
Happy reading everyone stay safe and health
Setelah selesai makan sambil bercerita lama Hendry sudah membayar semua makanannya lalu ia akan mengantar Kataj kembali keatas.
Tara kaget pas melihat pria yang bersama anaknya ini sejak kapan dan dimana kenapa bisa bertemu dengan putranya.. bagaimana.
"kamu..wah senang dapat bertemu kembali?" ucap Hendry senang bisa bertemu dengan..
"om.. om kenal sama mama aku" tanya Kataj, ternyata mama memang terkenal.
"em.. yah mama pernah kenal oh iya sayang tadi kamu sudah janji sama mama sekarang kamu selesai tugas sekolah mu yah" ucap Tara pada putranya.
"em baiklah.. om aku masuk dulu nanti kita bertemu lagi di tempat tadi yah om" ucap Kataj pada om Hendry.
"baiklah belajar yang rajin yah agar bisa jadi orang hebat okay" balas Hendry pada anak mantan pacarnya ini.
"oke om.. terimakasih sudah mentraktir aku hari ini next time lagi yah om.. dah om" ucapKataj pada yang baru ia temui itu.
"oke see you next time boy.. itu putra mu" tanya Hendry pada Tara setelah menjawab mengiyakan perkataan Kataj.
"yah terimakasih sudah menjaga putraku" ucap Tara, saat akan masuk kedalam.
"bukan apa apa, apa kamu tidak mengijinkan aku masuk..kita sudah lama tidak bertemu.." ucap Hendry melihat wajah mantan nya.
Setelah sekian lama mencari cari Tara dan saat menemukan keberadaannya lalu datang kesempatan ini dia tidak akan mensia siakan hari ini dengan begitu saja dan mencari cara.
"maaf suamiku sedang bekerja jadi aku tidak bisa menerima tamu disini dan terimakasih karena sudah mengantar putra ku tapi lain kali tolong jangan diikuti keinginan" ucap Tara tegas dengan nada bicara yang rendah.
"oh maaf kalau begitu nanti aku akan kembali disaat suamimu ada, selamat siang nona" ucap Hendry lalu pergi setelah mengatakan
"tidak perlu.. eh kemana orang itu hem.. pak Senoy jika ada orang itu datang kesini tolong katakan padanya kami sedang keluar yah pak" ucap Tara berpesan pada bodyguard nya.
"baik nyonya saya akan sampaikan" ucap pak Senoy mengerti kalau nyonya nya tak suka.
"terimakasih pak ini buat bapak beli makan siang berdua dengan rekan pak Senoy" ucap Tara lalu memberi uang pada bodyguardnya
Walaupun suaminya sudah memberikan gaji lebih dan tips lainya namun Tara tetap saja tidak tega melihat para pengawal yang stay 24 jam di depan apakah mereka tidak tidur.
__ADS_1
"lihat pak Karan disana dia terlihat banyak pikiran padahal istri dan anaknya ikut" ucap Nicolas pada asistennya.
"bapak benar coba kita dekati dan bertanya mungkin saja itu karena pekerjaan pak" ucap Vano pada bosnya.
"kau benar ayo kita kesana aku penasaran apa yang ada dipikirkan itu" ucap Nicolas
Dan keduanya pun berjalan mendekati Karan karena Vano dan bosnya Nicolas sedikit khawatir jika Karan tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya sendiri bagaimana pun juga proyek ini sangatlah penting dan besar.
"Pak apakah anda baik baik saja, apa sesuatu terjadi" ucap Vano yang melihat sedari tadi.
"yah kau seperti laki laki yang merindukan kekasih mu apakah sangat berat hum.." ucap Nicolas yang malah meledaknya.
"hum..apa aku terlihat seperti itu em yah aku memang berat membiarkan istriku sendirian tapi aku bisa apa dan tidak mungkin juga membawa mereka kesini yang ada istriku akan marah dan mendiamkan aku haha"
ucap Karan panjang lebar namun ia masih bisa tertawa dan tersenyum disaat seperti ini
"sudah aku katakan kan jika kau masih tidak bisa berpikir jernih dan khawatir seharusnya kau jadikan saja istri mu asisten mu dikantor dan di rumah kamu akan selalu bersamanya" ucap Nicolas yang berkata sembarangan.
"Wah wah sekarang kamu semakin dewasa Van tidak salah kau menjadi asisten ku dan bagaimana hubungan mu dengan kekasih mu apa langkah yang akan kau ambil" tanya Nicolas penasaran dengan kisah Vano.
"sebenarnya kami belum berpacaran karena dia baru saja putus jika aku mengajaknya untuk berpacaran aku takut ditolak lalu aku akan frustasi dan tidak kuasa dengan itu" ucap Vano malah bercerita tentangnya.
"lihat asisten mu terlebih dulu dia belum punya pengalaman yang menantang seperti kita berdua tapi apa yang akan dia lakukan" ucap Karan yang sudah berpengalaman.
"kau benar sepertinya aku akan mengajari bagaimana cara agar bisa diterima wanita, apa kau mau aku ajari Van aku bisa kasih tahu cara mendapatkan wanita dan hatinya" ucap Nicolas yang ikut penasaran kisah Vano.
"dan aku akan membantu mu dengan cara yang paling cepat juga ampuh.. apa kau mau kami berdua memberikan saran yang tepat" ucap Karan antusias dengan kisah Vano.
"aku tahu kalian bos yang pengertian dan juga berpengalaman dibidang pekerjaan dan juga wanita, tapi apa aku bisa melakukannya" tanya Vano yang masih ragu ragu ini.
"tentu saja bisa karena kita laki laki yang tidak mudah menyerah begitu saja lalu menangis hahk apa kata dunia dan tidak ada di dalam kamus kata menyerah itu pantang bagi kita" ucap Nicolas menyakinkan asistennya ini.
__ADS_1
"yah itu benar dan kau harus mencobanya Vano jika tidak kau yang akan menyesal dan rugi karena terlalu lama berpikir namun tidak bertindak melakukan apapun dengan cepat" ucap Karan yang ikut memprovokasi Vano.
"aakhh bikin pusing saja baiklah aku akan ikuti kalian tapi aku hanya akan mengikuti yang terbaik cepat dan nyaman agar aku tidak akan menyesal dengan tidakan serta keputusan ku" ucap Vano menyakinkan dirinya terlebih dulu.
"baiklah Vano ayo kita pulang karena sudah selesai pekerjaannya dan aku akan mengajari tingkat awal tapi itu hanya sebuah saran dan kaulah yang akan menentukannya" ucap Nicolas lalu menepuk pundak Karan.
"yah sebaiknya kau ajari dia jika dia tidak bisa silahkan hubungi aku untuk cara mudahnya" ucap Karan mengerti tepukan Nicolas.
"oke selamat sore pak Karan semoga pulang mendapatkan berita indah.. ayo bos" ucap Vano lalu mengajak bosnya pulang.
Saat Nicolas dan asistennya Vano pergi Karan memastikan bahwa semua pekerjaan benar benar beres dan entah apa yang membuatnya terdiam merenung seperti ada sesuatu akan terjadi pada keluarganya terutama istrinya.
"apa ini perasaan apa ini oh tuhan berikanlah aku pemahaman tentang apa yang aku rasa tunjukkanlah pada hamba mu ini.. Aamin aku harus segera pulang karena perjalanan jauh pasti aku akan sampai di malam hari" ucapnya lalu segera pergi ke parkiran mobil.
Malam pun datang namun suaminya belum juga kembali sekarang sudah pukul sepuluh malam namun sang suami belum memberi kabar dimana keberadaannya saat ini Tara bukan takut apa apa tapi ia takut ada sesuatu yang menimpa suaminya tapi hatinya selalu percaya bahwa semuanya akan baik baik saja
"yaa allah aku benar benar terlambat istriku pasti khawatir dan handphone ku mati aahk bagaimana ini mengapa bisa macet disini" ucap Karan lalu mencari cara lainnya.
Jika Nicolas dan asistennya Vano sudah sampai ke hotel masing masing itu karena mereka berdua langsung pulang tanpa ada niat untuk mengecek lokasi atau merenung itulah sebabnya mungkin sudah tertidur juga.
Di tempat lain Tara sangat khawatir karena tidak ada pesan ataupun bisa menghubungi Karan yang masih terjebak macet karena kecelakaan lalu lintas di depan mobilnya ini.
"hubby dimana kamu apa kamu tidak bisa mengingat janjimu hum.. ayolah ingat janjimu aku harus menceritakan hal ini sebelum esok pagi datang karena aku tahu seperti apa dia" ucap Tara yang merasa takut dan khawatir.
Next episode ceritanya...
*
*
*
*
__ADS_1
*