Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 22 extra part


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe & health


"hubby tolong maafkan aku" ucapnya dalam hati namun masih tetap tersenyum manis


Sesampainya di tempat parkir benar saja wajah suaminya itu sudah masam dan kesal terlihat di wajahnya apa yang harus dilakukan agar mood suaminya kembali lagi seperti tadi awal saat suaminya mengantarnya tempat ini.


"sayang apa yang kamu lakukan" tanya sang suami segera keluar dan membukakan pintu



Melihat ekspresi sang suami yang sulit di artikan Tara benar benar merasa bersalah dan sedih karena tahu bahwa suaminya semakin pencemburu terhadap laki laki mana saja apa yang harus dikatakan agar suaminya mengerti


"em maaf hubby aku menyesal please" ucap sang istri, Tara berusaha meminta maaf


"hemm.. ayo kita pulang" balas sang suami memikirkan perkataan dokter Karan berusaha untuk bersabar dalam keadaan apapun itu


Mendengar perkataan sang suami Tara pun bertanya tanya dengan dirinya sendiri "hubby kamu tidak marah kan" ucap sang istri Tara


"tidak karena itu sudah terjadi bagaimana lagi mau tidak mau aku harus sabar karena istriku cantik sih jadi wajar banyak orang yang suka" ucap Karan berusaha menenangkan dirinya


"terimakasih hubby my love my world and everything i need you so much.. cup cup" ucap sang istri lalu menghadiahi kecupan


"tapi kenapa kita pulang katanya mau bawa aku kesuatu tempat" ucap sang istri, Tara ingat bahwa suaminya akan mengajaknya tadi


"em tidak hari ini karena waktunya tidak pas nanti anak anak akan marah padaku karena ibunya aku bawa cukup jauh dan lama" ucap sang suami, ingin bertanya tapi ragu ragu


Melihat suaminya yang seperti ini membuat Tara bingung dan khawatir takut ada yang di pikirkan suaminya karena bagaimanapun Tara belum pernah memberikan hak sang suami saat dirinya melahirkan baby Kalinda sampai kini suaminya tidak pernah membahas hal itu.


"hubby aku tahu kamu mencintaiku sangat besar dan dalam tapi aku istrimu ceritalah denganku aku juga ingin tahu apa yang terjadi dan aku mau kamu percaya sama aku" ucap sang istri, tidak ingin melihat suaminya stress


"sayang sebenarnya aku sangat merindukan mu tapi aku tidak berdaya, dan aku harus menunggu kamu pulih dari insiden waktu itu" ucap sang suami memperhatikan istrinya

__ADS_1


"aku sudah sembuh hubby dan itu masalalu biarlah berlalu, aku juga merindukan mu em bagaimana kalau kita ke dokter sekarang" tanya sang istri, Tara ingin tahu kesehatannya


"em baiklah ayo kita ke rumah sakit dan check up apakah istriku yang cantik ini masih kuat seperti dulu hihih" ucap sang suami, ia mencoba membuat istrinya terhibur olehnya


"hem..belum juga check kamu ini pikirannya engga jauh jauh dari hal hal mesum ya hubby" ucap sang istri, Tara tersenyum dan berpikir mengapa dirinya bisa tertipu dengan pria ini.


*****


"sayang aku engga mau ah kamu shooting coba kamu lihat sendiri nih" ucap Nicolas marah pada istrinya yang terjun acting


"apa sih pah kemarin setuju sekarang engga kamu gimana sih labil deh papa" ucap sang istri Nadia, ia cukup bingung kenapa berubah


"nih kamu lihat deh foto kamu saat main film coba kamu jadi aku pasti panas kan cemburu aku melihat istriku disentuh orang lain" ucap Nicolas, ia benar benar tidak suka melihatnya





"nah karena itulah aku jadi baru menyadari bahwa ternyata ini merugikan diriku kenapa aku harus membiarkan istriku ditonton orang" ucap Nicolas baru kepikiran setelah melihat


"hem..jadi kamu merasa dirugikan karena aku dilihat banyak orang, tetapi mengapa aku tak merasakan hal yang sama yah..em apa jangan jangan suamiku memang gatal yah" ucap Nadia mulai mengatakan kegundahan hatinya


"em sayang.. aku bersalah aku sungguh minta maaf atas semua kelakuan ku yang bodoh tolong maafkan aku karena mengabaikan mu dan mengapa kamu tidak mengatakannya"


ucap Nicolas baru menyadari bahwa ternyata istrinya pun merasakan hal sama sepertinya


"baiklah karena aku istri yang baik jadi aku akan melupakan dan memaafkan kamu tapi ingat kalau diulangi tanggung akibatnya yah" ucap Nadia mengancam sang suami


__ADS_1


"mama.." teriak putranya langsung lari ke gendongan sang ibu setelah masuk kedalam


"mama kapan kita main ke rumah aunti aku sudah kangen sama baby Kalin dan Kataj.. oh iyah mah..kapan kiranya mama kasih aku adik teman temanku sudah punya adik lalu aku.." tanya sang putra, yang dikiranya itu mudah


"sayang dengarkan mama yah, mama tidak tahu kapan tapi yang pasti jika sudah saatnya pasti kamu juga punya adik dan mama tidak bisa berjanji untuk sekarang ini sama kamu"


ucap Nadia pada putranya, sudah sangat lama putranya selalu menanyakan hal ini


"hum.. lagi lagi jawabannya sama yaudah deh aku kembali ke kamar, mama harus banyak istirahat yah jangan kerja terus nanti aku lama punya adiknya karena mama kelelahan kerja"


ucap sang putra, Natan sering melihat mama nya ketiduran di sofa setelah pulang shooting


"iyah pasti sayang karena pekerjaan mama sudah selesai mama jadi bisa menemani kamu setiap hari dirumah" ucap Nadia pada putranya, bersyukur karena Natan pengertian


Setelah sang putra keluar dari kamar orang tuanya, Nicolas mulai melancarkan aksinya untuk mendekati sang istri karena obrolan putranya membuatnya terdorong agar sang istri cepat hamil karena dirinya cukup lama menantikan anak keduanya kapan akan hadir.


"sayang kamu dengarkan apa yang putra kita mau.. em menurut aku itu benar ayo kita buat keinginan Natan jadi kenyataan sayang" ucap Nicolas tanpa melihat jam berapakah saat ini


"iih engga engga ini masih siang, kamu ini mikirnya hanya itu itu aja lebih baik kamu ajak anak kamu main sana..aku mau tidur siang" ucap sang istri, lalu Nadia pun membawa suaminya keluar dari kamar dan menguncinya


"sayang kamu kok tega sih kunci in aku diluar" ucap Nicolas merasa ini tidak adil baginya


"karena aku mau istirahat dan kamu dengar tadi putra mu bilang apa.. jadi kamu temani putra mu terlebih dulu nanti malam baru.." ucap sang, Nadia sengaja tidak meneruskan kata katanya karna ia tahu suaminya mengerti


"hem baiklah kalau itu yang kamu inginkan dan istirahatlah pastikan kamu harus dapat power agar nanti malam tidak mudah lelah" ucap Nicolas dengan mudah berkata begitu.



Di tempat lain Karan dan sang istri Tara sudah selesai di periksa dan syukurnya dokter berkata bahwa Tara sudah sembuh sejak jahitannya benar benar pulih hanya saja jika untuk melahirkan bayi lagi ia harus menunggu waktu lama agar bekas jahitan tersebut benar benar rapat dan tidak membuka bekas luka lama, dokter juga berkata sedikit memakan waktu tiga atau lima tahun kemungkinannya.


"sayang apa kamu yakin bisa melakukannya" tanya sang suami, karena mau seperti apapun Karan akan tetap mengutamakan istrinya dulu

__ADS_1


"em.. hubby.. A kuu" ucap sang istri, Tara juga bingung harus bagaimana mengatakannya


Terimakasih sudah membaca cerita ini semoga suka dan jangan lupa berikan ❤ vote like serta dukungannya untuk karya Author 😊


__ADS_2