Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 12


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe and health


SATU TAHUN KEMUDIAN...


"papa mama kesakitan perutnya sepertinya baby mau keluar pah" ucap Kataj yang baru berusia dua tahun setengah


"apa yang terjadi boy, dimana mama" ucap Karan langsung berlari mendekati putranya


"di kamar pah ayo cepat pah mama sudah kesakitan dari tadi pah" ucap batita yang sudah pandai berbicara dengan baik


"ayo boy kita lihat keadaan mama" ucap Karan menggendong putranya lalu berlari


Karan pun berlari dari halaman depan rumah langsung menuju kamarnya dimana sang istri berada pikirnya sudah takut serta khawatir sebab dokter mengatakan bahwa kehamilan keduanya cukup lemah dan sensitif mungkin karena jarak yang terlalu dekat dan kondisi fisik yang lemah dan terlalu capek itulah penyebabnya padahal dokter menyarankan agar banyak istirahat dan jangan terlalu over dalam beraktivitas dan sang dokter tidak tahu jika yang membuatnya lelah adalah suaminya.


Dan tentunya Tara tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena tidak ingin membuat sang suami malu dan tanpa di bertahu pun dokter tahu bahwa pasien nya capek karena suaminya yang over protektif dan cemburuan entah apa yang membuatnya seposesif itu terhadap istrinya mungkinkah karena sang istri menjadi aktris dan model terkenal hingga banyaknya fans dan masyarakat serta pria yang menyukainya dari lajang sampai yang sudah punya istri pun ikut tertarik dengannya.


"sayang kamu kenapa?.. kenapa tidak panggil aku atau yang lainnya kenapa kamu diam aja" ucap Karan langsung merangkul sang istri


"ini perutku sakit pah sepertinya tadi aku salah makan aku pikir hanya mules biasa pah" ucap sang istri Tara berkata jujur apa adanya


"kamu kenapa tidak mengikuti saran dokter sayang, mau ke rumah sakit sekarang" ucap Karan yang sudah khawatir sekali


"engga usah pah panggil dokter aja soalnya belum waktunya lahiran pah" ucap sang istri


Padahal dokter menyarankan untuk tidak mengkonsumsi makanan mentah seperti sushi dan daging daging setengah matang tapi Tara tidak ingin makan jika tidak ada makanan ciri khas negeri sakura dan barat.

__ADS_1


"hem baiklah tunggu sebentar aku mau telpon dokternya dulu, boy kamu jagain mama yah" ucap Karan pada putranya lalu pergi ke ruang kerja karena handphonenya tertinggal disana


"tenang aja pah aku pasti jagain mama" ucap sang putra, karena ia sangat mencintai ibunya


Karan pun segera berlari menuju ruang kerjanya yang berada tidak jauh dari kamarnya, setelah sampai ia langsung menghubungi dokter keluarga yang sering menangani keluarganya sejak Karan menikahi istrinya saat itulah ia memutuskan untuk membuat janji dengan sang dokter agar bisa menangani keluarganya kapan saja disaat Karan dan keluarga besarnya sakit dan sang dokter pun menyetujuinya jika ia sedang tidak ada jadwal maka sang dokter akan segera datang ke rumah Karan, rumah keluarganya.


Lima belas menit kemudian dokter langganan Karan pun tiba di rumahnya, karena dokter sudah terbiasa datang ke rumah Karan jadi sang dokter hanya menyapa security dan bibi atau asisten rumah tangga setelah menyapa sang dokter akan bertanya lalu segera pergi ke kamar Karan saat bibi mengatakan bahwa Tuan nya ada di atas sudah menunggu dokter.


"dokter tolong periksa istri saya, tadi ia teriak teriak kesakitan saya takut terjadi sesuatu pada keduanya" ucap Karan langsung menuntun dokter langganannya


"baik pak saya akan periksa istri bapak" ucap sang dokter lalu mengeluarkan peralatannya


Setelah di periksa dokter pun menegaskan bahwa ibu Tara tidak boleh lagi mengonsumsi daging setengah matang dan ikan mentah karena tidak baik untuk janin serta kesehatan ibunya sebelum nanti terjadi sesuatu yang tidak bisa dicegah karena itu harus dihentikan


ucap sang dokter setelah memeriksa ternyata ibu Tara sangat sering melanggar larangannya


"baik pak dokter saya akan mengawasi istri saya dan menjaganya selama satu bulan full selama istrinya saya belum melahirkan" ucap Karan kali ini ia akan benar benar berpuasa


Karena usia kehamilan sang istri sudah berjalan delapan bulan itu sebabnya dokter mengatakan dengan tegas karena pasien nya ingin lahiran secara normal tanpa operasi sesar agar cepat pulih dan tidak ada bekas sayatan alat operasi bedah kulit sehingga kulit pun tetap mulus tanpa coretan benda itulah yang diinginkan istrinya oleh sebab itu ia harus menjaga makan dan istirahat cukup.


"baiklah pak Karan kalau begitu saya permisi nanti jangan lupa di tebus resep obatnya dan tolong dijaga makanan istrinya yah pak" ucap sang dokter sebelum pamit keluar dari rumah


"baik terimakasih dokter, saya akan antar pak dokter sampai di depan rumah" ucap Karan lalu pergi mengiringi dokter sambil bertanya


Sepuluh menit kemudian Karan kembali ke kamarnya dan disana masih ada anaknya yang setia menemani ibunya sama seperti dirinya yang tidak bisa jauh dari sang istri.

__ADS_1


"papa bagaimana keadaan mama" tanya sang putra yang sejak tadi penasaran sekali


"mama baik baik aja hanya saja mulai saat ini mama tidak boleh banyak beraktifitas dan harus menjaga makanan mama kamu mau bantu papa untuk mengawasi mama boy" ucap Karan pada putranya yang pandai bicara


"okey papa jangan khawatir aku akan selalu menjaga mama tanpa di minta pun" ucapnya dengan tegas dan lantang mirip papanya


"wah wah wah kalian bekerja sama yah bagaimana dengan ini, mama tidak ingin makan makanan lain pah sayang" ucap sang istri Tara pada suami dan putranya itu


"harus bisa sayang nanti bagaimana kalau putri kita makanan negaranya sendiri hayo" ucap sang suami tidak bisa membayangkan


"Iyah mama masa kita satu keluarga berbeda beda makanan dan kesukaannya hem" ucap sang putra dengan tegas dan disiplin


Karena yang ia tahu mamanya tidak boleh makan makanan ikan mentah dan daging setengah matang saja tapi sang putra juga bingung dengan apa yang dimaksud sang dokter bahwa mamanya harus istirahat yang cukup padahal selama ini ia bersama mama hanya dirumah saja tidak kemana mana inilah yang membuat Kataj berpikir berulangkali.


"tapi sayang papa aku kan engga bisa makan kalau tidak makan dengan itu" ucap Tara pada suami dan putranya ini


"mah kali ini kamu harus mengikuti saran dokter mama papa tidak ingin ambil resiko" ucap Karan karena kali ini benar benar serius


"em benar nih pah kalau begitu tidak ada aktivitas olahraga kapan pun dan dimana pun" ucap sang istri Tara, yang berarti ia pun harus mengikuti apa kata dokter tadi istirahat cukup


Yang berarti tidak ada aktivitas olahraga suami istri karena selama ini ia diijinkan makan dengan suami dengan satu syarat jika suaminya ingin dirinya berarti sang istri harus siap kapan pun dan dimana saja selama itu masih di tempat yang wajar dan tidak terlihat.


"pah tapi aku bingung deh apa maksud pak dokter tadi bilang bahwa harus istirahat cukup, memang selama ini mama olahraga apa dan dimana kok aku engga tahu" ucap sang putra dengan polosnya bertanya tanya


"nah jawab tuh pertanyaan anakmu yang bingung dengan perkataan dokter hihi" ucap sang istri, senang melihat ekspresi suaminya yang kebingungan harus menjawab apa atas pertanyaan sang putra yang masih terlalu dini.

__ADS_1


__ADS_2