Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 53 Terobsesi nekad


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe and health


Di tempat lain Tara sangat khawatir karena tidak ada pesan ataupun bisa menghubungi Karan yang masih terjebak macet karena kecelakaan lalu lintas di depan mobilnya ini.


"hubby dimana kamu apa kamu tidak bisa mengingat janjimu hum.. ayolah ingat janjimu aku harus menceritakan hal ini sebelum esok pagi datang karena aku tahu seperti apa dia" ucap Tara yang merasa takut dan khawatir.


Saat sedang khawatir memikirkan suaminya tiba tiba suara ponsel berbunyi tanpa nama penelepon siapakah malam malam seperti ini yang meneleponnya apakah itu dari suaminya atau orang lain yang salah nomor telepon.


hallo dengan nyonya Tara disana kah" ucap penelepon misterius berpura pura tak tahu.


ya dengan saya sendiri, anda siapa dan apa masalah" ucap Tara dengan datar.


"kami dari pihak kepolisian dubai nyonya kami ingin memberitahu bahwa suami anda yang bernama Karan saat ini ada di kantor polisi nyonya, apakah anda bisa datang" ucap penelepon misterius memulai rencananya.


ya benar dengan saya sendiri tapi sepertinya saya tidak bisa datang karena harus menjaga anak anak saya dan saya akan kirim asisten ke kantor polisi bisa tolong beri saya alamat" ucap Tara, ia tidak mungkin keluar rumah.


baiklah nyonya kami akan menunggu asisten anda datang ke kantor polisi, terimakasih dan selamat malam nyonya" ucap penelepon misterius lalu mematikan teleponnya.


Setelah mendapatkan telepon Tara segera keluar memanggil salah satu pengawalnya dan memintanya untuk menjemput suaminya di kantor polisi yang tadi menelepon dirinya.


Tanpa berpikir lagi Tara keluar menemui dua pengawalnya itu "pak.. pak Senoy boleh saya minta tolong pak" ucap Tara dengan cemas


"yah ibu.. ada yang bisa saya bantu ibu" balas pak Senoy yang melihat nyonya nya cemas


"pak saya minta tolong jemput suami saya di kantor polisi di jalan ........ pak tolong yah pak saya sangat khawatir takut ada apa apa pak" ucap Tara mengatakan rasa takutnya.


"baik ibu saya akan kesana sekarang juga dan ibu tolong jangan keluar dari hotel ini apapun yang ibu dengar diluar sampai saya atau pak Budi yang mengabarkan kebenarannya ya bu" ucap pak Senoy, harus menginginkan bosnya


"baiklah pak saya tidak akan keluar dari hotel ini pak, tolong segera hubungi saya jika sudah sampai disana yah pak.. terimakasih pak" ucap Tara dengan perasaan takutnya.


"baik ibu nanti ibu jika perlu sesuatu hubungi pak Budi saja ibu tidak perlu keluar ibu saya harap ibu mengerti juga" ucap pak Senoy.

__ADS_1


"iyah nyonya bisa minta bantuan saya jika ada perlu sesuatu atau apapun itu tinggal hubungi saya atau pak Senoy saja nyonya" ucap pak Budi yang memang bertanggung jawab atas istri dan anak anak dari bosnya Karan.


"baik pak Senoy dan pak Budi saya mengerti dan jangan khawatir saya akan tetap di dalam tapi tolong kabari saya secepatnya yah pak" ucap Tara mengerti kedua pengawalnya.


pak Senoy pun segera pergi ke parkiran mobil dan menyalakan mobilnya lalu menuju lokasi yang diberikan nyonya bos untuk menjemput suaminya di kantor polisi itu.


Tidak lama kemudian suaminya setelah satu pengawalnya pergi ada seorang pria datang memakai pakaian pelayan hotel membawa sesuatu agar tidak terlihat mencurigakan dan bisa menjalankan rencananya dengan mulus tanpa kendala apapun yang bisa membuka penyamaran atau identitasnya terbongkar.


"maaf pak saya mau mengatar pesanan ibu Tara bisa tolong bantu saya menekankan bell nya pak" ucap seorang pelayan berpura pura tidak bisa menekankan bell.


Pak Budi pun membantu pelayan tersebut dan belum juga menekan bell namun pelayan palsu itu sudah mengambil sapu tangan yang sudah diberi obat bius lalu ia segera membius pengawal yang berjaga di depan pintu hotel.


Um.. um.. mm.. teriak pengawal yang sedang di bius walaupun ia seorang pengawal terlatih dan berpengalaman namun saat kita lengah tidak ada yang bisa di perbuatannya selain berusaha melepaskan diri dari orang yang mencoba membiusnya tapi sayangnya pak Budi terlambat untuk memberontak akhirnya pak Budi pun pingsan di depan pintu hotel.


Setelah pingsan pelayan palsu itu segera menyeretnya ke samping agar tidak terlihat siapa pun dan menutupinya dengan kain.


ting tong.. ting tong.. dua kali bell berbunyi namun belum juga ada yang meresponnya


"siapa malam malam seperti ini main bel apa jangan jangan...haahk bagaimana ini" ucap Tara mendengar bel berbunyi beberapa kali


Saat ia merasa khawatir Tara segera melihat bayinya agar mengalihkan pikirannya tentang suaminya yang belum ada kabar sudah lewat dari 15 belas menit menunggu kabar namun tidak ada juga yang mengabarkannya saat ini.


Sementara diluar bel terus berbunyi 2 menit sekali hingga membuat Tara semakin berpikir yang aneh aneh, takut, cemas, khawatir juga curiga karena tidak mungkin bel berbunyi lagi dan lagi jika di depan ada pengawalnya?...


"yaa allah apa yang harus hamba lakukan tadi pak Budi berpesan jangan keluar apapun yang terjadi diluar sebelum mereka menghubungi ku lalu siapa yang menekan bel sedari tadi" ucap Tara merasa takut dengan hotel ini.


Tara menutup jendela dan membawa putrinya dan menaruhnya di dalam kamar putranya lalu mengunci pintu putranya rapat rapat ia pergi ke kamarnya dan berusaha mencari informasi tentang keamanan hotel security agar bisa dihubungi dan memintanya untuk mengecek siapakah yang berada diluar kamar hotel yang sedari tadi mengganggunya itu.


"hallo pak saya mau melapor sedari tadi pintu kamar saya ada yang menekan bel namun tidak ada suara orang diluar, bisa tolong chek melalui cctv pak.. saya ingin tahu apa itu " ucap Tara gemetar karena pintunya di ketuk ketuk tapi dilihat tidak ada siapapun diluar.


"baik nyonya kami akan check cctv.. tunggu sebentar nyonya" ucap pelayan hotel ternyata benar ada orang diluar dan orang itu memakai seragam pelayan namun tidak ada identitas pelayannya dan saat petugas cctv akan melaporkannya pada keamanan serta atasan pemimpin hotel tersebut tiba tiba cctv buram dan hilang gambar, panggilan terputus seketika. para pengawas dan keamanan pun segera mengecek dan berlari ke kamar yang di tempati oleh rekan bos pemilik hotel ini.

__ADS_1


Saat para staf dan keamanan hotel berlari menuju kamar no 445 kamar yang ditepati oleh rekan bos pemilik hotel, tiba tiba pintu kamar Tara terbuka dan ada seorang masuk berhasil membuka pintu yang dikunci lalu masuk ke dalam kamar utama dan mencari cari namun pelayan palsu itu belum temukan wanita yang ada di foto handphone nya ini.


Pelayan palsu itu mencari ke setiap kamar namun ia hanya menemukan anak anaknya saja dan tidak menemukan ibunya yang saat ini ia cari semenit kemudian ia menemukan wanita yang dicari cari nya sejak tadi.


"nyonya mengapa anda bersembunyi di dalam apakah anda ingin bermain petak umpat em boleh nyonya setidaknya agar anda tidak tegang atau cemas dan jangan takut nyonya saya tidak akan menyakiti nyonya kita hanya butuh pergi dari hotel ini dan..." ucapnya berhenti karena merasa ada yang datang.



Tara kaget seketika ada wajah wanita terbalik kepala dibawah dan kaki diatas siapakah wanita itu yang membuatnya takut dan kaget.


sedetik kemudian Tara berteriak meminta tolong pada siapa saja yang mendengarnya.


"tolooonggg... tolooonggg... hubby tolong aku dimana kamu hubby tolong aku" teriak Tara meminta bantuan namun ia lupa bahwa ada putranya di dalam apa ia mendengar suara teriakan mamanya ini.


"mama.. mama" ucap sang putranya saat terbangun karena mendengar suara teriakan mamanya sendiri seperti orang ketakutan.


"oh my apa yang harus aku lakukan aku membuat putra ku bangun sekarang apa yang akan terjadi dan aku harus melakukan apa" ucap Tara dengan ragu dan rasa takutnya


"aku harus ke kamar anak ku sebelum terjadi apa apa dengan anak anak ku" ucap Tara lalu saat ia akan bangun tiba tiba saja...



*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2