
Happy reading everyone stay safe and health
Setelah melihat dengan sempurna Tara kaget bahwa saat ini sudah jam sepuluh pagi dan dirinya masih di tempat tidur ini semua gara gara suaminya yang membuatnya bergadang.
"hubby... ini karena mu aku jadi telat bangun" ucapnya kesal sendiri karena ia sudah menelantarkan putra putrinya sejak kemarin.
"awas kamu kalau pulang" ucapnya lagi menaruh amarah dan emosi di dalamnya.
Bukannya dendam ataupun marah sungguhan Tara hanya kesal karena suaminya itu pergi tanpa membangunkan dirinya terlebih dahulu dan bagaimana dengan putra putrinya Tara tak bisa menoleransi dirinya sendiri karena mengabaikan tugasnya sebagai seorang ibu.
Tok.. tok.. tok... "ibu ibu baik baik saja apa mau saya bawakan makanan" ucap asisten rumah tangga setia menunggu didepan pintu.
karena tidak ada yang berani masuk ke dalam kamar tuan dan ibu Tara, sebelum meminta ijin atau persetujuan dari pemiliknya namun tidak dengan kamar anak anaknya itu karena masih kecil jadi orang tuanya meminta agar babysitter dan bibi yang akan mengurus putra putrinya itu bebas masuk ke dalam kamar dan itu berlaku sampai mereka cukup mandiri.
"bagaimana ini masih berantakan.. em tunggu sebentar bik.." ucap Tara lalu menemui bibi.
"iyah ibu.." balas asisten rumah tangga
Tara berjalan menuju pintu untuk menemui art nya setelah memakai sweter untuk menutupi dirinya "iyah bibi ada apa" tanya Tara setelah membuka pintunya.
"ini bu saya di minta tuan untuk membawakan makanan karena tuan khawatir ibu belum makan apa apa dari pagi tadi" ucap sang bibi.
"oh iyah terimakasih bibi tapi saya sedang tidak ingin makan, oh iyah bibi nanti kalau tuan menghubungi bibi lagi tolong bilang saja saya sedang tidak mood tidak selera makan.. em bibi anak anak sudah dikasih makan dan putra saya sudah berangkat sekolah"
tanya Tara panjang lebar, ia merasa rumah ini sangat sepi seperti tiada penghuni dibawah.
"sudah bu aden dan non sudah makan dan sudah berangkat sekolah juga, kalau begitu saya kebawah dulu yah bu nanti panggil saja saya jika butuh sesuatu bu" ucap bibi lagi.
"iyah bik.. terimakasih yah bibi" balas Tara lalu menutup pintunya setelah bibi pergi.
Ohh my.. hum suamiku benar benar nyebelin" ucapnya lalu merapihkan kamarnya lebih dulu
Satu jam kemudian barulah selesai di dalam kamar merapihkan semuanya sendiri, Tara tidak mengijinkan art untuk merapihkan dan membersihkan kamarnya karena menurutnya kamar itu tempat privasi dirinya bersama suami itulah sebabnya Tara selalu sempatkan diri untuk membersihkan selimut bad cover dan pakaiannya dan suaminya tapi diluar itu semua Tara serahkan pada asisten rumah tangganya, walaupun suaminya melarang dia untuk merapihkan kamarnya namun baginya kamar adalah ruang rahasia pasangan.
"bibi putra sudah pulang belum" tanya Tara pada asisten dirumah ini.
"belum ibu.. oh iyah bu tadi bapak berpesan jika ibu sudah turun ibu diminta menghubungi bapak saat ini juga ibu" ucap art.
"iyah bik saya akan menelepon setelah ini kalau nanti putra sudah pulang dan cari saya bilang aja saya di taman belakang bik yaudah saya kebelakang dulu yah" ucap Tara lalu jalan ke taman yang ada dibelakang rumah.
"sudah berapa lama aku tidak berjemur tapi sekarang malah kesiangan hum.. oh iyah" ucapnya yang baru ingat suaminya.
Treeettthh... treeettthh.. calling...
*My wife:
__ADS_1
hallo sayang kamu lagi apa sekarang" tanya sang suami.
My hubby:
aku lagi di taman belakang.. ada apa" ucap sang istri.
My wife:
kangen kamu.. oh iyah kamu bisa datang ke kantor tidak" tanya sang suami.
My hubby:
tidak aku lagi malas.. hari ini aku ada acara sama yang lainnya jadi tidak bisa" ucap sang istri menolak.
My wife:
acara apa dan dimana lokasinya" tanya sang suami mulai posesif lagi.
My hubby:
hubby come on.. apa ini aku tidak suka kamu seperti ini dan kamu pasti tahu karena kamu sudah pasang jps di semua kontak keluarga hum.. apa kamu lupa" ucap sang istri.
My wife:
hehe maaf aku lupa dan kamu tahu kan aku sangat takut kamu jauh jauh dari aku" ucap sang suami.
My hubby:
akhirnya putra yang dinantikan pulang juga sebelum Tara pergi keluar ia akan bertanya pada putranya terlebih dulu apakah putranya mau ikut dengannya atau tidak dirumah saja, menemani adiknya karena terbiasa ikut selalu
"mama rapih sekali pasti mau keluar rumah yah mah mau kemana mah" tanya sang putra.
"iyah mama ada acara sayang kamu mau ikut dengan mama, apa itu sayang" tanya Tara pada putranya.
"ini mendali mah aku menang ikut kuis cerdas cermat jadi aku bisa bawa pulang ini.. hebat tidak aku mama" ucap sang putranya.
"wah anak mama memang hebat pasti papa senang mendengarnya.." ucap sang mama.
"tentu saja karena aku adalah putranya jadi aku sangat mirip dengan papa mah.. em tapi hanya tampan dan kecerdasannya saja mah" ucap sang putranya.
"lah memangnya kenapa sayang.. kamu kan anak papa jadi kenapa hanya cerdas dan tampan nya saja.. hum" tanya sang mama.
"karena papa payah tidak tahu bagaimana caranya membuat mama bahagia jika mama dengan papa pasti wajah mama terlihat kesal dan lelah tapi jika mama tidak dengan papa pasti wajah mama terlihat bersinar selalu, itu namanya papa payah kan mah"
ucap sang putra, ia berkata dengan apa yang selama ini dia cermati dari orang tuanya.
__ADS_1
hum tentu saja wajah mama terlihat lelah itu semua karena papa mu dan bukannya mama tidak bahagia hanya saja dia suka berlebihan jika sudah ada maunya pasti tidak mudah untuk menghentikannya sebelum papa mu benar benar merasa kenyang barulah berhenti ucapnya di dalam hati karena tidak mungkin Tara mengatakan kebenaran suaminya itu.
"oh seperti itu.. itu bagus sayang.. oh iyah kamu mau ikut dengan mama tidak" ucap sang mama lagi.
"aku lagi malas mah dan aku tidak mau seperti papa yang selalu menguntit mama jadi mama boleh kemana pun mama mau" ucap sang putra.
"wah kamu memang anak mama yang paling hebat.. cup cup.. kalo begitu mama pergi dulu yah dan kamu jangan lupa beritahu mama jika adek riweh atau kangen mama.. terimakasih"
ucap sang mama lalu menciumi putranya berulang kali sebagai tanda terimakasih.
***
"dadah sayang.. jangan lupa hubungi mama jika ada apa apa oke" ucap sang mama
"oke siap mama.. hati hati dijalan mah" ucap sang putranya ikut melambaikan tangan.
"ayo pak jalan ke tempat yang tadi saya kasih tahu yah pak" ucap Tara pada supirnya.
"baik ibu.." balas sang supir lalu menyalakan mesinnya dan jalan menuju tempat tujuan.
Hampir satu jam perjalanan akhirnya sampai juga pada tempat tujuan yaitu tempat yang sudah dipersiapkan oleh teman temannya.
"duh sayy kamu kemana aja sih.. sibuk banget diajak kumpul nya kita semua kangen nih" ucap Stella Noviana istri Rio
"hum.. biasa ngurusin harimau lapar.." ucapnya membuat teman temannya bingung
"haahh.. sejak kapan kamu pelihara harimau" tanya Ririn Dindakania.
"hum.. kamu nih yah jelaslah sejak dia menikah dengan pengusaha itu" ucap Novi Adriana tersenyum mengerti kata harimau.
*
*
*
*
*
__ADS_1