
Happy reading everyone 🤗📒💐
***Perhatian konten tema ini mungkin*** mengandung kata kata vulgar jadi mohon pengertian untuk yang belum 18+ ke atas dan mohon jangan membaca cerita bila tidak sanggup membaca silahkan di skip.
Ooh ****" umpatnya, temannya ini benar benar membuat Karan kehilangan fokus dan kendalinya, melihat beberapa foto mesra yang Rio kirimkan padanya akhirnya Karan pun tidak bisa menahan diri lagi untuk lebih lama, lalu melihat ke arah sang istri yang hampir selesai, Karan pun langsung mendekati sang istri dan..
ahh.." sontak karena kaget sang istri Tara pun berteriak saat dirasa tubuhnya melayang diangkat oleh suaminya tanpa aba aba sang suami membawa dirinya.
"hubby apa yang kamu lakukan?.. kamu membuatku kaget dan nyaris pingsan" ucap sang istri kesal karena kaget.
"maaf sayang aku telah membuatmu kaget, tapi aku sudah tidak bisa menahan diri lagi.. maaf bisakah kamu membantu"
ucap sang suami, karena temannya lah Karan menjadi tidak sabar padahal sedari tadi dirinya sudah berusaha menahan diri.
"huuhf.. hubby hubby padahal aku sedang hamil tapi bisa bisanya kamu seperti ini" ucap sang istri, karena Tara tidak bisa menolak dan membiarkan suaminya tersiksa sendiri akhirnya Tara mencoba untuk tenang dan menerima kewajiban sebagai seorang istri, walaupun kesal.
"sungguh maafkanlah suami mu ini yang lemah terhadap istrinya yang molek ini" ucap sang suami, dan Karan pun langsung menuju kamarnya di atas membawa sang istri dalam dekapannya sambil mencium kening dan rambut istrinya terus menerus.
Sesampainya di dalam kamar Karan menurunkan istrinya perlahan lahan, menciumi tangan sang istri, lalu naik ke atas perlahan lahan sambil menelusuri tangan istrinya dengan menciuminya.
Lalu berpindah pada tangan satunya sama seperti dirinya menciumi tangan kanan sang istri, lalu perpindah pada perut sang istri.. terus menelusurinya hingga ke atas dan terakhir leher jenjang sang istri yang putih bersih bagaikan air susu, membuat istrinya tertawa karena geli melihat tingkah laku sang suami, ternyata suaminya ini bukan hanya pandai menggombal saja namun sang suami pun pandai meredam emosi dan rasa kesal istrinya menjadi suka dan cinta karena merasa dihargai sebagai seorang wanita dan istri, juga sebagai calon seorang ibu.
Perempuan mana yang tidak bahagia dan senang di perlakukan seperti ini, wanita mana yang tidak gembira mendapatkan pria idaman seperti suaminya Karan.. dan istri mana yang tak terpukau oleh suami nya sendiri saat di perlakukan dengan lembut & special walau kurang romantis.
Setelah merasa cukup pemanasan nya lalu Karan kembali ke atas menyesuaikan dirinya dengan sang istri agar tidak kaget.
"sayang aku mulai yah, jika tidak nyaman katakan saja dan aku akan berhenti"
ucap sang suami, karena sang istri sedang hamil Karan pun mengingatkan sang istri agar terbuka dan jangan menahan ketidak nyamanan sendiri.
Dan Tara pun hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai tanda mengerti.
Dua jam lebih sudah Karan dan sang istri berolahraga, mengarungi lautan bersama mencapai puncak kebahagiaan serta kenikmatan bersama sang istri, kali ini Karan tidak ingin memaksa istrinya. jika biasanya dirinya akan berolahraga selama berjam-jam tapi saat saat ini Karan hanya bisa satu atau dua jam saja, dikarenakan kehamilan sang istri yang semakin besar jadi istrinya mudah capek, lelah dan mudah mengantuk. karena itu Karan tidak mau memaksakan kehendaknya apalagi jika sang istri sudah berkata sudah, yang berarti menandakan bahwa istrinya sudah lelah dan tidak mampu mengimbangi semangat suaminya itu, dan syukur sang suami adalah sosok laki-laki pengertian.
Terkadang mereka berdua hanya melakukannya sebentar saja selama tiga puluh menit itupun jika Karan yang sudah tidak bisa menahan diri, sementara sang istri tengah capek dan lelah namun Tara tidak bisa membiarkan suaminya tersiksa sendiri dan akhirnya memberikannya walaupun hanya sebentar itu lebih baik.
**
__ADS_1
Tidur di jam tiga pagi membuat keduanya bangun kesiangan karena aktivitas malam selesai hampir di persetiga membuat pasangan Karan dan Tara belum bangun juga di jam tujuh pagi ini.
emmh.." suara sang istri yang mulai membuka kedua matanya lalu melihat jam dinding di kamar menujukan pukul tujuh pagi saat ini, karena belum sadar sepenuhnya jadi Tara memandang cukup lama untuk memperjelas penglihatannya.
"hubby bangun sudah jam tujuh pagi, ayo bangun nanti kamu terlambat hubby" ucap sang istri, Tara membangunkan suaminya dengan mengelus tangannya yang kini berada di atas perutnya.
emm.. bentar lagi sayang, sepuluh menit lagi aja yah" ucap sang suami tanpa membuka matanya namun pendengaran nya masih terdengar dengan jelas.
hemm.." jawab sang istri hanya berdehem saja, lalu Tara memikirkan bagaimana cara untuk membangunkan suaminya karena biasanya saat dibangunkan sulit pasti suaminya ini akan malas berangkat.
Akhirnya Tara mempunyai cara yaitu sama dengan cara sang suami yang dapat membangunkan dirinya saat masih terjaga dalam tidur lelapnya ini.
Tara pun membalikkan tubuhnya perlahan menghadap ke sang suami, lalu berniat untuk menjaili nya dengan menciumi kedua pipi, kening, tangan dan bibirnya, setelah dirasa ada yang bermain main sang suami pun menghentikan gerakan sang istri yang membanggakan dirinya dengan cara seperti haah, yang ada Karan malah melanjutkan aktivitas tadi malam di pagi hari, membuka kedua matanya secara perlahan lalu melihat sang istri yang menatap karena tangan istrinya Karan tahan membuat Tara merasa aneh.
"apa yang kamu lakukan istriku itu hanya akan membuat aku semakin tidak ingin bangun dan melanjutkan yang semalam"
ucap sang suami, yang sudah sadar sepenuhnya dari tidur lelapnya tadi.
"haah.. ini sudah pagi hubby kamu berangkat kerja, nanti kamu pulangnya kemalaman lagi karena lembur terus"
"emm..dari mana kamu tahu jika aku akan terus lembur, dan ini bagus aku jadi punya semangat tambahan karena dapat energi"
ucap sang suami, Karan malah senang karena sang istri sudah tahu lebih dulu.
"itu tidak penting, sekarang ayo bangun bersiap siap untuk pergi ke kantor, karena karyawan dan para staf sudah menunggu"
ucap sang istri yang mengetahui hal ini dari Lewis dan kak Ryan yang bocorkan.
"wah ternyata sekarang istriku telah menjadi detektif yah, ini kabar bagus karena aku tidak akan kesulitan dalam bergerak karena istriku yang kasih energi".
ucap sang suami, tangannya sudah main ke mana mana mengelus dan menyentuh.
"hubby ini engga baik, ayo bangun dan mandi setelah itu kita sarapan" ucap sang istri, Tara menghentikan tangan suaminya yang bergerak bebas itu.
"siapa bilang ini engga baik.. justru bagus untuk kesehatan jantung dan baby karena kita berolahraga di pagi hari, kamu harus tanggung jawab sayang karena sedari tadi kamu sudah membangunkan yang tidur"
ucap sang suami.. mau disini aja atau di dalam kamar mandi hemm" ucapnya lagi.
__ADS_1
"hubby.. nanti malam saja yah" ucap sang istri berusaha menawar karena tahu hal itu pasti akan cukup memakan waktu.
"sayangnya tidak bisa ditawar sayangg" ucap sang suami sudah melepas pakaian.
ahh.." sontak teriak Tara karena terkejut tiba tiba suaminya mengangkat dirinya yang kini telah berada di atas suaminya.
Bersambung...
Ayoo siapa yang setuju kalau up 2x sehari silahkan komentar sebanyak mungkin sebagai tanda kalian setuju hehe Jangan lupa untuk memberikan voting nya yah 😊
.
.
.
.
.
💐💐💐
.
.
.
.
.
Hayoung haseo everyone 🤗
Stay safe and healthy always 😇
Terimakasih sudah membaca cerita ini JANGAN lupa berikan vote, komen, like dan share cerita Author lainnya 😊♥️🙏
__ADS_1