hari ini karena jadwal pertemuan yang lama aku jadi tidak bisa pulang cepat" ucap sang suami lalu mencium istri dan anak anaknya
"baiklah hubby..aku tidak apa apa hati hati dijalan yah, kalau sudah selesai langsung pulang aja jangan kemanapun yah" ucap sang istri, karena tidak biasa di tempat asing.
Sebenarnya alasan Tara tidak ingin ikut bersama suaminya karena jauh dari keluarga dan ia hanya seorang diri di hotel dengan kedua anaknya yang masih kecil, bukan ia takut kerepotan melainkan jika ada apa apa tapi sang suami masih di tempat kerjanya maka Tara tidak bisa melakukan apapun dengan mudah dan cepat karna itu ia selalu menolak saat suaminya memintanya ikut.
"pasti sayang aku akan segera pulang cepat jika sudah selesai tapi ingat jangan pergi jauh jauh dari tempat ini dan jika perlu sesuatu aku sudah siapkan bodyguard di depan pintu ada dua orang jadi mintalah bantuannya dan jika ada yang mendesak kamu hubungi aku yah"
ucap sang suami mencium istrinya lagi dan memeluknya erat erat padahal hanya kerja.
"baiklah terimakasih.. tapi aku merasa seperti tahanan yah bukan seorang istri yang bisa pergi kemana saja dan selama tiga hari um" ucap sang istri Tara sengaja mengejeknya.
Karan tersenyum karena mengerti apa yang dimaksud istrinya itu.. " jangan khawatir sayang pasti ada berkah dibalik tiga hari ini" ucap sang suami lalu segera pergi bekerja.
Di ruang meeting yang diadakan rekannya bisnisnya Nicolas dengan perfect mengatur jadwal pertemuan investor investor luar.
"mengapa disini sangat ramai aku pebisnis bukan artis atau selebritis hem oke relax" ucapnya dalam hati saat turun dari mobil.
dari depan Nicolas melihat Karan yang di keliling reporter berita Nicolas tersenyum dan berpikir jika menjadi pengusaha harus pandai menyembunyikan keluarga jika tidak maka akan jadi bahan pemberitaan itulah mengapa Nicolas tidak pernah membawa nama istrinya
__ADS_1
Karan aku di sudah menunggu cepatlah nanti para reporter akan mengekspose mu" isi pesan Nicolas.
Karan tersenyum melihat isi pesan dari rekan dan teman lamanya itu.
mereka sangat mencintai ku karena itu mereka ingin menemui diriku" isi balasan dari Karan lalu segera masuk ke dalam gedung.
Dia sangat naif seperti tertular dari istrinya itu hahah pengaruh wanita memang besar" ucap Nicolas berbicara sendiri.
Setengah jam kemudian pertemuan dimulai namun Karan di minta untuk berfoto sendiri di depan para investor karena Karan pernah jadi model jadi poster dirinya harus terlihat disini.
wah hanya aku sendiri disini seperti mereka sangat menyayangi diriku" ucapnya dalam hati lalu tersenyum aneh.
Selesai penyambutan dan mengambil potret meeting segera dimulai dan sudah dihadiri banyak tamu dari berbagai kalangan atas dan menengah, beberapa negara yang ikut hadir dan berinvestasi dengan perusahaan Dubai.
***
"mama apa kita hanya di dalam saja tidak keluar dari sini aku butuh udara segar mama" tanya sang putra yang ingin keluar.
"hem.. papa sangat curang kalau begitu aku akan turun untuk makan di restoran bawah boleh yah mah..kan ada yang mengawal mah" ucap sang putranya meminta ijin mamanya.
"baiklah jika kamu bosan tapi hanya setengah jam saja yah tidak lebih dari itu langsung kesini yah sayang" ucap sang mama.
"em baiklah mama terimakasih cup.. mama harus ingatkan aku saat aku melewatinya telepon aku yah mah atau pengawalnya" balas sang putra yang sudah berniat telat.
Tara tersenyum mendengar perkataan Kataj sangat mirip dengan papa itu Kataj adalah copy an dari papanya karena sangat mirip.
Setelah mendapatkan ijin Kataj segera turun menuju restoran yang ada di hotel ini dan tidak sengaja menabrak seorang pria dewasa.
"i'm sorry sir" ucapnya yang belum banyak mengerti tentang bahasa english dengan baik
"is okay boy no issue, em namaku Hendry panggil saja om Hendry oke" ucapnya memperkenalkan diri sendiri.
"oh om bisa berbahasa indonesia baiklah om namaku Kataj tapi mama memanggil ku putra selalu dan aku tidak mengerti itu" balas Kataj merasa sedikit akrab dengan orang asing.
"em nama yang bagus senang bisa bertemu dengan mu Kataj dan ibu mu tidak salah jika memanggil mu seperti itu berarti sangat menyayangi dirimu, em bagaimana kalau kita makan di restoran bawah kamu setuju" ucap Hendry langsung pada intinya saja.
__ADS_1
Hendry sengaja mendekatkan dirinya pada anak anak Tara terlebih dulu agar rencananya bisa berjalan dengan baik oleh karena itu ia mencari informasi dengan detail dibantu oleh rekannya itu profesional man untuk informasi.
Kataj menikmati makanannya, bercerita dan sampai lupa waktu yang diberikan mamanya saat ini sudah hampir satu jam lebih namun belum juga kembali keatas padahal pengawal sudah mengingatkannya beberapa kali tapi ia bilang masih ingin disini sebentar lagi lagi.
"ya ampun sudah lebih dari sejam putra belum juga kembali kemana anak itu apa dia tidak bisa mengerti kekhawatiran mamanya" ucap Tara lalu menghubungi putranya.
Beberapa kali menghubungi putranya namun tidak satupun telepon diangkat lalu Tara menghubungi bodyguard putranya itu barulah diangkat harusnya tadi ke bodyguard saja.
"hallo pak putra ada dimana sekarang pak" tanya Tara langsung ke intinya.
"ada di restoran bawah nyonya sejak tadi saya sudah mengingatkannya tapi tuan muda tidak mendengarkan saya karena asik bicara dengan orang asing disini nyonya" ucap pak Senoy bodyguard putranya.
"baiklah pak Senoy bisa tolong berikan ponsel bapak ke putra sebentar saja" ucap Tara.
"baik nyonya.. tuan muda ini ada telepon untuk tuan muda" ucap pak Senoy lalu memberikan ponselnya ke putra.
"sayang kamu mengapa kamu lupa dengan janjimu pada mama hum..apa yang membuat kamu lupa sayang.. coba katakan ke.." tanyanya terhenti pada putranya.
"boy om bisa mengantar mu kembali karena om juga akan ke atas bagaimana" tanya Hendry pada putranya Tara.
"baiklah om tunggu sebentar,, mama aku akan segera kembali dan maafkan aku karena mengabaikan mama tapi akan kujelaskan ini" ucap Kayaj pada mamanya.
"hum.. baiklah mama menunggu mu disini" balas Tara pada putranya, sebaiknya ia akan menanyakannya nanti saat sudah bertemu.
Setelah selesai makan sambil bercerita lama Hendry sudah membayar semua makanannya lalu ia akan mengantar Kataj kembali keatas.
Tara kaget pas melihat pria yang bersama anaknya ini sejak kapan dan dimana kenapa bisa bertemu dengan putranya.. bagaimana.
"kamu..wah senang dapat bertemu kembali?" ucap Hendry senang bisa bertemu dengan..
*
*
*
*
*
__ADS_1