Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 48 Perkara putra


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe and health


"oh iyah sih.. tapi aku kan hanya lupa hal hal kecil sayang dan hal besarnya aku tidak akan pernah lupa atau bisa melupakannya" ucap Nicolas seperti teka teki untuk istrinya.


"hum.. hal hal kecil dan besar.. apa itu" tanya Nadia penasaran.



"em menarik perhatian kamu dan mencintai mu adalah hal besar dan kebenarannya kamu istriku dan milik ku itu yang selalu aku ingat" ucap Nicolas itulah yang selalu diingatnya.


"sudah malam ayo kita tidur sayang" ucapnya lagi lalu menarik istrinya untuk tidur bersama.


***


Waktu berlalu dengan cepat hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Karan Nicolas dan Daniel karena mereka akan bekerjasama untuk proyek dan juga dalam hal keamanan.


Di rumah Nicolas sebenarnya ia ingin istri dan anaknya ikut namun ia tahu bahwa Karan ada dalam pengawasan orang yang mengincar istrinya oleh karena itu Nicolas tidak ingin istri dan anaknya ikut terlibat itu lebih aman dan baik untuk keselamatan keluarganya.


"sayang ingat jangan pergi jauh jauh dari rumah dan lama berada diluar karena aku tidak mau sampai ada yang menguntit kamu aku sudah siapkan supir dan juga bodyguard untuk kalian berdua karena keselamatan kamu dan Natan adalah prioritas hidupku"


ucap Nicolas dengan seriusnya berkata, untuk apa bekerja jika keluarganya tak aman.


"iyah aku mengerti pah.. jangan khawatir aku dan Natan tidak akan pergi jauh dan lama dan kamu sudah siapkan supir juga bodyguard jadi tidak perlu khawatir yah" ucap Nadia, walaupun ia merasa suaminya sangat lebay.


"good job honey semua sudah rapih dan siap kalau begitu cium dan peluk aku sebelum aku pergi ke airport.. nih" ucap Nicolas mendekati wajahnya pada istrinya Nadia.


"dasar laki laki manja.. cup cup..cup dah" ucap Nadia sudah mencium kedua pipi dan kening suaminya.

__ADS_1


"hem.. masih kurang sayang memangnya aku anak kecil hanya disitu aja yang ini belum" ucap sang suami Nicolas tidak setuju jika istrinya memperlakukannya seperti anaknya.


"yaa ampun kamu ini.. nih" ucap Nadia memejamkan matanya memberi wajahnya.


"terimakasih emm.. sebenarnya ini kurang sayang tapi tidak apa nanti sisanya kalau aku sudah pulang yah.. 😊🤗😙" ucap Nicolas.


Setelah selesai berpelukan Nicolas pun pergi, walaupun ia tidak senang pergi hanya sendiri tanpa anak dan istrinya pasti membosankan.


Sesampainya di airport ia tidak menghubungi Karan atau menunggu karena sudah janjian akan bertemu di dubai saja oleh karena itu ia segera membawa barang barangnya.



Sementara di tempat lain Karan sangat sibuk dengan persiapannya karena ia mengajak istri beserta anak anaknya yang masih bayi itu.


"sayang sudah beres semuanya ayo kita harus berangkat nanti tertinggal pesawatnya" ucap sang suami, Karan lupa bahwa ia memiliki pesawat pribadi sendiri lalu mengapa ia lupa


"maksudnya apa sayang.. baby sudah siap" tanya sang suami langsung beralih setelah melihat istrinya membawa putrinya.


"hum kita kan perginya pakai pesawat pribadi hubby jadi tidak ada kata terlambat oke dan sekarang kamu coba check putra mu sudah selesai atau belum.. sana" ucap sang istri.


Punya suami ganteng dan kaya belum berarti bisa segalanya karena Tara melakukan apa apa sendiri mempersiapkan keperluan dan juga perlengkapan anak anaknya belum lagi suaminya dan Tara sampai tidak perhatikan dirinya sendiri serta kebutuhannya nanti.


Karan pun segera ke kamar putranya untuk melihat apakah putranya sudah siap atau belum dan ternyata sesampainya disana ia tidak menemukan putranya di kamarnya lalu dimana kah putranya saat ini..


"sayang Kataj tidak ada di kamarnya kemana dia pergi apa dia memberitahu mu" tanya sang suami bingung karena disaat seperti ini putranya malah menghilang tanpa jejak.


"haah.. kamu sudah mencarinya ke semua sudat rumah hubby.. coba kamu check di kamar mandi atau di ruang bermainnya" ucap sang istri meminta suaminya mengecek lagi.

__ADS_1


Lalu Karan segera mendatangi kamarnya lagi dan mencari keberadaan putranya ke semua tempat namun tidak ada satupun tanda tanda keberadaan putranya itu.. dimanakah dia.


"sayang Kataj benar benar tidak ada disini lalu kemana anak itu perginya hem.. bisa bisanya aku lalai seperti ini, ayah seperti apa aku ini" ucapnya marah pada diri sendiri.


karena pekerjaan Karan sampai lupa pada putranya sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada anak laki lakinya maka ia tidak akan bisa memaafkan semua security dan para bodyguard yang sudah dipekerjakan disini.


Karan berteriak memanggil semua staff yang bekerja di rumahnya dengan emosi yang menggebu gebu, untuk apa ada security dan semua bodyguard kalau hanya menjaga satu anak kecil saja tidak bisa sungguh diluar batas logikanya karena pikirannya sudah berpikir yang buruk buruk tentang peneror itu.


"pak maaf kami tidak bisa menemukan putra bapak, maafkan kami pak kami sudah cari ke semua sudut rumah ini tapi tidak ada pak" ucap security dengan takutnya.


"maaf bos kami juga sudah mencari tuan muda ke setiap sudut rumah ini tapi tuan muda tidak bisa kami temukan bos" ucap para bodyguard cukup ngeri melihat kemarahan yang ada pada bosnya ini.


"kalian semua bodoh masa hanya menjaga satu orang anak saja tidak mampu bodyguard macam apa kalian ini, percuma saja aku membayar kalian semua jika menjaga anak kecil saja tidak becus.. Uaaakkhh.." teriaknya kesal lalu meninjau sebuah dinding.


"hubby apa apaan kamu ini apa yang kamu lakukan, jangan pernah kamu menyakiti diri sendiri ataupun siapapun apakah kamu tidak bisa berpikir jernih.. coba kamu hubungi dulu putra mu dan lihat cctv, pak tolong cek cctv yah.. em bibi saya minta tolong pegang baby"


ucap sang Tara pada suamin dan para pekerja di rumahnya karena ia akan mengobati luka di tangan suaminya ini.


"baik ibu.. baik nyonya" ucap para pekerja segera menjalankan apa yang di minta oleh ibu bos / nyonya besar yang baik hati.


"semua ini karena salah ku aku hanya fokus pada pekerjaan dan diriku sendiri padahal kamu sudah begitu lelah tapi kenapa kamu selalu berusaha mengerti dan melakukan semuanya sendiri, kamu bahkan tidak marah atau mengatakan capek kenapa kamu begitu baik dan sempurna? kenapa bisa kamu punya suami seperti aku.. aku benar benar bodoh"


ucap sang suami, baru kali ini Karan meledak dan mengatakan kebenaran tentangnya.


"hum.. hubby bisakah kamu diam dan tidak banyak bicara hum, tentu saja aku tidak akan mengatakan apapun yang menurut ku tidak penting dan aku menikah sama kamu karena aku tahu kamu adalah laki laki yang baik dan itu terlihat dari cara mu mendekati menjaga dan melindungi aku juga anak anak tapi kita tidak tahu jika ada sesuatu terjadi diluar kendali kita, kita hanya butuh tenang lalu berpikir mencari jalan keluarnya bukan marah seperti ini, kamu seperti ini bukan hanya yang terluka tapi aku dan anak anak juga sakit melihat papanya seperti ini tenang hubby cup"


ucap sang istri Tara mencoba menenangkan suaminya sambil mengobati tangan yang luka

__ADS_1


"manusia seperti apa aku ini.. kenapa aku..


__ADS_2