
Happy reading everyone stay safe and healthy
Selesai dengan anaknya Karan memberikan baby Kataj pada baby siter untuk menjaganya selama Karan dan istrinya belum sempat memegang baby Kataj, lalu Karan melanjutkan masakan yang dia buat spesial untuk sang istri.
Dan semua masakan untuk sarapan pun selesai Karan pun segera membawanya keatas menuju kamarnya dan sang istri, sesampainya di kamar ternyata istrinya masih terjaga dalam tidurnya.
"hem..bagaimana bisa aku punya istri secantik dan se menggemaskan ini, rasanya aku mau" ucap Karan, melihat pose tidur istri seperti itu
"mengerjai nya lagi seperti yang semalam hem hem, tadi malam itu istriku yang terlihat imut atau menggairahkan hingga aku tak bisa diam"
ucapnya lagi, mengingat ingat kejadian semalam yang penuh cinta dan semangat
ehmmm.. ehm...
Tara berdehem dua kali karena sang suami yang cukup usil mengganggu tidur nyenyak nya
"emm.. hubby" ucapnya namun matanya masih terpejam tapi Tara tahu itu pasti ulah suaminya
"apa sayang.. mau lagi yah" ucap Karan segera mencium bibir istrinya
Mendengar perkataan suaminya Tara secepat mungkin membuka matanya, tapi sayangnya setelah membuka mata Tara tidak sempat bangun dan pergi ke kamar mandi karena Karan sudah lebih dulu menciumnya.. hahaha nasib.
"aku mau ke kamar mandi" ucap Tara setelah suaminya melepas ciuman mereka
"aku ikut yah" ucap Karan
"haa.. mau ngapain sih, aku mau cuci wajah dan hari ini aku ada syuting di bandung hubby" ucap sang istri karena Tara takut suami khilaf
"kok kamu engga bilang kalau kamu mau syuting..kenapa baru kasih tahu sekarang" ucap sang suami, merasa ini gawat baginya
"hem pertama ini karena salahmu kedua karena aku tidak ingin di dekat mu ketiga karena aku butuh sesuatu yang menantang dan lagipula aku baru menandatanganinya kemarin so ini bukan salah ku sepenuhnya hubby"
ucap sang istri, mengusap wajah suami agar tidak mudah marah.
"hemm yah ini karena salahku tidak seharusnya aku bersikap kekanak kanakan, aku sungguh menyesalinya..sayang maafin aku" ucap sang suami dengan penuh penyesalan di hatinya
__ADS_1
"sudahlah hubby itu semua sudah terjadi kita harus mengambil hikmahnya dan tolong jangan ulangi hal itu, jika ada yang mengganggu pikiran katakan saja lalu kita cari solusinya bersama" ucap sang istri lalu mencium kedua pipi Karan
"sudah sekarang aku mau mandi, baby Kataj dimana hubby aduh aku kesiangan gimana ini" ucapnya lagi segera bangun
"jangan khawatir sayang Kataj sudah selesai sarapan dan sudah rapih juga, kamu mau syuting atau ada pemotretan" ucap Karan bertanya tapi sambil berpikir menggagalkan
"aku ada kerjaan sebentar untuk pemotretan brend dan aku menjadi ambassador nya" ucap Tara mempersiapkan semua keperluannya
"engga bisa ditunda sebentar sayang" ucap Karan berharap bahwa istrinya mengerti dirinya
"maaf hubby tapi kali ini benar benar tidak bisa maaf yah, dan sebagai gantinya nanti malam kalau aku ingat dan tidak lelah" ucap sang istri dengan senyum manisnya meninggalkan Karan
Mau tidak mau Karan harus menerimanya dan menenangkan dirinya yang sudah bergairah entah sejak kapan ia bergairah tapi yang pasti setelah berbaikan Karan melihat istrinya penuh dengan hasrat mungkin karena hampir satu minggu dirinya di diamkan jadi membuat nafsu yang ada dalam dirinya menjadi mengebu gebu
•••••
"pak putra bapak menangis sedari tadi kami sudah berusaha mendiamkannya tapi putra bapak tetap menangis memanggil ibunya" ucap sekertaris Karan yang mendapat laporan
"baiklah saya akan ke ruangan saya tolong rapikan berkasnya nanti saya lanjutkan lagi" ucap Karan yang menunda pekerjaannya lagi
Setelah sang istri Tara mengatakan bahwa dirinya tidak bisa membawa baby Kataj saat ini karena ia harus mengerjakan pekerjaannya dengan tenang dan tanpa ganguan dari apapun oleh karena itu Tara meminta tolong pada suaminya Karan untuk membawa baby Kataj bersama dirinya sampai pekerjaannya selesai.
Mau tidak mau Karan pun harus menerimanya dengan senang hati karena ini pertama kalinya Tara meminta tolong padanya jadi suaminya tidak bisa berkata lain selain menyetujuinya jika Karan tidak mau menyetujui maka kesempatan malam yang di janjikan istrinya akan dibatalkan
Sesampainya di ruangan ternyata benar bahwa putra tengah menangis tersendu sendu seakan ditinggalkan ibunya dalam waktu yang cukup lama karena ini pertama kalinya juga Kataj jauh dari mamanya, hal ini pun wajar saja bagi sang putra menangis tersendu saat bayi rindu ibunya
"uh sayang jagoannya papa kenapa nangis hum kangen sama mama yah kalau gitu kita makan siang dulu setelah itu baru kita datangi mama" ucap Karan menggendong putranya berusaha mendiamkan sang putra yang bersedih
"pa..pa mam..ma di..man..na" ucap seorang balita yang baru belajar berbicara ini
"mama lagi ada pekerjaan sebentar, kamu sudah kangen yah..sama papa juga gimana kalau kita datang ke tempat mama setelah selesai makan siang dulu okay" ucap Karan berusaha mendiamkan Kataj dengan caranya
"jan.. jii pa..paa" balas baby Kataj yang sudah mengerti kata kata janji
"yes deddy promise, let go boy are you ready meet your mother" ucap Karan langsung mengajak sang anak untuk menyusul ibunya
Karan membawa baby Kataj dengan babysitter nya karena baby Kataj masih terlalu kecil untuk duduk di kursi sendiri dan tidak ada kursi khusus untuk anak anak, perjalanan menuju tempat kerja sang istri ternyata cukup jauh jaraknya mau tidak mau ia harus mengendarai mobilnya dengan lambat karena keselamatan putranya adalah nomor satu baginya di dunia.
__ADS_1
"Tar.. Tara itu bukannya suami kamu yah" ucap teman kerjanya Tara
"dimana.." ucapnya lalu Tara pun memeriksa keluar dan ternyata bener suaminya datang
"Silvia.. guys.. pak saya ijin pulang terlebih dulu yah" ucap Tara ijin sebelum pergi
"oh yaudah bagian kamu sudah selesai juga" ucap pak produser dan tim lainnya
"okay hati hati Ta, salam buat baby Kataj yah" ucap Silvia yang melihat anaknya tadi diluar
"okay.. thanks you cup.. guys bye bye" ucap Tara lalu cipika cipiki dan memeluk sahabatnya
"sudah diduga mereka tidak bisa jauh lebih lama dariku.. hem jagoannya tidak sukab yah" ucapnya tersenyum melihat suami menunggu
"ternyata kalian tak bisa lama jauh dariku, emm hubby baby sudah makan siang belum" tanya sang istri dengan mencium pipi suaminya
"sudah.. em itu karena kami tidak bisa lama jika tidak melihat wanita yang kami cintai" ucap Karan lalu memeluk istrinya di tempat umum
"hubby ini masih siang banyak mata yang melihat dan mengambil foto kita berdua, apa kamu tidak malu dan tidak keberatan nanti" ucap sang istri, melihat ada yang memfotonya
...Terimakasih para pembaca setia 😊 Jangan lupa untuk menekan tombol like vote & komen ...
*
*
*
*
BERSAMBUNG......
Jangan lupa berikan tombol like vote dan komentarnya, karena satu dukungan kalian sangat berarti bagi author 😊💐 Terimakasih
Hayoung haseo everyone stay safe and healthy always dear pembaca setia 🤗😊💝🍎☕
__ADS_1