Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
Wedding day


__ADS_3

Setelah pengenalan yang cukup dekat dan dalam akhirnya hari yang dinanti nantikan pun tiba waktunya berjalan begitu cepat tanpa disadari sekarang saatnya untuk membuka lembaran baru dengan pasangan yang high quality cantik manis semua yang Karan cari ada di diri Tara suatu kebanggan serta kebahagiaan bagi Karan karena mendapatkan wanita sepertinya, Karan memang tidak memiliki banyak pengetahuan tentang wanita namun ia cukup paham dengan sebuah hubungan oleh karena itu ia menjaga diri serta hatinya saat menjalin asmara Karan benar benar kaku seperti robot yang tidak peka atau berperasaan namun sejak berjumpa saat pertama kali bertemu Tara ada sebuah rasa yang berbeda, ada rasa ingin selalu di dekatnya ada rasa ingin memilikinya begitu besar dan dalam ingin tahu semua tentangnya apapun itu.


...........


Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Karan Parsons dengan putri saya Tara Craniella dengan 100 gram emas kawin dan uang sebesar 100 juta rupiah berserta seperangkat alat sholat dibayar tunai.


Saya terima nikah dan kawinnya Tara Craniella binti Jordan Craniello dengan maskawin tersebut dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.


" bagaimana para saksi " ucap pak penghulu


Saahh


Saaahhhh


Saaahhhh.. Alhamdulillah...


semua para saksi dan lainnya ikut mendoakan kebahagiaan Karan dan Tara sepasang suami istri ini cukup terkenal di kalangan masyarakat juga bukan hanya selebriti saja tetapi di masyarakat pun keduanya cukup baik, ditambah Tara sang istri begitu peduli kasih nan lingkungan di sekitarnya berbagi kasih serta saling menghargai satu sama lainnya.


.................


Setelah acara selesai kedua pengantin baru ini langsung pulang terlebih dulu padahal acara resepsi ini belum selesai karena keduanya sudah sangat lelah sedari siang hingga malam hari namun para tamu tak kunjung usai, dan akhirnya Karan pun meminta ijin pada sang papa untuk pulang lebih dulu, saat melihat sang istri begitu kelelahan wajar sih karena mereka sibuk sejak menjelang pernikahan sampai saat ini mereka berdua belum ada istirahatnya oleh karena itu Karan injin dan meminta agar digantikan menyambut tamu undangan yang datang.


" huuuft.. luar biasa lelahnya yah " ucap sang istri


" mau aku pijat " ucap Karan menawarkan diri untuk membantu sang istri agar tidak terlalu lelah dan letih


" tidak usah kak.. mau mandi aja " ucap Tara sambil membuka resleting gaun pengantinnya


" mau mandi bersama atau sendiri " ucap Karan mendekati sang istri dan membantu menurunkan resleting nya


" sendiri aja.. terimakasih " ucap Tara meninggalkan suaminya sendiri saat resleting gaun nya lepas karena Tara belum terbiasa dengan ini saja dirinya sudah berusaha menahan malu dan gugupnya karena ini adalah pengalaman pertama baginya dan banyak hal yang belum ia pelajari siap atau belum ini adalah kewajibannya sebagai seorang istri Tara harus menghargai suatu hubungan dan memegang komitmen pernikahan agar menjadi hubungan yang romantis dan humoris untuk kedepannya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Tara membuka pintu kamar mandi dan cukup mengejutkan serta kaget tiba-tiba muncul di hadapannya entah darimana suaminya ini tiba tiba ada di depan wajah Tara.


" duuhh Kaka bikin kaget aja, kalo aku jantunggan gimana " ucap Tara sedikit kesal karena kaget


" maaf.. kalo kamu sakit maka aku akan kasih jantung ini untukmu " ucap Karan dengan mudahnya mau memberikan jantung nya


" husst kalo ngomong itu jangan asal bicara kak " ucap Tara kesal karena suaminya ini enak sekali bilang kasih jantung, lalu dia mau meninggalkan nya gitu membuatnya menjadi janda muda


" maaf tapi memang itu benar akan aku lakukan apapun untukmu " ucap Karan tanpa merasa bersalah, yah dirinya memang tidak peka terhadap kekhawatiran seorang wanita namun ia tetap minta maaf pada istrinya ini.


" lalu kamu mau aku jadi janda muda, dan buat apa kita menikah kalo gitu " ucap Tara dengan kesalnya mendengar kata-kata seperti ini di malam pengantinnya


" tentu saja tidak, aku tidak akan ijinkan siap pun menggantikan posisi ku, apalagi aku belum melakukan apapun " ucap Karan tanpa sadar dengan apa yang dikatakannya sendiri


" oh gitu rupanya, memang apa yang dilakukan kamu kak " ucap Tara merasa suaminya ini menikahi nya hanya karena fisiknya bukan dirinya, karena memang mereka menikah dengan cepat tanpa berproses seperti pacaran dan lainnya


" hehm.. ekhh bukan apa-apa, maaf aku bukan bermaksud lain aku hanya tidak bisa jauh darimu itu sebabnya aku menunggu mu dilantai ini " ucap Karan menjelaskan karena dirinya engga mau membuat malam pertamanya ini gagal hanya karena ulah bodohnya.


" maaf aku engga akan berkata seperti tadi, kamu engga salah karena memang aku yang lebay dan engga sabaran " ucap Karan, pria ini memang engga peka namun ia akan belajar agar menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk keluarga kecilnya ini


" baiklah.. mau aku siapkan kopi atau minuman hangat setelah mandi " ucap Tara menawari suaminya ini


" kopi susu boleh.. tunggu aku mandi yah " ucap Karan meminta agar istrinya tidak tidur lebih dulu


" Iyah.. cepat sana mandi " ucap Tara mengingat sudah malam, jam segini minum kopi susu apa engga tidur, haduh aku lupa bahwa ini malam kami, sekarang sudah tengah malam apa aku tidur duluan yah, tapi tadi minta di tunggu gimana ini.


Saat membuatkan kopi untuk suaminya, Tara sempat berpikir apa dirinya sudah siap dengan itu, ada ragu dan gelisah karena namun ini adalah kewajibannya.. akhirnya pasrah menunggu suaminya.


" huuh segarnya.. mana kopi nya sayang " ucap Karan meminta kopinya


" ini kopi susu nya, aku tidur duluan yah " ucap Tara meminta ijin tidur duluan.

__ADS_1


" kok gitu.. kamu lupa ini malam apa " ucap Karan engga bisa bilang intinya


" malam minggu.. ingat kok " ucap Tara mengingat malam ini adalah malam minggu, sebenarnya ia tau hanya saja gugup takut dan khawatir yang membuat Tara seperti ini.


" Iyah ini malam minggu malam pertama kita tidur bersama sebagai suami istri " ucap Karan langsung pada niatnya


" bilang aja kalo kamu belum siap aku engga apa-apa dan aku engga mau maksa kamu " ucap Karan lagi


" maaf bukannya aku belum bisa menerima, aku hanya gugup dan takut " ucap Tara mengatakan yang sebenarnya yang dirasa saat ini.


" aku ngerti ini juga pertama bagiku, kita akan mencobanya.. bila belum bisa kita akan coba dilain waktu " ucap Karan menyarankan serta memberi pengertian


" maafkan aku jika aku mengecewakanmu " ucap Tara mengingat kesiapan mental belum sepenuhnya tapi ini kewajiban, tapi dirinya juga takut karena kata teman temannya bahwa malam pertama itu sangat menyiksa dan menyakitkan itu sebabnya Tara kepikiran padahal belum tau semuanya dan temannya juga usil mengatakan sakitnya aja, engga bilang hanya sebentar aja dan di awalnya aja.


" maafkan aku, mungkin aku terkesan memaksa sehingga kamu merasa takut " ucap Karan juga merasa bahwa dirinya tergesa gesa sehingga terlihat seram


" maaf aku tidak berpikir seperti itu, hanya saja beberapa teman bilang kalo itu sangat sakit dan menyiksa karena itu aku ragu dan takut " ucap Tara mengatakan yang sebenarnya bahwa dirinya takut, karena temannya bilang seperti itu.


" aku akan pelan pelan, bila masih sakit kamu boleh mendorong ku dan aku akan berhenti " ucap Karan memastikan dirinya akan berhenti saat itu juga


" terimakasih " ucap Tara memeluk suaminya ini karena sangat pengertian dan bijaksana menurutnya, untung saja yang menjadi suami ini Karan kalo orang lain Tara tidak tahu seperti apa jadinya


Larut dalam pelukan hangat yang Karan berikan membuat Tara merasa tenang dan nyaman karena memang sudah halal dan sah sah saja melakukan lebih pun.


🍁🍁🍁


Hayoung haseo 🤗


Stay safe and healthy everyone 😇


Terimakasih sudah mampir membaca

__ADS_1


__ADS_2