
Happy reading everyone 🤗📒💐
"apa maksudnya itu periode kedua hubby" tanya sang istri yang kini dirinya dan sang suami sudah berada di dalam mobilnya.
"yang mana sayang" ucap sang suami, pura pura lupa dan tak tahu kata katanya.
"tadi yang kamu bilang tergantung aku" ucap sang istri, Tara sungguh penasaran.
"oohh itu.. maksudnya terserah kamu aja atau.. 🤔🤔" ucapnya sengaja dipotong.
"atau apa hubby jangan bikin aku penasaran achh.. hubby.." ucap sang istri, Tara sungguh tidak suka dengan ini.
"atau nunggu anak kedua kita hadir baru kita liburan lagi kemana pun kamu mau" ucap sang suami, dengan mudahnya bicara mengenai anak kedua, satu pun belum lahir tetapi sudah berencana kedua
"apa kamu engga salah hubby, yang ini saja belum lahir tapi kenapa kamu sudah memikirkan anak yang kedua, apa kamu engga kasian sama yang mengandung"
ucap sang istri, Tara benar benar merasa tidak mengerti dengan jalan pikiran suaminya ini.. bisa bisanya bilang begitu.
"sayang ini kan baru rencana siapa bilang aku engga mikirin kamu, justru karena aku cinta sama kamu jadi aku kasih pilihan"
ucap sang suami, yang tidak ingin istrinya marah atau berpikir lain tapi niatnya tetap.
"mana ada suami yang cinta tapi malah kasih pilihan sama istrinya, kamu pikir hamil mengandung lalu melahirkan bayi itu mudah..kamu engga tahu seperti apa rasanya jika kamu tidak merasakannya"
ucap sang istri, benar benar bikin kesel dan naik darah aja suaminya ini.
"maaf sayang bukan itu maksudnya, aku pasti kasih waktu untuk kamu menunggu anak kita besar dikit baru rencana lagi"
ucap sang suami, walaupun berencana tapi Karan tetap memikirkan sang istri.
"hemm..kita lihat nanti yah hubby, entah mengapa aku merasa tidak yakin bahwa itu rencananya, tapi aku mohon sama kamu mintalah persetujuanku lebih dulu apapun rencananya nanti katakan saja"
ucap sang istri, walau usia pernikahannya belum berusia satu tahun tapi Tara dapat memahami sedikit pikiran suaminya ini.
"iyah sayang..terimakasih atas kesabaran kamu menghadapi aku, maafkan aku yang belum bisa mengerti kamu dengan baik, dan menjadi suami yang terbaikmu"
ucap sang suami, Karan pun menyadari bahwa dirinya menjadi egois pada istrinya
__ADS_1
"kamu sudah menjadi suami yang baik, penyayang dan juga romantis kamu hanya perlu sedikit lebih peka dan pengertian"
ucap sang istri, seperti apapun suaminya ini Tara tetap bersyukur karena selama ini suaminya sudah berusaha dengan baik.
"iyah aku akan berusaha agar dapat memahami perasaan kamu, oleh karena itu bicara padaku apa yang kamu inginkan di dalam pernikahan kita agar rumah tangga kita menjadi bahagia dan tenang"
ucap sang suami, memang dirinya tidak peka terhadap perasaan wanita. tetapi bukan berarti bahwa dia tidak mengerti.
"terimakasih hubby, loh kok ini kan bukan jalan ke kantor, ini arah pulang hubby" ucap sang istri, yang perhatikan jalan.
"Iyah kita pulang..karena kerjaan udah selesai sekarang waktunya manjain baby" ucap sang suami, diam diam berbicara namun ia sudah rencana pulang cepat.
"masa kerjaan kamu udah selesai hubby, kamu engga lagi bohong kan" ucap sang istri, karena curiga jadinya Tara langsung bertanya sama suami walau tak pantas.
"Iyah sayang masa kamu engga percaya sama suami kamu sendiri sih" ucap sang suami, karena ekspresi wajahnya tidak menyakinkan jadi istri sedikit tak percaya.
"bukan begitu hubby hanya saja seperti ada yang kurang, apa yang lainnya ikut pulang juga seperti kak Rio Ryan Lewis"
ucap sang istri, agar lebih jelas dan padat.
"kalau mereka bertiga kembali ke kantor karena pekerjaan mereka belum selesai tapi pasti jam empat atau lima selesai"
"oohh gitu syukur deh, aku takutnya kamu kasih contoh yang engga bagus buat yang lainnya dan teman teman kamu hubby"
ucap sang istri, itulah yang dikhawatirkan dari sang suami.. tapi ternyata normal aja.
Selama beberapa di dalam mobil suami istri ini bercerita satu sama lain dan sampai pada pembicaraan yang intim, selama itu masih dalam jangka normal tentu saja itu diperbolehkan dengan istri.
Sesampainya di rumah pun Karan masih saja menanyakan soal anak pada istrinya, berapa banyak yang diperbolehkan sama istrinya dan berapa lama waktu untuk menunda kehamilan selanjutnya sampai berbicara jika anak pertamanya bukan laki laki berarti sang istri harus hamil lagi dan lagi sampai memiliki anak laki laki dan akhirnya sang istri pun kesal dengan perkataan suaminya itu lalu Tara berkata, memangnya aku pabrik produksi yang melahirkan bayi selalu, dan aku engga tahu apa jika aku melahirkan bayi perempuan, lagian apa bedanya laki laki ataupun perempuan sama saja anak mereka berdua, karena ayahnya adalah Karan, sampai sang istri lewat dari kesal akhirnya Tara pun langsung lari ke kamar meninggalkan suaminya sendiri di ruang makan, karena saat sampai di rumah mereka langsung mandi lalu nonton tv di ruang tengah sampai waktunya makan malam dan suami lanjutkan pertanyaan yang tadi belum selesai, akhirnya Tara merasa bosan yang di bahas itu terus, dan sang istri pun berlari menuju ke arah kamarnya meninggalkan suaminya sendiri
•
"huuhf..aku tidak tahu apa yang merasuki pikiran suamiku itu, karena sedari tadi itu lagi dan lagi yang di bahas aku sampai bosan mendengarnya hahh lebih baik aku tidur terlebih dulu sebelum ia sampai.."
ucap sang istri, bicara sendiri karena kesal pada kelakuan suaminya hari ini.
Karena Karan tahu istri pasti kesal dan marah pada dirinya yang bawel banget hari ini, sebenarnya Karan juga tidak tahu mengapa dirinya bisa sebawel ini, masa sih aku kesambet setan mesum atau jurik yang mesum yang merasuki pikirannya ini padahal tadi siang sebelum istrinya sampai di kantor dirinya tanpa sengaja menonton drama dan di alur ceritanya itu tentang sepasang suami istri yang merencanakan keluarga kecilnya, sampai akhirnya Karan pun menjadikan film itu contoh untuknya bertanya pada sang istri, namun Karan tidak tahu jika akhirnya seperti ini.. sangat tidak sama dengan adegan film film tadi, sungguh menyesal dirinya benar benar merasa bersalah karena telah menuntut sang istri tanpa disadari olehnya, dikira istri akan sama seperti film yang di tonton nya ternyata ekpekstasi tidak sesuai kenyataan hahah.
__ADS_1
"sekarang aku harus berbuat apa, aduh kenapa pikiran ku jadi buntu seperti ini" ucapnya sendiri, karena bingung harus bagaimana cara menghadapi sang istri.
"aduh sayang kenapa kamu mudah sekali marah dan kesel, aku harus berbuat apa" ucapnya lagi, bisa stress jika istri marah seperti dulu.. dirinya pasti akan rugi besar.
Akhirnya Karan pun memutuskan untuk memberikan waktu pada istrinya itu, agar bisa memaafkan kesalahan, kebodohan dan keegoisan dirinya sendiri. oleh karena Karan tidur di ruang kerjanya mungkin sampai tengah malam barulah Karan pindah ke kamarnya lalu berpikir untuk menenangkan istri serta meminta maaf.
Waktu pun berlalu dengan cepat karena sudah merasa dingin dan tidak nyaman tidur sendiri, akhirnya mau tidak mau dan terpaksa dirinya segera pergi menuju kamar yang ada istrinya itu, seharusnya nanti agar lebih lama memberikan waktu untuk sang istri tapi mau gimana Karan tidak tahan jika harus lebih lama jauh dan tidur sendiri itu rasanya tidak nyaman, yah mungkin karena terbiasa tidur bersama.
berjalan mendekati sang istri perlahan lahan masuk ke dalam selimutnya dan memeluk istrinya dari belakang sambil..
Bersambung...
.
.
.
.
.
💐💐💐
.
.
.
.
.
Hayoung haseo everyone 🤗
Stay safe and healthy always 😇
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca cerita ini JANGAN lupa berikan vote, comen, likeq kalian dan share cerita Author 😊♥️🙏