
Happy reading everyone stay safe and health
"sudah sana.. aku mau siap siap kasihan tuh mama dari tadi jagain Kalin terus gantiin dih sama kamu.. udah sana.. hubby.." ucap sang istri, Tara segera mengeluarkan suaminya
"haah jika tadi putraku tidak datang aku pasti dapat banyak hum.. anak itu selalu saja ada yang dia lakukan.. bagaimana ini" ucap Karan setelah berada diluar kamarnya sendiri.
"papa mana mama" tanya sang putra karena melihat hanya papa saja yang turun kebawah
"mama sebentar lagi turun..oh iya boy kenapa kamu begitu cemas jika menyangkut perihal tentang mama hum.." ucap sang papa Karan
"aku tidak tahu pasti pah tapi sejak kejadian itu aku benar benar takut jika terjadi sesuatu pada mama, aku tidak bisa membayangkan" ucap sang putra, merasa punya pikiran buruk
"em baiklah papa mengerti.. makasih karena kamu begitu menyayangi mama cup" ucap sang papa menghadiahi kecupan ke putranya
"your welcome deddy.. I love you both cup" ucap sang putra lalu mencium pipi papanya
Semua keluarga sudah berada diruang makan ada mamanya Tara dan kakaknya ada Stevie dan Farhan ada keponakan keponakannya dan yang pasti semua sedang berada disini.
"mama sini disebelah aku" ucap sang putra melihat mama baru turun sekitar 10 menit berada di atas di dalam kamarnya.
"terimakasih sayang.. cup cup" balas Tara pada putranya sangat senang dan bersyukur punya suami pengertian dan anak yang pintar
"sama sama mah" ucap sang putra, bahagia rasanya punya papa dan mama yang keren
"wah wah ternyata cucu mama yang satu ini pandai sekali yah" ucap Daniel melihat keponakan yang pintar dan penyayang itu
"mama bersyukur punya cucu pintar pintar cantik cantik dan manis, kalian adalah hadiah terindah yang tuhan berikan di keluarga kita" ucap mamanya Tara tidak menyangka bahwa putranya putrinya memiliki keluarga yang baik
__ADS_1
"mama senang sekali.. terimakasih sayang kamu sudah memberikan mama cucu yang tampan dan cantik, kamu juga Daniel mama bangga dengan kalian berdua" ucap Mama Tara lagi bangga pada kedua anaknya ini.
"saya juga senang dan bersyukur punya menantu seperti Tara karena tidak ada putri dan menantu yang baik dari Tara untuk Karan" ucap mama Karan ikut angkat suara karena yang dibahas adalah menantu pertamanya
"dan mama juga senang punya menantu dua duanya cantik cantik dan manis, dengan istri Farhan yang selalu mensupport putra kedua mama, kalian berdua adalah hadiah terindah" ucap mama Karan sangat merasa bersyukur.
"ekh.. emm.. mama tidak tahu saja kenapa aku bisa tergila gila pada istriku ini" ucap Karan yang ikut bersuara karena tidak tahan mendengar istrinya dibicarakan orangtua
"oh iyah kak.. seperti aku tahu kenapa kakak bisa gila upss.. hahaha karena tidak ada satu pun wanita yang bisa menerima kakak selain kaka ipar, karena hanya kaka iparlah yang bisa menghentikan kegilaan kaka saat melajang"
ucap Farhan tiba tiba membahas kakaknya sendiri karena menurutnya sang kaka narsis
"apa kata mu.. aku bukan tak mau mengakhiri masa lajang ku, aku hanya belum pernah bertemu dengan wanita seperti isteriku ini" ucap Karan mengatakan kebenarannya
"yah dia benar Farhan apa kamu tahu apa yang dikatakannya saat meminta adikku ini" ucap Daniel yang saat ini mengetahui bahwa adik tersayangnya akan dilamar oleh Karan
"apa kak Daniel.. kak Karan mengatakan apa" ucap Farhan yang penasaran dengan kisah kakaknya sendiri
ucap Daniel yang saat ini mengingat hari itu, dirinya tidak menyangka bahwa adiknya akan di nikahi pria yang terlihat kaku dan dingin itu
"waaoow so sweet yah ternyata kakak ku ini aku benar benar bangga padamu kak, apa kakak ipar tahu bahwa mantan kakak Karan sangat banyak sekali tapi aku tak pernah tahu siapa diantara mereka yang bisa membuat kakak ku tersenyum dan berubah jadi manis"
ucap Farhan mengingat ingat dari sekian banyaknya para mantan yah hanya kakak iparnya lah yang bisa merubah sifat kakaknya
"what.. hahaha ini sangat lucu Farhan dan kamu membahasnya disini saat kita makan malam bersama.. hahaha.. aku tidak tahu apa yang membuat adikku menerima kakak mu, tapi satu yang ku tahu bahwa Tara tidak bisa main main dalam urusan teman hidupnya jadi aku pun mencari informasi tentang Karan dan akhirnya aku tahu walaupun tidak banyak"
ucap Daniel yang saat dulu sedikit meragukan Karan karena tidak ingin melihat sang adik sedih atau menderita karena telah menikahi pria seperti Karan terkenal kaku dan dingin itu
"hem.. kakak ku mohon hentikan pembicara ini kita sedang makan malam bersama" ucap Tara yang tidak tahan mendengar suaminya dibicarakan dan hal ini tentu membuatnya semakin malu dan kasihan pada suaminya
__ADS_1
"apa.. oh kamu malu yah dek ups.. hahaha dia malu mama sayang lihat adikku malu hahaha" ucap Daniel malah menertawakan adiknya
"sudah sudah.. kasihan adik dan adik iparmu ayo kita lanjut makan" ucap sang mama menghentikan pembahasan menantunya
"hum.. benar yang dibilang mama kasihan adik dan adik iparmu.. sudah sayang ayo kita lanjutkan makannya" ucap Dhista setuju dengan mama mertuanya kasihan Tara dan Karan wajah keduanya sudah merah padam
"em ekh em.. baiklah ayo kita makan yang banyak banyak Farhan agar kita lupa dengan obrolan yang tadi" ucap Daniel berusaha tenang mengendalikan rasa ingin tertawanya
"hem.. baiklah kak aku setuju ayo kita makan" balas Farhan yang kesulitan menahan tawa
Setelah menghabiskan makan malam bersama kini semuanya kembali ke kamar masing masing, karena rumah yang dibuat oleh Karan cukup besar dan luas memiliki banyak ruang dan kamar mungkin lebih dari sepuluh kamar juga disertai ruang ruang pribadi seperti tempat untuk bekerja ruang olahraga dan beberapa ruangan lainnya juga.
"sayang kamu harus mengobati ku malam ini" ucap Karan merasa dirinya dipermalukan saat makan malam bersama keluarganya tadi
"em memang apa yang sakit hubby sampai harus diobati, apa sakitnya cukup parah" tanya sang istri, rasa rasanya Tara tahu apa yang dimaksudkan oleh suaminya ini
"apa kamu tidak tahu kalau tadi aku diserang ribuan peluru dan itu sampai kedalam hatiku" ucap sang suami lalu membawa tangan sang istri ke dadanya agar merasakan detaknya
"em.. masih normal kok hubby.. lalu apa yang bisa aku bantu agar sakitnya hilang hum" ucap sang istri, Tara berusaha tenang agar tak tertawa karena melihat tingkah sang suami.
"ada sayang.. kamu pasti tahu bahwa kamu adalah obat dari segala rasa yang ada" ucap sang suami, seperti biasanya ia akan memulai tipu dayanya untuk mendapatkan perhatian
"hum.. aku.. aku kan bukan dokter hubby jadi aku tidak tahu kamu kenapa kenapa" ucap sang istri, Tara memang tahu apa yang di mau suaminya itu tentu saja Tara mengerti apa itu
Berjalan perlahan lahan Tara mengambil kertas lalu menuliskan beberapa kata dan ia meninggalkan kertas itu di atas nakas yang bertuliskan : tunggulah sebentar hubby aku akan membawakan sesuatu yang dapat membantu luka agar cepat sembuh dan pulih.
__ADS_1
"hem.. menarik pasti sesuatu yang special aku semakin tidak sabar menunggunya" ucap Karan sendiri, ia jadi tidak sabar menunggu
"sayang masih lama kah.. perlu bantuan kah" ucapnya lagi, ia benar benar tidak sabar ingin segera melihat apa yang disiapkan istrinya.