
Happy reading everyone stay safe and health
"huum tentu saja aku akan menyaksikan hari bahagia adik kesayangan kakak ini.. kamu pergi duluan saja setelah menyimpan file kakak akan langsung turun kebawah okay"
balas Arhsam sambil tersenyum agar adiknya mendengarkan perkataannya ini.
Karena ada hal penting yang harus disimpan rapih olehnya dan itu menyangkut keluarga atasannya itu dan ia orang kepercayaannya.
"aku akan habis jika sampai ada yang mengetahui hal ini maka tamatlah riwayat ku" ucapnya lalu segera merapihkan laptopnya.
Tiga jam kemudian acara pertunangan pun selesai dan hanya dihadiri dari dua keluarga saja karena ini private untuk keluarga besar, saat pernikahan tiba barulah kedua pihak keluarga mengumumkannya pada publik.
Yang lainnya sudah pergi ke tempat masing masing bagi pihak keluarga ada yang tinggal ada juga yang pulang ke rumahnya kini ada Arhsam dan calon istrinya yang tiba tiba ia menembak seorang wanita dan menjadikan wanita itu calon istrinya karena usia yang tidak lagi muda Arhsam tidak ingin menjalin hubungan oleh karena itu langsung melamar.
"huum kenapa kamu menginginkan ini" ucap Arhsam memberi kode mengedipkan mata
"haah apa salah ya sudah awas masih ada orang disini jika kamu tidak berbuat apa apa maka menyingkirlah" ucap Bella sedikit malu
"uuhf maaf.. dan masih ada waktu untuk hal itu putri sekarang kita santai saja ayo" ucap Arhsam lalu mengulurkan tangannya itu.
"uum dasar..ayo antar aku pulang ini sudah malam nanti banyak yang mengganggu mu" ucap Bella tersipu malu dengan calonnya
Jika biasanya seorang pria selalu mencari kesempatan dalam keadaan terdesak namun tidak berarti untuk Arhsam karena pria yang satu ini sangat berbeda dari pria lainnya.
Dikiranya Arhsam akan mengantarnya pulang tapi ternyata malah diantar ke tempat makan
"apa ini.. wah romantis sekali kamu" ucap Bella tidak menyangka dia bisa romantis.
"makan malam bersama tadi belum lengkap karena aku tidak di dekat mu silahkan" balas Arhsam memberikan tempat duduk.
"umm not bad.. terimakasih ucap Bella, dan mereka berdua pun makan malam romantis.
__ADS_1
Di tempat Raihan yang baru saja selesai di perbarui, rumah impiannya bersama Tara saat dulu kala masih bersama pernah bercita cita untuk membuat rumah di dekat pantai tapi itu semua belum sempat terwujud karena Raihan yang meninggalkan Tara sendiri dan kini dia menyesalinya karena telah melakukan ini.
"seandainya kamu mau menunggu aku pasti akan mendatangi mu dan membawa kesini" ucap Raihan yang selalu tersenyum saat melihat foto foto Tara dan mengingatnya.
Raihan tidak tahu jika rumahnya dan rumah sang mantan tidak jauh hanya berbeda kota saja dan keduanya tidak tahu jika mereka ada di negara yang sama apakah takdir akan mempertemukan keduanya atau lebih dari sekedar bertemu, akankah keduanya saling merasakan cinta lama bersemi kembali.
hubby kamu dimana" ucap sang istri saat terbangun lalu mencari keberadaan suaminya
"pasti kamu membawa ku lagi mengapa kamu tidak pernah membangunkan aku sih um" ucapnya dan ternyata benar suaminya pasti ada di ruang kerjanya seperti biasanya.
"eh kamu sudah bangun sayang kangen yah haha akhir akhir ini kamu sedikit aneh sayang terkadang marah kadang manja kadang juga sensitif em aku jadi curiga jangan jangan"
ucap sang suami merasa istrinya seperti wanita yang sedang hamil lagi.
"huum maksud kamu aku hamil lagi gitu itu tidak mungkin hubby karena aku minun pil kontrasepsi sudah beberapa bulan ini" ucap sang istri masih mengingat dirinya rutin konsumsi pil kontrasepsi nya.
"em kamu yakin tidak lupa meninggalkan nya jika kamu lupa lagi seperti dulu maka aku akan senang karena mempunyai tiga orang anak eh mungkin empat atau lima sayang"
ucap sang suami dengan mudahnya bicara.
"um tapi kan kita tidak tahu kedepan seperti apa siapa yang tahu kalau kita dikasih banyak anak dan juga banyak anak itu banyak rejeki sayang lagian aku masih mampu membiayai semuanya jangan khawatir tentang itu yah"
ucap sang suami Karan mengiraistrinya takut kesulitan dalam ekonominya padahal bukan.
"apa sih kenapa tiba tiba membicarakan anak anak kan kita sudah punya dua anak lebih baik kan hubby, lagian kalau punya banyak anak memangnya kamu mau buat tim bola"
ucap sang istri, karena Tara penasaran suami sering mengatakan tentang banyak anak.
"karena aku mempunyai banyak pekerjaan dan bisnis jadi aku mau anak anakku yang mengantikan aku jadi aku bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan mu sayang"
ucap sang suami, inilah yang dirinya pikiran sejak dulu tentang bisnisnya yang banyak.
"jadi menurut mu anak anak mau gitu kamu minta mereka menggantikan posisi mu em kamu sangat egois belum tentu mereka suka hal itu dan lagi pula mereka pasti memiliki mimpi dan cita cita lain tidak seperti kamu"
ucap sang istri, Tara bingung mengapa suami begitu terobsesi dengan anak dan bisnisnya
__ADS_1
"aku tidak mengijinkan mereka jika mereka tidak menjadi yang lebih baik tapi aku akan dukung mereka dalam bidang prosesi yang benar benar mengangkat namanya juga" ucap sang suami, karena papanya hanya mengajarinya cara berbisnis saja.
"maaf hubby aku tidak suka kamu mengekang mereka apalagi sampai membuat mereka jadi dirimu jika itu sampai kamu lakukan maka jangan harap kamu akan bersama ku lagi"
ucap sang istri ia tidak bersungguh sungguh bicara hanya menggertak suaminya saja.
"apa kamu mau pergi meninggalkan ku hanya karena anak anak saja em kamu benar benar tega sayang kamu menyakiti hatiku aku tidak mengira kamu akan mengatakan ini sayang"
ucap sang suami, Karan tidak menyangka jika istrinya berkata seperti itu dengan mudah.
"huum hubby aku hanya bercanda mengapa kamu begitu serius menanggapinya aku akan meninggalkan mu saat kamu selingkuh atau kamu ada wanita lain dihatimu maka tidak ada ampun untuk hal itu aku tidak mau"
ucap sang istri, Tara menjelaskan kebenaran karena tidak ada satu wanita pun yang mau.
"bercanda mu ini tidak tepat sayang kamu itu seperti tidak tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran ku juga keinginan ku kalau kamu tahu pasti kamu tidak akan percaya aku"
ucap sang suami ada hal yang belum dirinya beritahu tentang masa lalu yang dilupakan.
"hum percaya apa memang ada yang kamu sembunyikan dariku apa itu hubby mengapa kamu tidak pernah mengatakannya padaku" ucap sang istri penasaran dan khawatir juga.
"bukan apa apa sayang ini hanya masa lalu yang ingin aku lupakan tapi aku tidak pernah berbohong tentang diriku dan aku juga selalu jujur padamu sungguh aku tidak bisa bicara tentang hal yang ingin aku lupakan itu"
ucap sang suami, bukannya Karan berniat menyembunyikan masa lalunya itu.
"uum baiklah jangan katakan saat kamu tidak ingin membicarakannya tapi jika itu penting maka kamu harus memberitahu ku hubby agar tidak ada masalah di kemudian hari"
ucap sang istri, Tara hanya khawatir jika hal itu akan mempersulit hubungan nanti.
*
*
*
*
__ADS_1
*