Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 46 Dasar pikiran


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe and health


"hum.. dasar mesum bagaimana bisa aku punya suami se mesum dirimu hubby" ucap sang istri sambil berjalan memapah suami.


"hehehe.. mesum sama istri sendiri ini tidak apa apa sayang yang dilarang adalah mesum dengan wanita lain itu baru tidak boleh...cup" ucap sang suami, tibatiba Karan mencium bibir istri di depan anak tangga rumahnya.


"hubby... kamu.. lagi sakit sakit masih aja, apa tidak bisa serius sedikit hum" ucap sang istri


"yah aku sudah berusaha tapi aku tidak tahu saat di dekat mu aku tidak bisa diam baik itu perkataan ataupun pikiran. bagaimana sih kamu Karan kenapa kalau dekat istri saja.. dasar pikiran mesum hehe" ucap sang suami mengatai dirinya sendiri dengan pedenya.


"hem.. sudah ayo bila aku terus menanggapi kamu pasti akan menghabiskan waktu lama jadi tutup obrolannya dan pikirkan bagaimana kamu bisa cepat sembuh hubby" ucap sang istri.


Setelah membantu suaminya ke atas untuk beristirahat Tara kembali ke bawah seperti biasa dia akan mengurus anak anaknya lebih dulu sesudah itu ia akan kembali lagi ke atas.


sesampainya di dapur "mama papa kenapa apa yang terjadi mah sama papa" ucap sang putranya melihat papanya di perban.


"papa terluka saat di jalan tadi sayang tapi sudah sama mama kamu jangan khawatir papa hanya terluka kecil sayang" ucap sang mama, Tara tidak mungkin menjelaskan apa yang terjadi pada papanya Kataj.


"benar mah papa tidak terluka parah kan" ucap sang putra. melihat dari perban papanya sepertinya cukup parah dan banyak.


"iyah sayang kamu tidak perlu khawatir karna ada mama yang akan mengurus papa, oh iyah sayang besok mama ikut kamu ke sekolah karena mama harus minta ijin sama guru kamu selama tiga hari kita akan ikut papa ke dubai lusa jadi kamu siap siap yah apa saja yang harus dibawa dan jangan lupa bawa perlengkapan belajar kamu buat disana oke"


ucap sang mama menjelaskan bahwa lusa anak anaknya akan ikut papa ke dubai juga.


"serius mah kita akan pergi ke dubai wah aku akan pergi ke dubai.. em tapi mah kita kesana untuk liburan atau menemani papa kerja mah" ucap sang putranya, karena tidak mungkin jika kesana hanya untuk liburan sedangkan pekerjaan papanya sangat menumpuk.


"em sebenarnya kita disana menemani papa sayang tapi kamu tenang aja karena kita bisa pergi ke tempat tempat bersejarah dan indah bersama papa saat pekerjaan papa selesai" ucap sang mama.


"oh.. baiklah kalau begitu aku ke kamar dulu yah mah aku mau mempersiapkan apa yang akan dibutuhkan, aku tinggal yah mah" ucap sang putranya.


"baiklah nanti saat makan malam kamu turun yah kita maka bersama seperti biasanya" ucap sang mama.


"oke mama.. cup terimakasih, i love you mah" ucap sang putranya lalu pergi setelah mencium wajah mamanya.

__ADS_1


"hum.. anak dan papa sama saja yah mereka berdua manis sekali" ucapnya bersyukur memiliki suami dan anak yang so sweet.


Saat istrinya sedang sibuk di dapur Karan segera mengecek laptop dan laporan yang dikirim oleh bawahannya Arhsam dan berkas berkas yang di minta olehnya yaitu berkas biodata Profesional man dan mr xx. Karan penasaran apa motif kedua orang itu dan Karan berpikir sepertinya mereka berdua bekerjasama untuk melakukan sesuatu pada istrinya dan Karan belum tahu apakah itu benar atau tidak jika itu benar Karan harus anti spasi sebelum itu terjadi oleh karena itu Karan akan membawa istri dan anak anaknya.



Karan melihat clip orang orang yang cukup berbahaya bagi keluarganya terutama sang istri yang sering menjadi incaran apakah karena sang istri yang semakin cantik dan imut di usianya yang semakin dewasa itu.


"apakah aku harus menyembunyikan istriku dari dunia dan menyimpannya di dalam ku" ucap Karan, ia berpikir keras mencari jalan.


Tara masuk kedalam kamarnya ia melihat suaminya yang sibuk di depan laptop. "hubby apa yang kamu lakukan, kenapa kamu begitu memaksakan diri ingat kamu itu manusia bulan robot yang selalu bekerja. tinggalkan itu ayo kita makan malam" ucap sang istri.


"sebentar lagi sayang ini tanggung pekerjaan nya belum selesai" balas sang suami.


"tidak ada kata sebentar lagi tapi sekarang hubby.. ayo anak anak sudah menunggu" ucap sang istri lalu Tara mengambil laptop sang suami dan menaruh di dalam laci.


"hem.. baiklah tapi ini dulu" ucap sang suami meminta istrinya untuk mencium pipinya.


"hum..kalau aku tidak mau bagaimana hubby" ucap sang istri.


"ayo hubby nanti anak anak kelaparan karena menunggu papanya yang lambat" ucap sang istri. Tara tersenyum menatap suaminya yang senang karena ciuman bukan di wajah.


Karan turun dengan istrinya yang membantu memapah dirinya, tersenyum karena senang mengingat sang istri yang mencium bibirnya dan ini adalah kali pertamanya ia dicium.


"kenapa wajah mu seperti itu hubby" ucap sang istri, entah mengapa tiba tiba mencium bibir suaminya ini hal konyol baginya.


"tidak apa apa lain kali sering sering sayang kan aku jadi senang dan semangat" ucap sang suami.


"em.. tergantung suasana hubby" ucap sang istri.


baru Karan akan menjawab.. "papa apakah itu sakit" ucap sang putra bertanya.


"tidak boy ini hanya luka kecil tidak seberapa kamu tenang aja karena papa adalah orang yang kuat kamu tahu papa kan" ucap sang papa, sebelum Karan ketahuan oleh anaknya saat dirinya melepaskan pereban nya tadi.

__ADS_1


Karena sudah ketahuan berpura pura sakit padahal tidak sakit seperti yang terlihat parah karena perban nya yang banyak, dan Karan sudah terbiasa terluka bahkan berkali kali lipat lebih parah dari sebelumnya.


"syukurlah kalau papa baik baik aja ayo kita makan pah dan ingat pah tidak boleh telat" ucap sang putra memberi kode pada papanya


Alhamdulillah ini namanya berkah berlimpah karena papanya berjanji dan sepakat akan memberikan apa yang di minta oleh putranya.


Dan ketiganya pun mulai menyantap makanan nya masih masih kecuali baby Kalinda karena masih terlalu kecil untuk makan makanan orang dewasa tapi baby sudah diberi makan terlebih dulu namun baby harus ikut belajar bergabung agar nanti terbiasa makan malam jam tujuh malam sebelum baby mengantuk.


Setelah selesai makan seperti biasanya Tara akan meniduri putrinya terlebih dulu lalu menemani putranya sebentar setelah itu baru suaminya, baginya sang suami adalah bayi besarnya yang tidak ingin ketinggalan dirinya.



Satu jam kemudian Tara sudah berada dalam kamarnya ia tidak bosan bosan melihat foto putrinya yang sangat imut dan manis sekali.


"sayang apa yang menarik dari foto baby kita sampai kamu mengabaikan aku hem" ucap sang suami cemburu pada foto putrinya.


"apa yang kamu katakan hubby.. jangan bilang kamu cemburu dengan putri mu sendiri.. hum kamu tidak waras..apa ini yang benar saja" ucap sang istri tidak percaya itu.


"aku tidak mengatakannya sayang" ucap sang suami.


"tapi ekspresi wajah kamu mengatakan hal seperti itu hubby" ucap sang istri.


"hum.. masa sih sayang memangnya seperti apa ekspresi wajah suamimu ini" ucap sang suami sengaja menggoda istrinya.



*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2